Hidrolisis : Pengertian, Manfaat, Macam, Beserta Contohnya

Posted on

Hidrolisis : Pengertian, Manfaat, Macam, Beserta Contohnya

Hidrolisis – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah materi mengenai hidrolisis, yangmana mencakup mengenai pengertian hidrolisis, manfaat , macam dan juga contonya. Untuk untuk marilah simak ulasan yang ada di bawah ini.

Pengertian Hidrolisis

Hidrolisis Merupakan  suatu reaksi kimia yang mana  H2O ( Molekul dari air ) akan diurai atau dipecah kedalam bentuk kation H+ ( Hidrogen ) serta anion OH– ( Hidroksida ) melalui suatu proses kimiawi. Proses tersebut pada umumnya di pakai untuk  memecah suatu polimer tertentu, khususnya polimer yangmana terbuat dengan melalui suatu proses yang bertahap polimerisasi atau yang di kenal dengan istilah “ Step Growth Polimerization “ . Istilah hidrolisis sendiri berasal dari kata Yunani yaitu  “ Hydro “ yang berarti air dan “  Lysis “  yang berarti pemisahan.

Secara sederhana arti dari hidrolisis yaitu  merupakan suatu proses pembelahan ikatan kimia dengan penambahan air. Sebagai contoh yaitu sebuah proses sakarifikasi sukrosa. Sakarifikasi merupakan suatu pemecahan karbohidrat menjadi komponen molekul gula dengan melalui proses hidrolisis. Contoh nya sukrosa dipecah atau di urai menjadi fruktosa dan juga glukosa. Pada umumnya hidrolisis ataupun  sakarifikasi adalah langkah dalam melakukan degradasi suatu zat.

Reaksi kondensasi adalah  suatu reaksi kebalikan dari hidrolisis yang mana ada  dua buah molekul dan akan bergabung menjadi satu dengan mengeluarkan molekul air pada saat proses sedang berlangsung. Sehingga suatu perbedaan hidrolisis serta  kondensasi yaitu pada kondensasi dua jenis molekul yang  akan menyatu dengan membuang air sedangkan hidrolisis menambahkan air untuk memecah molekul yang menyatu.

Biasanya hidrolisis yaitu merupakan  suatu proses kimia yang mana molekul air di tambahkan ke dalam zat. Terkadang penambahan tersebut akan  mengakibatkan kedua substansi dan juga molekul air terpecah menjadi dua bagian. Dalam reaksi tersebut, satu fragmen dari molekul target atau molekul induk yang  mendapat ion hidrogen.

Manfaat Hidrolisis

Reaksi hidrolisis adalah suatu reaksi kimia yang di gunakan untuk menetralkan suatu campuran asam dan juga  basa yang menghasilkan air dan garam. Proses hidrolisis tersebut memiliki andil yang besar dalam terlaksananya berbagai macam proses penting serta kebutuhan dalam kehidupan sehari – hari.

Berikut i9ni adalah manfaat dari hidrolisis :

