470 Contoh Kata Serapan: Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis Dan Unsurnya

Posted on

Contoh Kata Serapan – Kata Serapan ialah kata yang berasal dari kata Asing yang diserap menjadi kata Indonesia dengan atau tanpa mengubah gaya penulisan dan cara bacanya yang kemudian ejaan, ucapan dan tulisannya disesuaikan dengan penuturan masyarakat Indonesia untuk memperkaya kosa kata.

Mungkin dari kalian pernah mendengar atau mengenal Kata Serapan? Nah kali ini kami akan mengulasnya mengenai apa itu Kata Serapan? Untuk mengetahui ulasan selengkapnya simak pemaparan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Kata Serapan

Kata serapan atau serapan kata adalah kata yang berasal dari bahasa asing dan kemudian diadopsi ke dalam bahasa yang lain. Proses serapan terjadi ketika suatu bahasa meminjam kata atau ungkapan dari bahasa lain untuk mengekspresikan konsep atau objek yang mungkin belum memiliki padanan kata dalam bahasa aslinya. Penggunaan kata serapan dapat terjadi karena adanya pengaruh budaya, perdagangan, teknologi, atau bidang lain yang membawa masuk istilah-istilah baru.

Pengertian Kata Serapan Menurut Para Ahli

Beberapa ahli linguistik telah memberikan pengertian tentang kata serapan. Berikut adalah beberapa definisi kata serapan menurut para ahli:

  • Zuchri, Sofyan. (2017):
    “Kata serapan adalah kata yang diambil dari bahasa asing yang kemudian diadopsi oleh suatu bahasa.”
  • Chomsky, Noam. (1965):
    “Kata serapan adalah istilah untuk kata atau ungkapan yang berasal dari satu bahasa dan dimasukkan ke dalam kosa kata bahasa lain.”
  • Chafe, Wallace. (1968):
    “Kata serapan adalah kata atau kelompok kata yang dipinjam dari satu bahasa dan dimasukkan ke dalam sistem bahasa lain.”
  • Peter S. Hage. (1977):
    “Kata serapan adalah kata atau frasa yang berasal dari suatu bahasa dan diterima ke dalam kosa kata suatu bahasa yang lain tanpa mengalami perubahan bentuk secara besar-besaran.”
  • Wardaugh, Ronald. (2002):
    “Kata serapan adalah kata yang berasal dari satu bahasa dan diadopsi oleh bahasa yang lain, dan seringkali mengalami penyesuaian fonologis atau morfologis.”
  • Samsuri. (2013):
    “Kata serapan adalah kata yang diambil dari bahasa asing dan diintegrasikan ke dalam bahasa penerima tanpa mengalami perubahan secara signifikan baik bentuk maupun maknanya.”

Pengertian kata serapan menurut para ahli tersebut menggambarkan bahwa kata serapan merupakan istilah untuk kata atau ungkapan yang diambil dari bahasa asing dan kemudian diadopsi oleh bahasa lain. Proses ini dapat melibatkan penyesuaian fonologis, morfologis, atau perubahan makna tertentu agar sesuai dengan sistem bahasa penerima.

Fungsi Kata Serapan

Penggunaan kata serapan dalam sebuah bahasa memiliki berbagai fungsi yang dapat memberikan nilai tambah dan memperkaya kosakata. Berikut adalah beberapa fungsi kata serapan:

  • Pemenuhan Kekurangan Kata:
    Kata serapan digunakan untuk memenuhi kekurangan padanan kata dalam bahasa asli untuk konsep atau objek baru yang belum memiliki istilah sendiri.
  • Peningkatan Keragaman Kosakata:
    Kata serapan dapat memberikan variasi dan keragaman dalam kosakata suatu bahasa, sehingga memperkaya ekspresi dan memungkinkan pembicara atau penulis untuk menyampaikan gagasan dengan lebih kreatif.
  • Pengenalan Konsep Baru:
    Melalui kata serapan, sebuah bahasa dapat mengadopsi istilah-istilah baru yang mencerminkan perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, atau budaya dari bahasa lain.
  • Refleksi Perkembangan Budaya dan Sosial:
    Penggunaan kata serapan mencerminkan interaksi antarbudaya dan perubahan dalam masyarakat. Hal ini dapat terlihat dari kata-kata yang diadopsi dari bahasa asing yang mencerminkan tren, kebiasaan, atau nilai-nilai baru.
  • Peningkatan Ekspresi dan Gaya Bahasa:
    Kata serapan dapat memberikan variasi dan kemewahan dalam pemilihan kata, sehingga membantu dalam menyampaikan makna dengan lebih nuansa atau gaya bahasa tertentu.
  • Pengenalan Barang atau Konsep Asing:
    Dengan mengadopsi kata serapan, sebuah bahasa dapat lebih mudah menyebutkan atau merujuk pada barang atau konsep asing tanpa harus membuat padanan kata baru.
  • Fleksibilitas dan Adaptasi:
    Bahasa yang mampu menerima kata serapan dengan mudah memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi dalam beradaptasi dengan perkembangan dunia modern, teknologi, dan globalisasi.
  • Komunikasi Internasional:
    Penggunaan kata serapan dapat mempermudah komunikasi antarbahasa, terutama dalam konteks internasional, di mana istilah-istilah teknis, ilmiah, atau bisnis seringkali diambil dari bahasa asing.

Namun, perlu diingat bahwa penggunaan kata serapan juga dapat menimbulkan beberapa tantangan, seperti pengucapan yang mungkin berbeda atau perubahan makna dari bahasa aslinya. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan kata serapan dengan konteks yang sesuai agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Ciri-Ciri Kata Serapan

Kata serapan memiliki beberapa ciri-ciri khusus yang membedakannya dari kata-kata asli atau bawaan dalam suatu bahasa. Berikut adalah beberapa ciri-ciri kata serapan:

