Sprint : Pengertian Lari Jarak Pendek , Sejarah, Teknik, Peraturan, Nomor Dan Manfaatnya

Posted on

Sprint : Pengertian Lari Jarak Pendek , Sejarah, Teknik, Peraturan, Nomor Dan Manfaatnya

Sprint – Pada kesempatan kali ini admin akan menjelaskan materi mengenai Sprint atau lari jarak pendek yang meliputi pengertian , sejarah , teknik , peraturan serta nomor yang akan di bahas secara lengkap.

Untuk melakukan sprint harus didukung dengan kekuatan dan kecepatan yang tinggi karena memerlukan  daya tahan kecepatan  atau speed endurance yang kuat, mulai dari  start hingga  finish.

Klasifikasi lari jarak pendek terbagi atas beberapa macam, adalah  berikut:

  • Lari jarak 100 meter untuk putra dan putri ( Short Sprint)
  • Lari jarak 200 meter untuk putra dan putri (Medium Sprint )
  • Lari jarak 400 meter untuk putra dan putri (Long Sprint )

Lari  jarak pendek di pertandingkan juga pada nomor lari gawang ( Burdles ), yaitu 100 meter gawang, 110 meter gawang, dan juga 400 meter gawang. Lari sprint  digunakan pada nomor lari estafet ( Lari Sambung ) 4 x 400 meter dan 4 x 100 meter.

Pengertian Lari Jarak Pendek Menurut Para Ahli

Muhajir

Sprint adalah  sebuah  kompetisi  lari yang mewajibkan bagi para pelari untuk berlari dengan kecepatan yang sangat penuh dengan menempuh jarak 100 m, 200 m, dan 400 m.

Syarifudin dan Muhadi

Sprint adalah  cara berlari dimana atlet harus menempuh seluruh jarak dengan kecepatan hingga semaksimal mungkin.

Yusuf Adisasmita

Lari jarak pendek merupakan  seluruh nomor lari yang di lakukan dengan sprint sepanjang jarak yang ditempuh.

Wikipedia

Sprint merupakan  lari yang menempuh jarak antara 50 m hingga  jarak 400 m.

Jadi, dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa :

Lari jarak pendek ( Sprint ) merupakan salah satu dari cabang olahraga atletik yang menuntut para pesertanya  untuk berlari dengan secepat dan juga  sekuat mungkin, dengan tujuan untuk memenangkan suatu pertandingan dengan berbagai macam jarak tempuh, yaitu 100 m, 200 m, dan 400 m.

Sejarah Lari Jarak Pendek

Sekitar pada abad ke- 7 SM, lari jarak pendek sudah di pertandingkan pada zaman Yunani kuno. Kemunculan pertandingan lari jarak pendek berawal dari seorang prajurit asal Yunani yang berlari dari Persia untuk membawa pesan atas kemenangan Yunani dalam perang melawan Persia, namun prajurit tersebut meninggal tidak lama sesudah memberikan pesan pada raja. Selanjutnya raja Yunani mengadakan perlombaan lari jarak pendek untuk memperingati kematian sang prajurit tersebut . Seiring dengan  berjalannya waktu, perlombaan lari sudah banyak di temukan di berbagai negara dan hingga akhirnya, pada tahun 1912, di bentuknya IAAF ( International Association of Athletics Federation  ) yang berpusat di Monako. Hingga sampai saat ini, 212 negara sudah  menjadi anggota IAAF.

Baca Juga :  √ Baseball  : Ukuran Lapangan Permainan Baseball  dan   Gambarnya

Teknik Lari Jarak Pendek

Adapun teknik yang dipakai untuk lari jarak pendek atau cara melakukannya adalah sebagai berikut :

Teknik Start Lari Jarak Pendek

Terdapat  tiga macam, start  yang dipakai dalam olahraga lari, yaitu start berdiri, start melayang, dan start jongkok. Start yang yang digunakan untuk lari jarak pendek adalah menggunakan  start jongkok. Sesuai dengan istilahnya, start jongkok di lakukan dengan cara berjongkok. Start jongkok berdasarkan cara pelaksanannya bisa  di bedakan menjadi 3  yaitu :

  1. Start pendek ( The short start atau  Bunch start )

Sikap permulaan

Sikap permulaan dari start pendek yaitu, berdiri tegak dengan kedua kaki rapat, lengan harus berada di samping badan, dan pandangan yang lurus ke depan.