  • Reaksi hidrolisisyang terjadi di antara molekul asam dan basa yang di reaksikan dengan air akan membentuk garam dengan rumus kimia NaCl. NaCl tersebut merupakan  garam yang di pakai di dapur oleh ibu rumah tangga sebagai pemberi rasa asin pada makanan.
  • Pada Bidang pertanian reaksi hidrolisis di manfaatkan dalam suatu penyesuaian pH tanah dengan tanaman yang di tanam. Melalui suatu proses reaksi hidrolisis maka akan di dapatkan jenis pupuk yang tidak terlalu asam ataupun   Adapun molekul kimia yang sering digunakan  untuk menurunkan pH pupuk yaitu  pelet padat ( NH4 )2SO4. Apabila  garam tersebut direaksikan di dalam air, maka ion NH4+ akan terhidrolisis di dalam tanah dan akan membentuk NH3 dan H+ yang sifatnya asam.
  • Reaksi hidrolisis yang terjadi antara garam yang terbentuk dari HOCl yang merupakan asam lemah dengan NaOH yang merupakan suatu basa kuat dengan air akan terjadinya hidrolisis HOCl sehingga akan menghasilkan ion OH- yang mempunyai sifat basa. Sedangkan NaoH sebagai basa kuat tidak terhidrolisis. Garam yang terbentuk melalui proses penggabungan kedua asam basa tersebut yaitu NaOCl. Garam tersebut merupakan  salah satu material yang di manfaatkan dalam pembuatan bayclin atau sunklin  yang dapat di gunakan untuk memutihkan pakaian .
  • Reaksi hidrolisis memiliki peran yang penting dalam pemecahan makanan menjadi nutrisi yang mudah untuk diserap. Sebagian besar dari  senyawa organik dalam makanan tidak mudah untuk bereaksi dengan air, sehingga di butuhkan katalis untuk memungkinkan terjadinya keberlangsungan pada proses ini. Katalis organik yang membantu dengan terjadinya  reaksi dalam organisme hidup yang dikenal sebagai enzim. Enzim tersebut  bekerja dengan menerapkan konsep hidrolisis.
  • Reaksi hidrolisis mempunyai peran yang penting dalam suatu proses pelapukan batuan. Proses tersebut penting dalam proses pembentukan tanah, serta membuat mineral penting yang tersedia bagi tanaman. Berbagai mineral silikat, seperti feldspar, akan  mengalami suatu reaksi hidrolisis yang lambat dengan air, membentuk tanah liat dan juga lumpur, bersama dengan senyawa yang
  • Reaksi hidrolisis memiliki peran dalam proses penjernihan air. Penjernihan air minum  yang di alukan oleh PAM menerapkan prinsip-prinsip  hidrolisis, yaitu dengan  memakai senyawa aluminium fosfat yang  akan mengalami hidrolisis total.
Baca Juga  √ Minyak Bumi : Pengertian , Sejarah, Tahap Pengolahan Dan  Penggunaannya

Jadi, dapat  disimpulkan bahwa reaksi hidrolisis terjadi ketika beberapa senyawa ionik, seperti asam, basa, dan juga  garam di larutkan atau di pecah  dalam molekul air yang  dapat  menghasilkan sifat yang bervariasi baik itu berupa  asam, basa, ataupun  netral. Perbedaan sifat tersebut menjadi tolak ukur dalam menganalisa peran penting garam yang terhidrolisis tersebut pada  kehidupan makhluk hidup.

Macam-Macam Hidrolisis

Apabila  ditinjau dari komponen pembentuk garam dan juga banyak atau  tidaknya garam tersebut dapat  di uraikan pada saat di reaksikan dengan air, maka reaksi hidrolisis dapat dibedakan sebagai berikut ini :

Hidrolisis : Pengertian, Manfaat, Macam, Beserta Contohnya

  • Hidrolisis Parsial
    Hidrolisis parsial yaitu pada saat garam di reaksikan dengan air maka hanya salah satu atau sebagian ion saja yang mengalami suatu reaksi hidrolisis, sedangkan yang lainnya tidak mengalami reaksi. Komponen penyusun garam yang mengalami suatu reaksi hidrolisi parsial ini adalah  asam lemah serta basa kuat ataupun sebaliknya.
  • Hidrolisis Total
    Hidrolisis total merupakan  suatu reaksi penguraian seluruh garam yang di lakukan noleh air,  dimana komponen garam  tersebut terdiri atas asam lemah dan juga  basa lemah.

Berdasarkan jenis ion-ion yang dihasilkan ketika garam terlarut dalam air, proses hidrolisis bisa dibedakan menjadi beberapa macam berikut ini.