  • Asal dari Bahasa Asing:
    Kata serapan berasal dari bahasa asing, dan seringkali kata ini diambil tanpa mengalami perubahan bentuk atau makna yang signifikan.
  • Penggunaan Tanpa Perubahan:
    Kata serapan digunakan dalam bahasa penerima tanpa mengalami perubahan bentuk dasar, baik dalam pelafalan maupun penulisan. Misalnya, “komputer” (dari bahasa Inggris “computer”) atau “restoran” (dari bahasa Prancis “restaurant”).
  • Tidak Memiliki Padanan dalam Bahasa Asli:
    Kata serapan umumnya digunakan untuk menggambarkan konsep atau objek yang tidak memiliki padanan atau istilah khusus dalam bahasa asli. Penggunaan kata ini muncul karena kebutuhan untuk menyatakan sesuatu yang baru atau asing.
  • Penggunaan di Bidang Khusus:
    Sebagian besar kata serapan digunakan dalam konteks atau bidang khusus seperti ilmu pengetahuan, teknologi, seni, mode, atau mungkin dalam dunia bisnis dan politik.
  • Penggunaan yang Luas:
    Meskipun kata serapan awalnya mungkin diadopsi untuk keperluan tertentu, beberapa kata serapan dapat menjadi umum dan digunakan dalam berbagai konteks seiring waktu.
  • Beradaptasi dengan Tatabahasa dan Fonologi Bahasa Penerima:
    Kata serapan akan mengikuti aturan tatabahasa dan fonologi dari bahasa penerima. Meskipun berasal dari bahasa asing, kata-kata ini akan disesuaikan dengan struktur dan aturan bunyi bahasa penerima.
  • Bergantung pada Pembicaraan dan Penulisan:
    Penggunaan kata serapan tidak hanya terbatas pada percakapan sehari-hari, tetapi juga dapat muncul dalam tulisan formal, media massa, dan publikasi ilmiah.
  • Kemungkinan Perubahan Makna:
    Beberapa kata serapan dapat mengalami perubahan makna atau konotasi dari bahasa aslinya. Perubahan ini dapat terjadi secara alami seiring waktu dan penggunaan yang luas.
  • Terus Berkembang:
    Bahasa adalah entitas yang dinamis, dan penggunaan kata serapan dapat terus berkembang seiring dengan perkembangan budaya, teknologi, dan interaksi antarnegara.
  • Penggunaan dalam Kehidupan Sehari-hari:
    Kata serapan dapat ditemui dalam penggunaan sehari-hari oleh masyarakat, dan mungkin menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kosakata sehari-hari bahasa penerima.

Penting untuk memahami ciri-ciri ini agar dapat mengenali dan menggunakan kata serapan dengan tepat dalam konteks bahasa penerima.

Jenis-jenis Kata Serapan

Berikut adalah jeis-jenis kata serapan bahasa asing kedalam bahasa Indonesia antara lain yaitu:

Adopsi

Adopsi merupakan Proses terserapnya bahasa asing karena pemakai bahasa tersebut mengambil kata bahasa asing yang memiliki makna sama secara keseluruhan tanpa mengubah lafal atau ejaan dengan bahasa Indonesia. Tanpa merubah cara penulisan dan pengucapannya atau dengan kata lain kata yang diambil sama persis dengan bentuk aslinya.

Contohnya:

  • Supermarket
  • Snack
  • Burger
  • Mall
  • Formal (jugadari kata formal),
  • Editor (dari kata yang samayaitu editor)

Adaptasi

Adaptasi merupakan Proses diserapnya bahasa asing akibat pemakai bahasa mengambil kata bahasa asing, tetapi ejaan atau cara penulisannya berbeda dan disesuaikan dengan aturan bahasa Indonesia.

Contohnya:

  • Option = Opsi
  • Dimensi (dimension)
  • Maximal = maksimal
  • Communication= Komunikasi
  • Guitar= Gitar
  • Position= Posisi
  • Horor (horror)
  • Edukasi (education)

Pungutan

Pungutan merupakan suatu proses masuknya bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia terjadi akibat pemakai bahasa mengambil konsep dasar yang ada dalam bahasa sumbernya, kemudian dicarikan padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Cara ini dapat disebut juga dengan konsep terjemahan dimana kata serapan dihasilkan dengan cara menerjemahkan kata / istilah tersebut tanpa mengubah makna kata tersebut.

Contohnya:

  • Spare part = Suku cadang
  • Problem= Masalah/ kendala
  • Try out = Uji coba
  • Overlap = Tumpang tindih
  • Shuttle ship = Pesawat ulang-alik

Unsur-Unsur Kata Serapan

Unsur kata serapan dapat dibagi menjadi beberapa bagian yang membentuk struktur kata tersebut. Berikut adalah unsur-unsur kata serapan:

  • Morfem Dasar:
    Morfem dasar dalam kata serapan merupakan bagian terpenting yang menyampaikan makna inti dari kata tersebut. Misalnya, dalam kata “komputer,” morfem dasarnya adalah “komput.”
  • Afix (Imbuhan):
    Afix atau imbuhan dapat ditambahkan pada morfem dasar untuk membentuk kata serapan. Afix ini dapat berupa awalan (prefiks) atau akhiran (sufiks). Contoh awalan dalam kata “komputer” adalah “kom-” dan akhiran dalam kata “piano” adalah “-o.”
  • Gabungan Kata:
    Beberapa kata serapan terbentuk melalui penggabungan dua atau lebih kata dari bahasa asal. Contohnya, kata “handuk” terbentuk dari penggabungan kata “hand” (tangan) dan “doek” (kain) dalam bahasa Belanda.
  • Perubahan Fonologis:
    Beberapa kata serapan mengalami perubahan bunyi atau penyesuaian fonologis agar sesuai dengan aturan bunyi dalam bahasa penerima. Contohnya, kata “hotel” diucapkan seperti “ho-tel” dengan vokal yang berbeda dari kata aslinya dalam bahasa Prancis.
  • Perubahan Makna:
    Seiring waktu, beberapa kata serapan dapat mengalami perubahan makna dari bahasa aslinya. Misalnya, kata “mobil” di Indonesia memiliki makna lebih umum daripada kata “mobil” dalam bahasa Prancis yang merujuk khusus pada kendaraan bermotor.
  • Infleksi:
    Infleksi adalah perubahan bentuk kata untuk menunjukkan perbedaan gramatikal seperti bentuk jamak, derajat perbandingan, atau bentuk lainnya. Dalam kata serapan, infleksi ini dapat mengikuti aturan morfologi bahasa penerima.
  • Penyesuaian Tata Bahasa:
    Kata serapan juga harus sesuai dengan tata bahasa atau struktur kalimat dalam bahasa penerima. Misalnya, kata serapan dalam bahasa Indonesia harus mengikuti aturan pembentukan kalimat dan tata bahasa Indonesia.
  • Asimilasi:
    Asimilasi adalah proses di mana bunyi dari kata serapan disesuaikan dengan bunyi bahasa penerima. Hal ini dapat terjadi untuk menjaga keterbacaan dan penyebutan yang tepat. Contohnya, kata “teknologi” dalam bahasa Indonesia mengalami asimilasi pada konsonan “k” yang diucapkan menjadi “teknologi” daripada “tek-nologi.”
  • Kesesuaian Makna Kontekstual:
    Kata serapan harus digunakan sesuai dengan makna dan konteks dalam bahasa penerima. Pemahaman konteks sangat penting agar penggunaan kata serapan tidak menimbulkan kebingungan atau kesalahan interpretasi.
Baca Juga :  Teks Cerita Sejarah

Pemahaman unsur-unsur ini membantu dalam memahami struktur dan penggunaan kata serapan dalam bahasa tertentu.