Cara Melakukan

  • Langkahkan kaki kiri ke bagian depan dengan jari – jari kaki yang lurus ke depan.
  • Kemudian letakkan ujung jari kaki belakang yang sejajar dengan tumit kaki depan.
  • Jarak kedua kaki kira – kira satu kepalan tangan.
  • Letakkan kedua lengan lurus dengan bahu, lalu jari – jari tangan rapat, ibu jari membuka dengan membentuk huruf V terbalik di bagian belakang garis start.
  1. Start Menengah ( The medium start )

Sikap permulaan

  • Sikap permulaan start menengah adalah dengan berdiri tegak dengan kedua kaki yang  rapat, lengan lurus di samping badan, dan  pandangan lurus ke depan.

Cara melakukan

  • Langkahkan kaki kiri ke arah depan dengan jari – jari kaki yang lurus ke depan.
  • Letakkan lutut kaki belakang yang sejajar dengan ujung jari kaki depan.
  • Jarak kedua kaki kira – kira satu kepalan tangan.
  • Letakkan kedua lengan yang lurus dengan bahu, jari – jari tangan rapat, serta ibu jari membuka dengan membentuk huruf V terbalik di bagian  belakang garis start.
  1. Start panjang (the long start)

Sikap Permulaan

  • Sikap permulaan start panjang, yaitu adalah dengan berdiri tegak kedua kaki rapat, dan juga lengan lurus berada di samping badan, dan pandangan yang  lurus ke depan.

Cara Melakukan

  • Langkahkan kaki kiri ke bagian depan dengan jari – jari kaki yang  lurus ke depan.
  • Letakkan lutut kaki bagian belakang yang sejajar dengan ujung kaki depan.
  • Jarak kedua kaki kira – kira satu kepalan tangan.
  • Letakkan kedua lengan yang lurus dengan bahu, jari – jari tangan rapat, dan juga ibu jari membuka dengan membentuk huruf V terbalik di belakang garis start.

Aba – Aba Lari Jarak Pendek

Aba – aba start jongkok terdiri atas 3 tahap, yaitu :

Gerakan Start pada Aba-aba ” Bersedia “

  • Tangan di letakkan berada tepat pada garis, lalu  ibu jari dan jari yang lain membentuk huruf V terbalik,  dengan bahu condong ke depan, dan juga lengan dalam posisi lurus.
  • Pada saat aba – aba ” bersedia “, posisi badan sedikit maju ke depan, tangan tetap lurus dan usahakan agar posisi kepala rileks supaya leher tidak tegang, serta pandangan kurang lebih 2 meter ke depan.
  • Selain tubuh yang tetap rileks, pikiranpun harus dikonsentrasikan pada aba – aba ” bersedia “.
Baca Juga :  Atletik : Pengertian Secara Umum Dan Menurut Para Ahli Serta Sejarah - Nomor

Gerakan Start pada Aba-aba ” Siap “

  • Angkat pinggul ke atas dengan lebih tingi dari bahu sehingga membuat badan lebih condong ke depan.
  • Pandangan tetap fokus lurus ke depan dan usahakan tangan agar untuk tetap lurus.
  • Pada saat mengangkat panggul, ambil napas dalam – dalam.
  • Fokuskan konsentrasi pada aba – aba ” siap “.

 

Gerakan Start Pada Aba – Aba ” Ya ” atau Bunyi Pistol

  • Ayunkan lengan kanan ke arah belakang dan lengan kiri ke arah depan dengan kuat. Bersamaan dengan itu, kaki kanan melangkah dengan secepat mungkin dan juga kaki kiri menolak dengan  kuat – kuat untuk menambah kecepatan. Usahakan supaya langkah ini dilakuka sampai  dengan 70 cm di depan garis start.
  • Posisi badan meluncur lurus kedepan lalu langkah kaki dipercepat.
  • Langkah kaki harus semakin lebar untuk mendapatkan kecepatan yang penuh, pandangan ke depan,serta konsentrasi ke garis finish.

Kesalahan – Kesalahan dalam Start Jongkok

Ketika  melakukan start jongkok sering terjadi beberapa kesalahan yang akan berakibat fatal, di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Pandangan yang terlalu jauh ke depan, sehingga membuat leher pelari menjadi menegang. Akibatnya akan bisa mengurangi laju kecepatan.
  • Badan yang tidak seimbang, ketika mengangkat panggul, terjadi gerakan yang terlalu cepat dan juga mendadak.
  • Mengangkat panggul dengan terlalu tinggi. Hal ini bisa berakibat badan tegak, terlalu cepat sehingga membuat kecepatan start akan kurang maksimal.

Teknik Gerakan Sprint

Beberapa gerakan sprint yang wajib untuk dipelajari, yaitu adalah  sebagai berikut :

  • Kaki bertolak dengan sekuat – kuatnya, kemudian lutut diangkat hingga setinggi panggul, dan tangan mengayun secara bergantian agar badan tetap seimbang.
  • Pandangan lurus ke depan kearah garis finish.
  • Badan condong dan juga rileks dengan mengatur gerakan tangan.
  • Gerakan kaki dengan setinggi – tinggi nya lalu langkah kan kaki dengan selebar mungkin.

