√ Pengertian Letak Geografis dan Letak Astronomis , Contoh dan Pengaruhnya

Posted on

√ Pengertian Letak Geografis dan Letak Astronomis , Contoh dan Pengaruhnya

Letak Geografis dan Astronomis – Pada pembahasan kali ini , kami akan memberikan sebuah materi yang berkaitan dengan Letak Geografis , dimana pembahasan kali ini akan meliputi Pengertian Letak Geografis dan Letak Astronomis di sertai dengan contoh dan juga pengaruhnya. Agar kalian lebih memahami serta mengerti mengenai materi pembahasan kali ini, langsung saja mari kita mulai membahas mengenai Pengertian Letak Geografis dan Letak Astronomis pada suatu wilayah.

Pengertian Letak Geografis

Letak Geografis adalah posisi atau keberadaan suatu wilayah yang berdasarkan pada letak serta bentuknya di permukaan bumi. Biasanya letak geografis di batasi dengan adanya fitur geografi yang terdapat di bumi dan nama daerah yang secara langsung bersebelahan dengan daerah tersebut. Fitur bumi yang di maksudkan disini adalah seperti, Benua, laut, gunung , samudera, gurun dan lain sebagainya.

Robert Kaplan, yang merupakan seorang analist geopolitik yang berasal dari Amerika Serikat menyebutkan bahwa letak geografis suatu wilayah atau Negara secara luas akan menjadi sebuah determinan yang mempengaruhi berbagai peristiwa  yang telah terjadi sebelumnya. Disini sangat jelas bahwa yang di maksudkan adalah letak geografis sangat menentukan masa depan dari suatu Negara dalam melakukan hubungan internasional.

Pengertian Letak Astronomis

Letak Astronomis adalah letak dari suatu wilayah yang dilihat dari posisi garis bujur dan garis lintang. Garis bujur merupakan sebuah garis khayal/imajiner yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan secara Vertikal. Garis bujur membagi bumi menjadi 2 bagian besar yaitu belahan bumi bagian Barat yang disebut dengan Bujur Barat dan belahan bumi bagian Timur atau yang biasa disebut dengan Bujur Timur.

Baca Juga :  Unsur – Unsur Cuaca Dan Iklim Di Indonesia

Konferensi Meredian Internasional yang di selenggarakan pada tahun 1884 , menetapkan posisi nol derajat yang menjadi garis dasar pembagi Bujur Barat dan Bujur Timur jatuh pada Kota Greenwich , Inggris. Titik nol derajat yang berada di Kota Greenwich tersebutlah yang disebut dengan garis meridian utama universal ( Titik nol bujur ) atau yang biasa disebut dengan istilah garis meridian. Selanjutnya, garis meridian atau nol derajat bujur ini ditetapkan sebagai titik awal perhitungan waktu internasional yang biasa di kenal dengan istilah Greenwich Mean Time ( GMT ).

Berbeda dengan garis bujur , Garis lintang justru membagi bumi menjadi 2 bagian yang sama besar secara horizontal, yaitu bagian utara dan bagian selatan. Terdapat beberapa garis lintang yang istimewa di bumi , seperti garis lintang 231/2  derajat , 90 derajat , 661/2 derajat, dan juga garis lintang 0 derajat. Garis lintang 231/2 derajat biasa di sebut dengan garis balik, garis lintang 90 derajat disebut dengan titik kutub, garis lintang 661/2 derajat disebut dengan garis lingkaran kutub. Sedangkan garis lintang 0 derajat disebut sebagai garis equator atau garis khatulistiwa. Selain sebagai penentu sebuah letak astronomi suatu daerah, garis lintang juga sering digunakan untuk menandai perbedaan zona iklim di muka bumi.

 

Contoh Penerapan

Contoh Penerapan istilah maupun arti dari letak geografis dan letak astronomis misalnya pada Negara Indonesia. Berdasarkan penjelasan yang tertera di atas maka ditetapkan bahwa letak geografis Indonesia adalah sebagai berikut :

  • Indonesia terletak di antara 2 benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia. Benua Asia berada di sebelah Utara Indonesia dan Benua Australia terdapat di sebelah Selatan Indonesia.
  • Indonesia terletak di antara 2 samudera, yakni Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Samudera Pasifik berada di sebelah Timur Indonesia dan Samudra Hindia berada di sebelah Barat Indonesia.
Baca Juga :  √  Delta : Pengertian , Menurut Para Ahli, Morfologi dan Jenisnya

Sedangkan untuk Letak Astronomis , maka di tetapkan bahwa letak astronomis Indonesia adalah sebagai berikut :

  • Indonesia terletak pada 6 derajat Lintang Utara – 11 derajat Lintang Selatan ( 6o LU – 11o LS )
  • Indonesia terletak pada 95 derajat Bujur Timur – 141 derajat Bujur Timur ( 95o BT – 141o BT )

Dengan letak astronomis tersebut , apabila di tinjau dari garis lintang maka Indonesia termasuk ke dalam wilayah yang beriklim tropis. Wilayah tropis dibatasi dengan Lintang 23,5o LU dan 23,5o LS . Sedangkat apabila dilihat dari garis bujur, maka Indonesia terbagi menjadi 3 daerah waktu , yaitu Waktu Indonesia Bagian Barat ( WIB ) , Waktu Indonesia Bagian Timur ( WIT ) dan Waktu Indonesia Bagian Tengah ( WITA ).

Perlu dipahami disini bahwa sebagai bentuk penjabaran yang lebih implisist dari letak georafis dan letak astronomis dari suatu wilayah atau Negara maka masing-masing wilayah atau Negara tersebut akan membuat batas-batas wilayahnya yang di tuangkan di dalam undang-undang. Sebagai contoh , Indonesia mempunyai UU Nomor 43 Tahun 2008 mengenai Wilayah Negara.  Isi yang terdapat dalam undang – undang tersebut meliputi batas wilayah Negara Indonesia baik  di darat, laut dan juga udara.

Demikianlah penjelasan mengenai √ Pengertian Letak Geografis dan Letak Astronomis , Contoh dan Pengaruhnya semoga bermanfaat sekian dan terimakasih banyak untuk kunjungannya.