Contoh Kata Serapan Dalam Ragam Bahasa

Berikut adalah beragam kata serapan dalam bahasa asing antara lain sebagai berikut:

Bahasa Indonesia

Berikut adalah contoh kata serapan dalam bahasa Indonesia beserta artinya:

  • Komputer: Alat elektronik untuk pengolahan data.
  • Televisi: Media hiburan berupa siaran gambar dan suara.
  • Restoran: Tempat makan yang menyediakan hidangan berbayar.
  • Ponsel: Telepon genggam atau handphone.
  • Hotel: Penginapan atau tempat menginap.
  • Internet: Jaringan global yang menghubungkan komputer.
  • Radio: Alat penyiaran suara secara elektronik.
  • Kamera: Alat untuk mengambil gambar atau foto.
  • Musik: Suara yang diatur sedemikian rupa untuk dinikmati.
  • Teater: Tempat pertunjukan panggung.
  • Plaza: Lapangan atau tempat umum yang dikelilingi bangunan.
  • Manajer: Pimpinan atau pengelola.
  • Kopi: Minuman hasil seduhan biji kopi.
  • Gitar: Alat musik berdawai.
  • Bank: Lembaga keuangan untuk menyimpan dan meminjamkan uang.
  • Film: Karya seni bergerak yang ditayangkan di bioskop atau televisi.
  • Teleskop: Alat optik untuk melihat benda dari jarak jauh.
  • Bioskop: Tempat pemutaran film untuk umum.
  • Universitas: Lembaga pendidikan tinggi.
  • Rektor: Pemimpin tertinggi di sebuah universitas.
  • Tentara: Angkatan bersenjata atau pasukan militer.
  • Dokter: Profesional medis yang memberikan pengobatan.
  • Kartu: Lembaran yang digunakan untuk berbagai keperluan.
  • Plastik: Bahan sintetis yang dapat dibentuk dan tahan lama.
  • Bus: Kendaraan umum untuk mengangkut penumpang.
  • Sirkuit: Tempat perlombaan olahraga motor atau mobil.
  • Disco: Tempat hiburan dengan musik dan tarian.
  • Kamera: Alat untuk mengambil gambar atau video.
  • Studio: Tempat untuk merekam atau membuat karya seni.
  • Proyektor: Alat untuk memproyeksikan gambar atau film.
  • Pertamina: Perusahaan minyak dan gas Indonesia.
  • Manajemen: Pengelolaan atau pengaturan suatu organisasi.
  • Asisten: Orang yang membantu atau memberikan dukungan.
  • Kursus: Program belajar atau pelatihan.
  • Desain: Proses merancang atau menciptakan sesuatu.
  • Bioskop: Tempat pemutaran film untuk umum.
  • Parfum: Cairan wangi yang digunakan sebagai pewangi.
  • Ekspres: Cepat atau dalam waktu singkat.
  • Plaza: Lapangan atau tempat umum yang dikelilingi bangunan.
  • Teater: Tempat pertunjukan panggung.
  • Koktail: Minuman campuran beralkohol.
  • Manajer: Pimpinan atau pengelola.
  • Kafe: Tempat makan atau minum kopi.
  • Kilometer: Satuan jarak yang setara dengan seribu meter.
  • Redaksi: Bagian yang bertanggung jawab atas isi suatu media.
  • Kopi: Minuman hasil seduhan biji kopi.
  • Stadion: Tempat olahraga terbuka dengan tribun penonton.
  • Rektor: Pemimpin tertinggi di sebuah universitas.
  • Tour: Perjalanan wisata atau kunjungan.
  • Dokter: Profesional medis yang memberikan pengobatan.

Bahasa Sansekerta

Bahasa Sansekerta memiliki banyak pengaruh terhadap berbagai bahasa di dunia, termasuk dalam membentuk kata serapan. Berikut adalah 20 contoh kata serapan bahasa Sansekerta:

  • Asana – (Sanskerta: आसन) – posisi tubuh dalam yoga.
  • Mandala – (Sanskerta: मण्डल) – gambar atau diagram simbolis dalam agama Hindu atau Buddha.
  • Mantra – (Sanskerta: मन्त्र) – suku kata atau kata-kata yang diucapkan berulang-ulang dalam meditasi atau ritual.
  • Dharma – (Sanskerta: धर्म) – ajaran atau prinsip etika dan moral dalam agama Hindu atau Buddha.
  • Karma – (Sanskerta: कर्म) – konsep tindakan dan konsekuensi dalam agama Hindu dan Buddha.
  • Yoga – (Sanskerta: योग) – praktik fisik, mental, dan spiritual yang berasal dari tradisi India kuno.
  • Sutra – (Sanskerta: सूत्र) – teks pendek atau aforisme dalam sastra Sansekerta.
  • Moksha – (Sanskerta: मोक्ष) – pembebasan dari siklus kelahiran-mati dalam agama Hindu.
  • Samsara – (Sanskerta: संसार) – siklus kelahiran-mati atau reinkarnasi dalam agama Hindu dan Buddha.
  • Guru – (Sanskerta: गुरु) – guru atau pendidik yang dihormati.
  • Mudra – (Sanskerta: मुद्रा) – gerakan tangan atau jari dalam tari atau meditasi.
  • Swastika – (Sanskerta: स्वस्तिक) – simbol keberuntungan atau keselamatan dalam kebudayaan Hindu dan Buddha.
  • Agni – (Sanskerta: अग्नि) – dewa api dalam mitologi Hindu.
  • Chakra – (Sanskerta: चक्र) – pusat energi dalam tubuh manusia menurut tradisi yoga.
  • Tantra – (Sanskerta: तन्त्र) – ajaran mistik dan ritual dalam agama Hindu dan Buddha.
  • Vedanta – (Sanskerta: वेदान्त) – filosofi yang berdasarkan pada ajaran-ajaran Veda.
  • Nirvana – (Sanskerta: निर्वाण) – keadaan penuh kesadaran dan kedamaian dalam agama Buddha.
  • Ayurveda – (Sanskerta: आयुर्वेद) – sistem pengobatan tradisional India.
  • Sarira – (Sanskerta: शरीर) – tubuh atau jasad dalam tradisi Buddha.
  • Dhyana – (Sanskerta: ध्यान) – meditasi atau kontemplasi dalam praktik yoga atau Buddha.