Hidrolisis Anion

Apabila garam yang terdiri dari suatu komponen molekul asam lemah dan juga basa kuat yang direaksikan dengan molekul air, maka garam – garam tersebut hanya akan terhidrolisis sebagian atau parsial didalam air dan akan menghasilkan ion yang bersifat basa ( OH- ). Dengan kata lain, dapat dikatakan , yang terhidrolisis yaitu sedangkan anion dari asam lemah sedangkan kation dari basa kuat dan  tidak terhidrolisis.

Contoh  :

Hid 1

Baca Juga  √ Pengertian Frekuensi Secara Umum & Menurut Para Ahli Serta Jenis - Kelipatan Satuan - Alat Pengukur - Cara Menghitung - Contoh

Contoh  diatas, menerangkan bahwa CH3COO– yang bertindak sebagai anion asam lemah yang terhidrolisis dan  membentuk OH– pada saat  direaksikan dengan molekul air ( H2O ) sedangakan untuk  Na+ yang bertindak sebagai kation dari basa kuat dan tidak terhidrolisis pada saat direkasikan dengan molekul air. Kesimpulannya adalah garam dengan komponen dari pembentuk asam lemah dan basa kuat, apabila di reaksikan dengan molekul air maka akan terhidrolisis sebagian dan akan  menghasilkan ion yang bersifat basa.

Hidrolisis Kation

Aerupa dengan halnya  suatu reaksi hidrolisis yang terjadi antara garam dengan komponen molekul asam lemah serta  basa kuat yang di reaksikan dengan molekul air, apabila garam dengan komponen penyusun asam kuat serta basa lemah yang di larutkan ke dalam molekul air juga, maka  akan mengalami suatu hidrolisis parsial yang akan  menghasilkan ion yang bersifat asam ( H+ ). Hal tersebut terjadi karena hanya kation dari basa lemah terhidrolisis, sedangkan pada  anion dari asam kuat tidak mengalami suatu proses hidrolisis.

Contohnya :

Hid 2

Berdasarkan pada contoh diatas, dapat  di simpulkan bahwa NH4+ yang bertindak sebagai basa lemah telah terhidrolisis dan  menghasilkan ion yang bersifat asam, yaitu H+. Sedangkan pada  Cl- yang sebagai anion asam kuat tidak terhidrolisis.

Kation dan Anion Terhidrolisis

Japabila garam dengan komponen asam lemah dan basa lemah yang di reaksikan dengan molekul air maka akan mengalami hidrolisis secara total. Hal tersebut dapat  terjadi karenakan kation dari basa lemah maupun anion dari asam lemah bisa telah terhidrolisis secara sempurna. Reaksi hidrolisis tersebut akan menghasilkan ion H+ atau OH-.

Contoh :

Hid 3

Dari contoh diatas, menerangkan bahwa kedua komponen penyusun yaitu garam CH3COO– ( Anion dari asam lemah ) serta  NH4+ ( Kation dari basa lemah ) dapat  terhidrolsis secara sempurna yang masing – masing berurutan akan menghasilkan ion yang sifatnya basa ( OH– ) serta ion yang bersifat asam ( H+ ).

Baca Juga  Fungsi Lidah : Pengertian, Bagian-Bagian Beserta Gambarnya

Penting untuk di ketahui, bahwa garam dengan komponen asam kuat dan basa kuat yang direaksikan dengan molekul air tidak akan mengalami suatu proses  hidrolisis, dalam arti lain reaksi tersebut  mempunyai sifat netral. Peristiwa tersebut dapat  terjadi pada saat  garam yang mengandung ion logam alkali atau ion logam alkali tanah ( Kecuali Be2+ ) serta  basa konjugat pada suatu asam kuat  seperti, Cl – , Br – , dan NO3 – ) yang di reaksikan dengan molekul air maka  akan menghasilkan larutan yang bersifat netral.

Demikianlah pembahasan mengenai Hidrolisis : Pengertian, Manfaat, Macam, Beserta Contohnya semoga materi yang diberikan dapat bermanfaat dan juga berguna dalam menambah wawasan serta ilmu pengetahuan untuk kalian semua , terimakasih. 🙂 🙂 🙂