Destilasi: Pengertian, Sejarah, Penggunaan, Prinsip Kerja, Tujuan, Jenis Dan Contohnya

Posted on

Destilasi – Sebagai catatan, sebenarnya bentuk kata baku dari destilasi itu adalah distilasi ya. Namun, berhubung kata destilasi sering digunakan, artikel ini seterusnya akan menggunakan istilah destilasi.

Oke, sekarang kita cari tahu soal pengertian destilasi ini ya. Menurut KBBI, destilasi adalah proses memanaskan benda cair atau padat hingga berubah menjadi uap yang disalurkan ke dalam bejana yang terpisah, kemudian dikondensasikan dengan pendingin.

Jadi, simpelnya, fungsi destilasi itu untuk pemisahan campuran zat cair. Prinsip kerja destilasi ini berhubungan dengan perbedaan titik didih.

Pada kesempatan kali ini admin akan menjelaskan mengenai destilasi yang meliputi pengertian , prinsip kerja , tujuan , jenis dan juga contohnya, yang akan dibahas dengan lengkap dan jelas.

Destilasi  atau yang  disebut dengan distilasi ( penyulingan) merupakan sebuah metode yang digunakan untuk  memisahkan bahan kimia menurut perbedaan kecepatan ataupun kemudahan dalam menguap maupun volatilitas bahan.

Pada proses penyulingan ini, zat bercampur kemudian  akan di didihkan supaya menguap dan uap tersebut berikutnya akan di didihkan kembali ke bentuk cairan. Sedangkan zat yang memiliki titik didih lebih sedikit juga akan menguap dengan terlebih dahulu.

Apa itu Destilasi?

Destilasi dalam kata lain bisa disebut sebagai Distillation dan dalam bahasa Indonesia sering kita dengar sebagai Penyulingan atau dapat disebutkan dengan distilasi. Destilasi adalah metode yang sering digunakan untuk memisahkan campuran senyawa dalam cairan berdasarkan perbedaan kecepatan dan relativitas volatilitas (kemudahan menguap) sehingga mengubah fase campuran senyawa cairan tersebut. Dalam operasi kimia, proses penyulingan ini dapat dikategorikan sebagai jenis perpindahan massa.

Dalam Distilasi untuk memisahkan campuran senyawa bahan kimia yang ada dalam sebuah cairan, cairan tersebut harus dipanaskan untuk memaksa komponen yang memiliki titik didih berbeda, berubah (menguap) ke dalam fase gas. Gas tersebut kemudian dikondensasikan kembali menjadi bentuk cair dan dikumpulkan. Mengulangi proses pada cairan yang dikumpulkan untuk meningkatkan kemurnian produk disebut destilasi ganda. Meskipun istilah ini paling sering digunakan untuk cairan, proses sebaliknya dapat digunakan untuk memisahkan gas dengan mencairkan komponen menggunakan perubahan suhu dan/atau tekanan.

Baca Juga :  Hukum Boyle : Pengertian Hukum Boyle, Rumus, Penerapan Dan Contoh Soal

Sejarah Destilasi

Bukti teknik pemisahan yang dilakukan paling awal diketahui berasal dari alat penyulingan terakota yang berasal dari 3000 SM di lembah Indus Pakistan. Awalnya, Distilasi digunakan oleh orang Babilonia di Mesopotamia untuk membuat parfum. Beberapa ribu tahun kemudian, Destilasi ditemukan dan dikembangkan lagi oleh kimiawan Yunani Kuno di sekitar abad pertama Masehi. Berkembangnya Destilasi pada zaman Yunani Kuno ini dipicu oleh tingginya permintaan spiritus.

Beratus-ratus tahun kemudian, Destilasi modern mulai dikembangkan oleh Ilmuwan-ilmuwan Islam yang hidup pada masa kekhalifahan Abbasiah. Salah satu pengembangannya yang terkenal adalah uraian distilasi oleh Al-Kindi. Pada abad ke-9 di masa kekhalifahan Abbasiah ini fokus para ilmuwan Islam terletak dalam mempelajari bagaimana memisahkan alkohol menjadi senyawa yang relatif murni.

Selain memisahkan alkohol, penguapan anggur yang dapat terbakar juga dalam konsentrasi penelitian mereka. Uraian teknik penguraian ini dikemukakan oleh kimiawan Arab Al-Kindi, kemudian dibawa dan dilestarikan dalam industri minuman beralkohol yang berkembang umum di Italia dan Cina mulai abad ke-12.