Bahasa Inggris

Bahasa inggris merupakan bahasa yang sudah sejak lama ditetapkan sebagai bahasa internasional atau bahasa penghubung berbagai bahasa di dunia agar mempermudah tersampainya komunikasi. Oleh karena itulah bahasa inggris sangat dengan mudah diserap kedalam Bahasa Indonesia. Berikut adalah contoh kata serapan bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia diantaranya yakni:

  • Computer (komputer): Alat penghitung elektronik.
  • Internet (internet): Jaringan global yang menghubungkan komputer-komputer di seluruh dunia.
  • Restaurant (restoran): Tempat makan yang menyajikan makanan dan minuman.
  • Hotel (hotel): Tempat penginapan sementara dengan fasilitas layanan bagi tamu.
  • Radio (radio): Alat penyiaran suara menggunakan gelombang elektromagnetik.
  • Television (televisi): Alat penyiaran gambar bergerak dan suara.
  • Bioskop (bioskop): Tempat pemutaran film untuk umum.
  • Camera (kamera): Alat untuk mengambil gambar atau merekam video.
  • Diskusi (diskusi): Percakapan atau pembicaraan kelompok untuk membahas suatu topik.
  • Manager (manajer): Seseorang yang bertanggung jawab mengelola dan mengatur suatu tim atau organisasi.
  • Event (even): Suatu acara atau kejadian.
  • Meeting (miting): Pertemuan atau rapat.
  • Office (kantor): Tempat bekerja atau berbisnis.
  • Marketing (pemasaran): Kegiatan promosi dan penjualan produk atau jasa.Brand (merek): Nama atau lambang yang merepresentasikan suatu produk atau perusahaan.
  • Campaign (kampanye): Serangkaian kegiatan promosi atau sosialisasi.
  • Training (pelatihan): Proses pembelajaran atau latihan.
  • Performance (performa): Penampilan atau kinerja.
  • Feedback (umpan balik): Tanggapan atau pendapat dari orang lain.
  • Challenge (tantangan): Tantangan atau cobaan.
  • Policy (kebijakan): Kebijakan atau peraturan.
  • Deadline (batas waktu): Waktu akhir atau tenggat waktu.
  • Briefing (brefing): Penjelasan singkat atau instruksi.
  • Shopping (belanja): Kegiatan membeli barang.
  • Weekend (akhir pekan): Hari Sabtu dan Minggu.
  • Holiday (libur): Waktu istirahat atau liburan.
  • Upgrade (upgrade): Pembaruan atau peningkatan.
  • Backup (cadangan): Salinan atau data cadangan.
  • Online (online): Terhubung ke internet.
  • Offline (offline): Tidak terhubung ke internet.
  • Content (konten): Isi atau materi.
  • Crisis (krisis): Keadaan sulit atau darurat.
  • Fashion (fesyen): Tren atau gaya pakaian.
  • Art (seni): Ekspresi kreatif atau karya seni.
  • Action (aksi): Tindakan atau gerakan.
  • Update (pembaruan): Perbaruan atau informasi terbaru.
  • Link (tautan): Alamat web atau jalan masuk.
  • Feedback (umpan balik): Tanggapan atau pendapat dari orang lain.
  • Download (unduh): Mengambil atau mengunduh data dari internet.
  • Upload (unggah): Mengunggah atau memasukkan data ke internet.
  • Check-in (cekin): Mendaftar atau mencatat kedatangan.
  • Check-out (cekout): Mengecek keluar atau meninggalkan suatu tempat.
  • Sharing (berbagi): Berbagi informasi atau pengalaman.
  • Streaming (streaming): Penyiaran atau pemutaran langsung.
  • Upgrade (upgrade): Pembaruan atau peningkatan.
  • Makeup (make up): Kosmetik atau riasan wajah.
  • Wellness (kesejahteraan): Kesehatan dan kebugaran.
  • Trend (tren): Kecenderungan atau gaya yang sedang populer.
  • Challenge (tantangan): Tantangan atau cobaan.
  • Copy (salin): Menyalin atau meniru sesuatu.

Bahasa Belanda

Belanda merupakan bangsa yang menjajah bangsa indonesia selama lebih dari 3,5 abad. Hal ini tentunya sangat mempengaruhi bahasa yang ada di Indonesia untuk menyerap bahasa belanda. Oleh karena itu wajar saja jika bahasa Belanda sangat banyak terdapat di dalam Bahasa Indonesia. Berikut adalah kata serapan bahasa belanda diantaranya yakni:

  • Handdoek (handuk): Kain atau alat untuk mengeringkan tubuh setelah mandi.
  • Kantor (kantoor): Tempat kerja atau tempat bisnis.
  • Rok (rok): Pakaian wanita yang menutupi bagian bawah tubuh.
  • Sabun (zeep): Bahan pembersih padat yang digunakan untuk membersihkan tubuh atau benda.
  • Sepeda (fiets): Alat transportasi dua roda yang digerakkan dengan mengayuh pedal.
  • Gudang (goederen): Tempat penyimpanan barang atau komoditas.
  • Jerami (stro): Batang halus dari tumbuhan seperti padi yang digunakan sebagai bahan bangunan atau alas tidur.
  • Kursi (stoel): Bangku atau alat duduk.
  • Jendela (venster): Pembukaan dalam dinding rumah atau bangunan yang dilengkapi dengan kaca.
  • Katrol (katrol): Alat mekanis dengan roda bergerigi dan tali untuk mengangkat atau menurunkan beban.
  • Meja (tafel): Permukaan datar dengan kaki untuk menempatkan barang atau keperluan lainnya.
  • Koper (koffer): Tas khusus untuk membawa barang selama bepergian.
  • Loker (loker): Tempat penyimpanan pribadi dengan pintu atau kunci.
  • Sirkuit (circuit): Jalur atau lintasan tertutup untuk balapan atau uji coba.
  • Pondok (ponton): Struktur apung yang digunakan sebagai dermaga atau pelabuhan.
  • Gedung (gebouw): Struktur bangunan yang besar dan permanen.
  • Pensiun (pension): Tempat tinggal atau penginapan yang biasanya disewakan untuk wisatawan.
  • Lubang (loof): Tempat berlindung yang dibuat dari ranting atau daun.
  • Om (oom): Paman atau saudara laki-laki dari orang tua.
  • Mesin (machine): Alat mekanis yang digunakan untuk melakukan pekerjaan tertentu.
  • Dapur (keuken): Ruangan untuk memasak atau menyiapkan makanan.
  • Jalan (laan): Jalan atau jalan setapak dengan pepohonan di kedua sisi.
  • Kantin (kantine): Tempat makan atau ruang istirahat di tempat kerja.
  • Lantai (vloer): Permukaan datar dalam sebuah ruangan.
  • Laci (lade): Kotak atau tempat penyimpanan dengan pegangan atau pegangan.
  • Kincir Angin (windmolen): Struktur mesin yang menggunakan energi angin untuk menghasilkan tenaga.
  • Pintu (deur): Panel yang dapat dibuka atau ditutup untuk masuk atau keluar dari suatu ruangan atau bangunan.
  • Kompor (fornuis): Alat memasak dengan tungku dan permukaan panas.
  • Hak (haak): Alat yang digunakan untuk menggantung atau mengaitkan sesuatu.
  • Toko (winkel): Tempat di mana barang-barang dijual kepada konsumen.
  • Rumah (huis): Bangunan atau tempat tinggal.
  • Surat (brief): Pesan tertulis atau korespondensi.
  • Keju (kaas): Produk susu padat yang dihasilkan dari fermentasi susu.
  • Tinta (inkt): Cairan berwarna yang digunakan untuk menulis atau mencetak.
  • Klub (club): Kelompok atau organisasi dengan minat atau tujuan bersama.
  • Pohon (boom): Tanaman tinggi dengan batang dan cabang.
  • Cermin (spiegel): Permukaan yang memantulkan gambar atau cahaya.
  • Rokok (rok): Batang tembakau yang dibungkus kertas dan dapat dihisap.
  • Bar (bar): Tempat untuk membeli dan minum minuman.
  • Lukisan (schilderij): Karya seni visual yang diciptakan dengan cat atau pigmen.
  • Lensa (lens): Alat optik yang digunakan untuk memfokuskan cahaya.
  • Sepatu (schoen): Alas kaki yang terbuat dari kulit, karet, atau bahan lainnya.
  • Pulpen (balpen): Alat tulis yang berisi tinta dan memiliki ujung bola.
  • Resepsionis (receptioniste): Orang yang menyambut tamu dan memberikan informasi di tempat umum.
  • Tas (tas): Kantung yang dibawa dengan tali atau pegangan.
  • Cemburu (jaloers): Perasaan tidak senang karena orang lain memiliki sesuatu yang diinginkan.
  • Kedai Kopi (koffiehuis): Tempat yang menyajikan kopi dan makanan ringan.
  • Bioskop (bioscoop): Tempat pemutaran film untuk umum.
  • Ponsel (mobiele telefoon): Alat komunikasi bergerak yang dapat membawa panggilan suara dan pesan teks.
  • Bank (bank): Institusi keuangan yang menyimpan dan mengelola uang serta memberikan layanan keuangan.
Baca Juga :  30 Contoh Paragraf Klasifikasi: Pengertian, Ciri, Struktur dan Pola Pengembangannya