Teknik Mencapai Garis Finish

Gerakan ini adalah gerakan yang di lakukan oleh pelari pada saat mencapai garis finish. Teknik gerakan mencapai garis finish, yaitu adalah sebagai berikut :

  • Tetap berlari dengan kecepatan tinggi.
  • Dada di condongkan ke bagian depan, atau kepala yang terlebih dahulu didepan dan kedua tangan yang di ayunkan ke bawah belakang dengan gerakan, yang seperti merobohkan diri.
  • Bahu sebelah maju. Teknik ini dapat di lakukan dengan cara memutar dada ke bagian depan dengan ayunan tangan ke depan atas. Jika yang maju bahu kanan, maka kananlah yang diayunkan.

Peraturan Lari Jarak Pendek

Peraturan pada perlombaan lari jarak pendek yang ditetapkan oleh induk organisasi atletik dunia atau internasioal yaitu IAAF ( International Amateur Atletik Federation ) atau induk organisasi atletik Indonesia yaitu PASI ( Persatuan Atletik Seluruh Indonesia ).

Baca Juga :  Kayang :  Pengertian, Cara Melakukan, Sikap dan Manfaatnya

Peraturan Perlombaan

Peraturan perlombaan yang dipakai dalam lari jarak pendek adalah sebagai berikut :

  • Garis start dan finish dalam lintasan lari di tunjukan dengan sebuah garis yang selebar 5 cm siku – siku dengan batas tepi dalam lintasan. Jarak perlombaan harus di ukur dari tepi garis start ke tepi garis finish terdekat dengan garis start.
  • Aba – aba yang digunakan dalam perlombaan adalah : ” bersedia “, ” siap “, ” yak ” ataupun bunyi pistol.
  • Semua peserta lomba lari mulai berlari pada saat aba – aba ” bersedia ” atau bunyi pistol yang di tembakkan ke udara.
  • Peserta yang membuat kesalahan pada saat start harus di peringatkan ( Maksimal 3 kali kesalahan ).
  • Lomba lari jarak pendek pada perlombaan besar bisa dilakukan dalam 4 tahap, yaitu babak pertama, babak kedua, serta babak semi final, dan babak final.
  • Babak pertama akan di adakan apabila jumlah peserta banyak, pemenang I dan II tiap heat berhak maju ke babak yang selanjutnya.

Diskualifikasi atau Hal – hal Yang Dianggap Tidak Sah

  • Melakukan kesalahan dalam start lebih dari 3 kali.
  • Memasuki lintasan dari pelari yang
  • Mengganggu pelari yang lain.
  • Keluar dari lintasan lari .
  • Terbukti menggunakan obat perangsang.

 Petugas atau Juri dalam lomba Lari

  • Starter, yaitu adalah petugas yang memberangkatkan pelari.
  • Recall Starter, yaitu adalah petugas yang mengecek atau mengabsen para pelari.
  • Timer, adalah petugas pencatat waktu.
  • Pengawas lintasan, yaitu adalah petugas yang berdiri di tempat tertentu dan bertugas untuk mengawasi para pelari apabila melakukan kesalahan dan pelanggaran.
  • Juri kedatangan, yaitu petugas pencatat dari kedatangan pelari yang pertama hingga dengan terakhir dan juga menentukan rangking atau urutan kejuaraan.
  • Juri pencatat hasil, yaitu petugas pencatat hasil setelah pelari memasuki garis finish.

Sarana dan Prasana Lari Jarak Pendek

Beberapa peralatan yang biasa digunakan  pada saat melakukan lari jarak pendek yaitu adalah sebagai berikut :

  • Start Block ( Tempat Start )
  • Sepatu lari sprint ( Spike ) dengan ketentuan di telapak depan terdapat enam buah paku
  • Suara tembakan pistol aba – aba ( bisa dengan menggunakan peluit atau bendera )
  • Lintasan lari ( Track )

Manfaat Sprint

  • Membakar lemak
  • Menguatkan tulang
  • Membentuk otot
  • Meningkatkan kecepatan dalam berlari
  • Memperlancar pernafasan

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai Sprint : Pengertian Lari Jarak Pendek , Sejarah, Teknik, Peraturan, Nomor Dan Manfaatnya semoga dapat bermanfaat, sekian dan terimakasih banyak untuk kunjungannya ya, jangan lupa juga simak artikel yang lainnya ya, sekian dan terimakasih banyak untuk kunjungannya.