Penggunaan Destilasi

Saat ini proses penguraian modern telah banyak digunakan dalam produk komersial.

Destilasi Minyak Bumi

Dalam kegunaannya, destilasi merupakan salah satu proses dan metode terpenting yang digunakan dalam pemisahan dan pembentukan senyawa dalam minyak bumi menjadi bagian-bagian atau produk-produk untuk penggunaan khusus seperti bahan bakar transportasi, pembangkit listrik, pemanas, dll.

Minyak bumi yang ditambang dari perut bumi tidak serta merta langsung dijual dan dipakai oleh konsumen. Minyak Bumi yang telah diambil haruslah diproses dan dikelola terlebih dahulu menggunakan teknik destilasi atau penyulingan minyak bumi.

Destilasi Ragam Cairan Lain

Selain minyak bumi, produk komersial lainnya dari cairan yang berhasil tersuling dengan baik adalah gasolin, distilled water, xylene, alcohol, paraffin, kerosene dan masih banyak lagi.

Destilasi Gas

Tidak hanya dikembangkan untuk menyuling cairan, proses penyaringan juga dapat diterapkan dalam benda gas. Salah satu contohnya adalah destilasi oksigen untuk kebutuhan medis dan helium atau nitrogen untuk mengisi udara pada balon ataupun ban kendaraan roda empat.

Prinsip Kerja Destilasi

Prinsip kerja destilasi yaitu ” jika  suatu zat pada larutan tidak sama- sama menguap, berarti uap larutan akan memiliki  komponen yang beda dengan larutan yang aslinya”. Apabila  salah satu dari zat menguap, berarti pemisahannya akan terjadi secara sempurna. Namun apabila  kedua zat tersebut menguap, maka  proses pemisahannya hanya terjadi secara sebagian namun destilat ataupun produk akan memipunyai kaya daripada  komponen dibandingkan larutan yang  aslinya.

Baca Juga :  Hukum Archimedes : Pengertian, Bunyi, Rumus, Penerapan Dan Contohnya

Tujuan Destilasi

Tujuan destilasi adalah  untuk memurnikan bentuk cair di titik didihnya dan  memisahkan cairan terhadap zat padatnya. Uap tersebut kemudian akan dikeluarkan terhadap campurannya sebagai uap bebas. Adapun konsentrat yang jatuh juga sebagai destilat dan bagian cair yang tidak menguap merupakan residu. Jika  yang diinginkan dibagian campuran yang tidak ter-uapkan, berarti proses tersebut disebut menjadi pengentalan dengan evaporasi.

Macam – Macam Destilasi

Destilasi juga mempunyai macam-macam jenis destilasi, yaitu sebagai berikut .

Destilasi Sederhana

Destilasi biasa ataupun destilasi sederhana. Jenis destilasi sederhana umumnya dengan cara menaikkan suhu, sehingga tekanan uapnya berada diluar cairan ataupun tekanan atmosfer ataupun titik didih normal.

Dalam destilasi biasa ini, dasar pemisahannya adalah perbedaan titik didihnya yang jauh ataupun salah satu dari komponennya yang  bersifat volatil. Apabila  campuran dipanaskan, maka komponen yang memiliki titik didih yang lebih rendah juga akan menguap lebih dulu. Disamping perbedaan titik didih tersebut, ada juga perbedaan kevolatilan yaitu kecenderungan suatu substansi menjadi gas. Proses destilasi ini bisa dilakukan terhadap tekanan atmosfer. Proses distilasi tersebut juga digunakan untuk  memisahkan antara campuran air dengan alkohol.

Dibawah ini merupakan susunan rangkaian peralatan destilasi biasa:

Keterangan:

  • Tempat air
  • Ada labu distilasi
  • Ada sambungan
  • Alat Termometer
  • Kondensor
  • Adanya aliran yang masuk berupa air dingin
  • Aliran keluar berupa air dingin
  • Labu distilat
  • Ada lubang udara
  • Wadah keluarnya distilat
  • Penangas
  • Ada air penangas
  • Adanya larutan zat
  • Tempat labu distilat

Destilasi Bertingkat

Berikutnya adalah fungsi destilasi fraksionasi ataupun destilasi bertingkat atau destilasi berfraksi. Jenis destilasi ini nantinya akan memisahkan komponen cair, dengan  sebanyak dua ataupun lebih dari larutannya menurut perbedaan titik didihnya. Proses destilasi ini juga dapat dipakai sebagai campuran dengan beda titik didih yang kurang dari 20°C dan bekerja di tekanan atmosfer ataupun dengan tekanan rendah. Teknis destilasi tersebut bisa di aplikasikan pada industri minyak mentah yaitu untuk memisahkan antara komponen yang berada pada minyak mentah.