Bahasa Arab

Bahasa arab merupakan bahasa yang menurut umat islam percayai adalah bahasa yang digunakan untuk beribadah. Islam di Indonesia merupakan agama mayoritas oleh karena itu tak heran jika bahasa arab banyak yang terserap kedalam Bahasa Indonesia. Selain itu, dahulu bangsa arab juga merupakan bangsa pedagang yang suka berlayar dan banyak yang menyandarkan kapal-kapalnya di Indonesia untuk berdagang untuk waktu yang lama. Berikut adalah contoh kata serapan bahasa Arab diantaranya yakni:

  • Salam (سلام): Ucapan salam atau perdamaian.
  • Al-Qur’an (القرآن): Kitab suci umat Islam.
  • Masjid (مسجد): Tempat ibadah umat Islam.
  • Ramadhan (رمضان): Bulan puasa dalam agama Islam.
  • Ibadah (عبادة): Aktivitas ibadah atau peribadatan.
  • Zakat (زكاة): Salah satu pilar Islam, yaitu sumbangan atau infak.
  • Haji (حج): Rangkaian ibadah haji yang dilakukan umat Islam.
  • Ka’bah (الكعبة): Bangunan suci di dalam Masjidil Haram, Mekah.
  • Maulid (المولد): Peringatan kelahiran Nabi Muhammad.
  • Maghrib (المغرب): Waktu salat di matahari terbenam.
  • Fajr (الفجر): Waktu salat sebelum matahari terbit.
  • Sunnah (سنة): Tradisi atau tindakan yang dicontohkan Nabi Muhammad.
  • Jannah (جنة): Surga atau surga dalam agama Islam.
  • Nikah (نكاح): Perkawinan atau pernikahan.
  • Syariah (شريعة): Hukum Islam atau aturan agama.
  • Ikhlas (إخلاص): Kejujuran atau ketulusan hati dalam beribadah.
  • Jihad (جهاد): Usaha atau perjuangan dalam jalan Allah.
  • Fitnah (فتنة): Godaan atau ujian dalam iman.
  • Barakah (بركة): Berkah atau keberkahan dari Allah.
  • Sajadah (سجادة): Alas untuk sujud dalam salat.
  • Halal (حلال): Diperbolehkan atau sesuai syariah Islam.
  • Haram (حرام): Dilarang atau bertentangan dengan syariah Islam.
  • Rahmat (رحمة): Kasih sayang atau anugerah dari Allah.
  • Hikmah (حكمة): Hikmah atau kebijaksanaan.
  • Taqwa (تقوى): Ketaatan dan ketakwaan kepada Allah.
  • Sabar (صبر): Kesabaran atau ketahanan dalam menghadapi cobaan.
  • Salat (صلاة): Ibadah salat atau shalat.
  • Zikir (ذكر): Mengingat atau menyebut nama Allah.
  • Sholawat (صلاة): Doa atau pujian kepada Nabi Muhammad.
  • Jannah (جنة): Surga atau kebahagiaan.
  • Fitrah (فطرة): Fitrah atau kodrat manusia yang suci.
  • Dua (دعاء): Doa atau permohonan kepada Allah.
  • Khutbah (خطبة): Ceramah atau pidato agama.
  • Tawakal (توكل): Berserah diri atau bertawakal kepada Allah.
  • Infaq (إنفاق): Memberi harta atau sedekah.
  • Jinn (جن): Makhluk gaib yang diciptakan dari api.
  • Qadar (قدر): Takdir atau ketentuan Allah.
  • Maaf (معاف): Meminta maaf atau pengampunan.
  • Istighfar (استغفار): Memohon ampunan dari Allah.
  • Syukur (شكر): Bersyukur atau berterima kasih kepada Allah.
  • Tahajjud (تهجد): Salat malam yang dilakukan secara sukarela.
  • Niat (نية): Niat atau tujuan dalam beribadah.
  • Madrasah (مدرسة): Sekolah atau tempat belajar Islam.
  • Talak (طلاق): Perceraian atau pemutusan ikatan pernikahan.
  • Hijab (حجاب): Penutup kepala atau pakaian sopan dalam Islam.
  • Wudu (وضوء): Bersuci atau mencuci sebelum salat.
  • Sadaqah (صدقة): Sedekah atau pemberian untuk kebaikan.
  • Insya Allah (إن شاء الله): Jika Allah menghendaki.
  • Mubarak (مبارك): Diberkahi atau dianugerahi keberkahan.
  • Amin (آمين): Harapan agar doa dikabulkan oleh Allah.

Bahasa-Bahasa Lain

Selain bahasa Inggris, Belanda, Jawa, dan Arab, ada juga bahasa lain yang terserap ke dalam bahasa Indonesia. Misalnya bahasa jepang, China, Portugis, Persia. Bahasa lain disini adalah bahasa-bahasa yang terserap dengan porsi yang sedikit dibandingkan dengan bahasa-bahasa di atas.

Berikut adalah contoh kata serapannya diantaranya yakni:

Bahasa Cina

Berikut adalah contoh kata serapan dari bahasa Cina ke dalam bahasa Indonesia beserta artinya:

  • Gong Xi Fa Cai (恭喜发财): Selamat Tahun Baru atau semoga sukses.
  • Feng Shui (风水): Ilmu penataan ruang untuk membawa keberuntungan.
  • Tai Chi (太极): Seni bela diri atau olahraga meditasi.
  • Kung Fu (功夫): Seni bela diri tradisional Cina.
  • Dim Sum (点心): Hidangan kecil seperti pangsit, bakpao, dsb.
  • Yin Yang (阴阳): Konsep dualitas dalam filsafat Cina.
  • Qi Gong (气功): Latihan pernapasan dan gerakan untuk kesehatan.
  • Wushu (武术): Seni bela diri Cina yang melibatkan gerakan dan pertunjukan.
  • Hong Bao (红包): Amplop merah yang berisi uang, diberikan saat perayaan.
  • Sifu (师傅): Gelar untuk guru atau ahli dalam seni bela diri.
  • Cha (茶): Teh atau minuman berbahan dasar teh.
  • Dao (刀): Pedang atau senjata tajam lainnya dalam seni bela diri.
  • Fenghuang (凤凰): Burung phoenix, lambang keberuntungan.
  • Mandarin (官话): Bahasa resmi Cina.
  • Taoisme (道教): Agama atau filsafat Cina yang menekankan kehidupan yang seimbang.
  • Koi (锦鲤): Ikan koi yang dianggap membawa keberuntungan.
  • Peking Duck (北京烤鸭): Bebek panggang gaya Peking.
  • Chi (气): Energi vital atau kehidupan dalam tradisi Cina.
  • Noodle (面): Mie atau mi dalam berbagai varian.
  • Gongfu Tea (功夫茶): Cara menyeduh teh secara tradisional.
  • Cengkeh (丁香): Bumbu rempah yang berasal dari kuncup bunga cengkeh.
  • Mulan (花木兰): Karakter pahlawan wanita dalam mitologi Cina.
  • Lantern (灯笼): Lentera tradisional yang digunakan saat perayaan.
  • Jia (家): Keluarga atau rumah tangga.
  • Yuan (元): Mata uang resmi Cina.
  • Qi Lin (麒麟): Makhluk mitologis yang membawa keberuntungan.
  • Tang Suit (唐装): Pakaian tradisional gaya Dinasti Tang.
  • Chopstick (筷子): Sumpit untuk makan.
  • Bonsai (盆景): Tanaman yang ditanam dalam pot kecil.
  • Silat (四艺): Seni bela diri tradisional Indonesia dengan pengaruh Cina.
  • Mahjong (麻将): Permainan papan tradisional Cina.
  • Fu (福): Lambang keberuntungan atau kebahagiaan.
  • Yuanxiao (元宵): Kue bulan yang dimakan saat Festival Yuanxiao.
  • Shaolin (少林): Kuil dan tradisi seni bela diri Shaolin.
  • Cai Shen (财神): Dewa kekayaan atau keberuntungan.
  • Gongfu (功夫): Keterampilan atau keahlian yang diperoleh melalui latihan.
  • Hanzi (汉字): Huruf atau karakter tulisan Cina.
  • Jiaozi (饺子): Pangsit isi yang dimasak dengan berbagai cara.
  • Panda (熊猫): Mamalia yang menjadi simbol Tiongkok.
  • Zhongguo (中国): Nama Tiongkok dalam bahasa Cina.
  • Dumpling (饺子): Sejenis kue isi yang direbus atau digoreng.
  • Shifu (师傅): Gelar untuk ahli atau guru dalam bidang tertentu.
  • Jianzi (毽子): Permainan tradisional Cina menggunakan pena dan bulu.
  • Laozi (老子): Filsuf Tiongkok yang dianggap sebagai pendiri Taoisme.
  • Pinyin (拼音): Sistem penulisan aksara Cina dalam alfabet Latin.
  • Qipao (旗袍): Gaun tradisional Cina yang dipopulerkan pada era 1920-an.
  • Shang (商): Salah satu Dinasti Tiongkok kuno.
  • Pao Cai (泡菜): Sayuran atau kimchi dalam saus cuka.
  • Huat (发): Menunjukkan kemakmuran atau keberuntungan.
  • Mantou (馒头): Roti kukus Cina yang menjadi makanan pokok.
Bahasa Portugis

Berikut adalah contoh kata serapan dari bahasa Portugis ke dalam bahasa Indonesia beserta artinya:

  • Bola (bola): Bola atau bola olahraga.
  • Meja (mesa): Meja atau permukaan datar.
  • Jendela (janela): Jendela atau pembukaan di dinding.
  • Polisi (polícia): Kepolisian atau petugas keamanan.
  • Kopi (café): Kopi atau minuman berkafein.
  • Rumah (casa): Rumah atau tempat tinggal.
  • Sapi (boi): Sapi atau hewan ternak.
  • Pintu (porta): Pintu atau gerbang masuk.
  • Gitar (guitarra): Gitar atau alat musik berdawai.
  • Buaya (crocodilo): Buaya atau reptil air besar.
  • Saudara (irmão): Saudara laki-laki atau saudara kandung.
  • Kamar (quarto): Kamar atau ruangan tidur.
  • Bis (ônibus): Bis atau kendaraan umum.
  • Pulau (ilha): Pulau atau daratan di tengah air.
  • Mobil (carro): Mobil atau kendaraan bermotor.
  • Restoran (restaurante): Restoran atau tempat makan.
  • Toko (loja): Toko atau tempat berbelanja.
  • Sekolah (escola): Sekolah atau lembaga pendidikan.
  • Kamera (câmera): Kamera atau alat pemotretan.
  • Coklat (chocolate): Cokelat atau produk olahan kakao.
  • Pantai (praia): Pantai atau tepi laut.
  • Ponsel (celular): Ponsel atau telepon genggam.
  • Kamar Mandi (banheiro): Kamar mandi atau toilet.
  • Museum (museu): Museum atau tempat pameran.
  • Kue (bolo): Kue atau hidangan manis.
  • Kamar Tidur (quarto): Kamar tidur atau ruangan tidur.
  • Polisi (polícia): Kepolisian atau aparat keamanan.
  • Apartemen (apartamento): Apartemen atau hunian pribadi.
  • Hotel (hotel): Hotel atau penginapan sementara.
  • Klub (clube): Klub atau kelompok sosial.
  • Pistol (pistola): Pistol atau senjata api kecil.
  • Dokter (médico): Dokter atau tenaga medis.
  • Pesta (festa): Pesta atau perayaan bersama.
  • Bioskop (cinema): Bioskop atau tempat pemutaran film.
  • Ponsel (telefone): Ponsel atau telepon seluler.
  • Kartu (cartão): Kartu atau lembaran.
  • Pasar (mercado): Pasar atau tempat jual-beli.
  • Universitas (universidade): Universitas atau perguruan tinggi.
  • Kafe (café): Kafe atau tempat minum kopi.
  • Cokelat (chocolate): Cokelat atau produk olahan kakao.
  • Kaos (camiseta): Kaos atau pakaian berlengan pendek.
  • Kantor (escritório): Kantor atau tempat bekerja.
  • Plaza (praça): Plaza atau lapangan terbuka.
  • Bisnis (negócio): Bisnis atau kegiatan usaha.
  • Dokumen (documento): Dokumen atau catatan tertulis.
  • Proyek (projeto): Proyek atau rencana kerja.
  • Pengacara (advogado): Pengacara atau ahli hukum.
  • Surat (carta): Surat atau pesan tertulis.
  • Pesawat (avião): Pesawat atau alat terbang.
  • Piring (prato): Piring atau alat makan datar.
Baca Juga :  Rubrik Adalah : Pengertian, Syarat, Manfaat, Tujuan Dan Jenisnya
Bahasa Jepang