Beda antara destilasi fraksionasi dengan destilasi biasa adalah  ada kolom fraksionasi. Di kolom tersebut akan terjadi pemanasan yang secara bertahap pada suhu yang beda juga pada setiap platnya. Proses pemanasan yang beda bertujuan untuk memurnikan distilat lebih dari plat yang berada dibawahnya.

Destilasi Uap

Proses destilasi ini dipakai  terhadap campuran senyawa dan titik didih 200°C hingga lebih. Jenis destilasi ini akan menguapkan senyawa pada suhu yang mendekati 100°C pada tekanan atmosfer yang disertai uap ataupun air yang mendidih.

Baca Juga :  Gerhana : Pengertian Gerhana Bulan Dan Matahari, Jenis Beserta Prosesnya

Sifat fundamental pada jenis destilasi ini yaitu dapat mendestilasi campuran senyawa yang berada dibawah titik didih setiap senyawa campuran. Selain itu, distilasi itu juga bisa  digunakan sebagai campuran yang tidak terlarut kedalam air pada seluruh temperatur, namun bisa di destilasi dengan air.

Jenis destilasi ini biasanya pengaplikasiannya adalah  untuk mengekstrak sejumlah produk alami. Contohnya adalah minyak sitrus yang berasal dari jeruk ataupun lemon, selanjutnya minyak ecalyptus yang berasal dari ecaluyptus dan  minyak parfum yang berasal dari tumbuhan.

selanjutnya  campuran akan dipanaskan oleh uap air yang sudah dialirkan pada campuran dan juga kemungkinan besarnya akan ditambah dengan pemanasan. Sehingga uap campuran akan naik menuju kondensor sehingga masuk pada labu distilat.

Destilasi Vakum

Berikutnya ada destilasi vakum yang pada umumnya digunakan apabila senyawa yang mau di distilasi tidak stabil terhadap pengertian bisa  terdekomposisi sebelum ataupun mendekati titik didihnya maupun campuran bertitik didih hingga  melebihi 150°C. Jenis destilasi ini digunakan tidak bisa digunakan oleh pelarut pada titik didih yang lebih rendah apabila kondensornya menggunakan  air dingin dikarenakan komponen yang menguap tidak bisa dikondensasi air. Cara mengurangi tekanan tersebut digunakan oleh pompa vakum ataupun aspirator yang berfungsi sebagai penurun tekanan dalam sistem distilasi diatas.

Destilasi Azetrop

Yang terakhir terdapat destilasi azetrop yang menguapkan berbentuk zat cair tanpa adanya  perubahan pada komposisinya.

Kesimpulan

  • Secara lebih sederhana, destilasi dapat dipahami sebagai proses mengubah benda cair menuju benda gas, lalu mengubahnya lagi dalam benda cair untuk mengubah senyawa kimia yang ada pada benda cair fase pertama. Destilasi digunakan untuk mendapatkan kualitas cairan tertentu yang tidak terbentuk dalam proses alami cairan tersebut. Sehingga cairan tersebut harus didekomposisi dan dikondensasi untuk menghasilkan cairan yang sesuai dengan kebutuhan manusia.
  • Setiap ragam benda cair atau gas memiliki spesifikasi tertentu untuk dapat diuraikan. Tidak semua benda cair dan gas bisa disuling secara langsung.
  • Untuk men-destilasi sebuah kita harus memahami terlebih dahulu karakteristik cairan atau gas tersebut. Jika tidak, maka proses distilasi akan gagal dan bisa mengakibatkan kecelakaan pada kasus tertentu. Sebuah aktivitas yang turun-temurun dari nenek moyang manusia, tetap berkembang dan mampu memberikan kemudahan bagi manusia saat ini.

Itulah penjelasan mengenai Destilasi semoga mudah dipahami dan dapat bermanfaat untuk anda semua , terimakasih.