Berikut adalah contoh kata serapan dari bahasa Jepang ke dalam bahasa Indonesia beserta artinya:

  • Anime (アニメ): Film animasi atau kartun.
  • Manga (漫画): Komik atau buku komik Jepang.
  • Sushi (寿司): Hidangan berbahan nasi dan ikan.
  • Kimono (着物): Pakaian tradisional Jepang.
  • Sensei (先生): Gelar untuk guru atau mentor.
  • Karaoke (カラオケ): Aktivitas menyanyi lagu dengan musik latar.
  • Sumo (相撲): Gaya gulat tradisional Jepang.
  • Dojo (道場): Tempat latihan seni bela diri.
  • Haiku (俳句): Bentuk puisi pendek Jepang.
  • Origami (折り紙): Seni melipat kertas.
  • Sake (酒): Minuman beralkohol tradisional Jepang.
  • Geisha (芸者): Wanita yang terampil dalam seni tradisional.
  • Futon (布団): Kasur atau matras tradisional Jepang.
  • Samurai (侍): Kelas pejuang atau prajurit.
  • Harakiri (切腹): Ritual bunuh diri samurai dengan menusuk perut.
  • Hai (はい): Ya atau setuju.
  • Konichiwa (こんにちは): Salam pagi atau siang.
  • Sayonara (さようなら): Selamat tinggal.
  • Kawaii (可愛い): Lucu atau imut.
  • Mochi (餅): Kue beras yang kenyal.
  • Onsen (温泉): Air panas atau pemandian air panas.
  • Ninja (忍者): Mata-mata atau prajurit bayangan.
  • Karate (空手): Seni bela diri asal Jepang.
  • Katana (刀): Pedang samurai.
  • Yakuza (ヤクザ): Anggota geng kriminal Jepang.
  • Wasabi (わさび): Pasta pedas dari akar wasabi.
  • Ramune (ラムネ): Minuman ringan berkarbonasi.
  • Hinamatsuri (ひな祭り): Festival boneka Hina.
  • Kabuki (歌舞伎): Bentuk teater tradisional Jepang.
  • Bonsai (盆栽): Tanaman miniatur dalam pot kecil.
  • Shinkansen (新幹線): Kereta cepat Jepang.
  • Kendo (剣道): Seni bela diri menggunakan pedang bambu.
  • Ikebana (花道): Seni merangkai bunga.
  • Sashimi (刺身): Potongan tipis ikan mentah.
  • Obento (お弁当): Kotak makan untuk dibawa.
  • Tatami (畳): Karpet atau alas tradisional Jepang.
  • Anime (アニメ): Film animasi atau kartun.
  • Manga (漫画): Komik atau buku komik Jepang.
  • Sudoku (数独): Permainan puzzle berhitung.
  • Karate (空手): Seni bela diri asal Jepang.
  • Kimono (着物): Pakaian tradisional Jepang.
  • Sudoku (数独): Permainan puzzle berhitung.
  • Ninja (忍者): Mata-mata atau prajurit bayangan.
  • Hai (はい): Ya atau setuju.
  • Harakiri (切腹): Ritual bunuh diri samurai dengan menusuk perut.
  • Sayonara (さようなら): Selamat tinggal.
  • Obento (お弁当): Kotak makan untuk dibawa.
  • Shinkansen (新幹線): Kereta cepat Jepang.
  • Ikebana (花道): Seni merangkai bunga.
  • Mochi (餅): Kue beras yang kenyal.
Bahasa Persia

Berikut adalah contoh kata serapan dari bahasa Persia (Farsi) ke dalam bahasa Indonesia beserta artinya:

  • Bazar (بازار): Pasar atau tempat jual-beli.
  • Jamu (جموع): Minuman tradisional herbal.
  • Satrap (شهربانو): Pejabat atau penguasa daerah.
  • Kemerdekaan (خودرایی): Kebebasan atau kemandirian.
  • Sultan (سلطان): Gelar untuk penguasa atau raja.
  • Kesatria (شهریار): Prajurit atau ksatria.
  • Koran (قرآن): Kitab suci umat Islam.
  • Jenggot (جبه): Bulu di bagian bawah wajah.
  • Ziarah (زیارت): Kunjungan ke tempat suci.
  • Zaman (زمان): Waktu atau era.
  • Bulbul (بلبل): Burung merbah atau kicauan.
  • Kabir (کبیر): Besar atau agung.
  • Dunia (دنیا): Bumi atau tempat tinggal manusia.
  • Surat (سورة): Bagian dari Al-Qur’an atau kitab suci Islam.
  • Nadir (نادر): Langka atau jarang.
  • Raja (راه): Jalan atau rute.
  • Mahkota (مهر): Hiasan kepala kerajaan.
  • Bulir (پله): Anak tangga atau langkah.
  • Siksa (سیاق): Hukuman atau penderitaan.
  • Istana (استان): Tempat tinggal raja atau penguasa.
  • Sastra (ساسترا): Karya tulis atau karya sastra.
  • Dari (دری): Satu dari dua bahasa resmi Afghanistan.
  • Sekolah (مدرسه): Tempat belajar atau pendidikan.
  • Amir (امیر): Pemimpin atau panglima.
  • Jadwal (زمان‌نامه): Rencana kegiatan atau agenda.
  • Keju (پنیر): Produk olahan susu fermentasi.
  • Serban (سربند): Penutup kepala tradisional.
  • Sholat (صلاة): Ibadah salat atau shalat.
  • Kamus (کتاب لغت): Buku referensi kata-kata.
  • Jihad (جهاد): Perjuangan atau usaha keras.
  • Ganja (گنج): Harta karun atau kekayaan.
  • Kesatria (شهریار): Prajurit atau ksatria.
  • Gerbong (گردونه): Bagian belakang kereta api.
  • Panji (پرچم): Bendera atau tanda kehormatan.
  • Salah (صلاح): Kesalahan atau ketidakbenaran.
  • Zakat (زکات): Sumbangan amal atau infak.
  • Perguruan Tinggi (دانشگاه): Institusi pendidikan tinggi.
  • Lazuardi (لازواردی): Batu permata biru.
  • Bebek (ابابیل): Anak bebek atau itik.
  • Roh (روح): Jiwa atau semangat.
  • Lentera (لانتر): Alat penerangan portabel.
  • Hari (روز): Satuan waktu sehari.
  • Bis (اتوبوس): Kendaraan umum untuk transportasi.
  • Kedai Kopi (قهوه‌خانه): Tempat penjualan kopi dan makanan ringan.
  • Lobi (لابی): Ruang terbuka di depan kantor atau hotel.
  • Pakaian (پوشاک): Busana atau baju.
  • Bahasa (زبان): Sistem komunikasi simbolis.
  • Pantai (ساحل): Garis pantai atau tepi laut.
  • Syahadat (شهادت): Pernyataan iman dalam Islam.
  • Hari Raya (عید): Hari perayaan dalam Islam.
Bahasa India

Berikut adalah 50 contoh kata serapan dari bahasa India ke dalam bahasa Indonesia beserta artinya:

  • Guru (गुरु): Pengajar atau pendidik.
  • Karma (कर्म): Tindakan atau perbuatan.
  • Yoga (योग): Latihan fisik dan mental untuk kesejahteraan.
  • Mandir (मंदिर): Tempat ibadah Hindu.
  • Asana (आसन): Posisi tubuh dalam yoga.
  • Ganja (गांजा): Nama tanaman ganja atau mariyuana.
  • Sari (साड़ी): Pakaian tradisional wanita India.
  • Chai (चाय): Teh atau minuman teh.
  • Dharma (धर्म): Ajaran atau norma etika dalam Hinduisme.
  • Avatar (अवतार): Penampakan atau wujud dewa dalam bentuk manusia.
  • Mala (माला): Kalung doa Hindu atau Buddhisme.
  • Pandit (पंडित): Gelar untuk sarjana atau ahli Hindu.
  • Ghazal (ग़ज़ल): Jenis puisi atau lagu India.
  • Raja (राजा): Pemimpin atau penguasa.
  • Sanskrit (संस्कृत): Bahasa klasik India.
  • Bhakti (भक्ति): Ibadah atau pengabdian kepada Tuhan.
  • Namaste (नमस्ते): Salam atau penghormatan dalam Hinduisme.
  • Jugaad (जुगाड़): Solusi kreatif atau improvisasi.
  • Korma (कोरमा): Masakan daging kari khas India.
  • Chutney (चटनी): Saus atau sambal.
  • Mantra (मंत्र): Kata-kata khusus dalam doa atau meditasi.
  • Bindi (बिंदी): Hiasan dahi pada wanita Hindu.
  • Masala (मसाला): Campuran rempah-rempah dalam masakan India.
  • Bungalow (बंगला): Rumah bergaya India.
  • Kama (काम): Keinginan atau nafsu dalam ajaran Hindu.
  • Nirvana (निर्वाण): Keadaan penuh kedamaian dalam Buddhisme.
  • Puja (पूजा): Upacara pemujaan atau persembahan.
  • Panchatantra (पञ्चतन्त्र): Kumpulan cerita fabel India kuno.
  • Veda (वेद): Teks suci dalam Hinduisme.
  • Basmati (बासमती): Jenis beras aromatik India.
  • Rasa (रस): Konsep estetika dalam seni India.
  • Biryani (बिरयानी): Hidangan nasi berbumbu khas India.
  • Atman (आत्मन्): Jiwa atau roh dalam Hinduisme.
  • Guru (गुरु): Pengajar atau pencerahan spiritual.
  • Chana (चना): Kacang kuda atau chickpea.
  • Juggernaut (जगन्नाथ): Kekuatan yang tak terbendung.
  • Lassi (लस्सी): Minuman susu fermentasi India.
  • Raga (राग): Skala musik klasik India.
  • Kashmir (कश्मीर): Wilayah di utara India.
  • Dhoti (धोती): Pakaian tradisional pria India.
  • Bhajan (भजन): Lagu rohani Hindu.
  • Thali (थाली): Hidangan lengkap dengan berbagai lauk.
  • Bollywood (बॉलीवुड): Industri film India.
  • Holi (होली): Festival warna Hindu.
  • Shakti (शक्ति): Kekuatan atau energi dewi.
  • Dharmashala (धर्मशाला): Tempat penginapan murah.
  • Diwali (दिवाली): Festival cahaya Hindu.
  • Karma (कर्म): Tindakan atau perbuatan.
  • Ghat (घाट): Tangga menuju sungai atau danau.
  • Jodhpur (जोधपुर): Kota di Rajasthan, India.

Kesimpulan

Kata serapan merupakan kata yang diambil dari bahasa asing dan kemudian digunakan dalam bahasa tertentu dengan tetap mempertahankan bentuk dan artinya. Proses serapan ini terjadi karena adanya interaksi dan kontak antarbudaya, sehingga kata-kata asing menjadi bagian dari kosakata dalam bahasa tertentu.

Beberapa kesimpulan terkait kata serapan:

  • Beragam Asal Bahasa: Kata serapan berasal dari berbagai bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Arab, Jepang, Belanda, Sanskerta, dan lainnya.
  • Pengayaan Kosakata: Kata serapan menghasilkan pengayaan kosakata dalam suatu bahasa, memperkaya ekspresi dan kemampuan komunikasi.
  • Konteks Budaya: Penggunaan kata serapan seringkali berkaitan dengan konteks budaya dan kebutuhan komunikasi dalam bidang tertentu, seperti ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan kuliner.
  • Dinamika Perubahan Bahasa: Proses serapan mencerminkan dinamika perubahan bahasa seiring waktu dan perkembangan masyarakat.
  • Penerimaan Masyarakat: Penerimaan kata serapan oleh masyarakat dapat bervariasi; ada yang mudah diterima dan digunakan, sementara yang lain mungkin mengalami penolakan.
  • Penting dalam Globalisasi: Dalam era globalisasi, seringkali terjadi pertukaran budaya dan kata serapan menjadi bagian penting dalam komunikasi lintas budaya.
  • Fleksibilitas Bahasa: Kemampuan bahasa untuk menerima kata serapan menunjukkan fleksibilitasnya dalam mengakomodasi perubahan dan perkembangan zaman.

Kesimpulan ini mencerminkan kompleksitas dan dinamika proses serapan dalam bahasa, yang melibatkan aspek linguistik, budaya, dan sosial.

Demikianlah pembahasan mengenai Contoh Kata Serapan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.