√ Pengertian Amanat Secara Umum & Menurut Para Ahli Serta Ciri – Macam – Contoh

Posted on

Pengertian Amanat Secara Umum & Menurut Para Ahli Serta Ciri – Macam – Contoh – Nah dalam sebuah prosa fiksi terdapat berbagai unsur intrinsik yang ada didalamnya salah satunya yakni unsur amanat. Nah tahukah kalian apa itu amanat ?? Lantas apa saja macam-macam amanat, ciri dan contoh amanat??

Pengertian Amanat Secara Umum & Menurut Para Ahli Serta Ciri – Macam – Contoh

Bagi kalian yang mungkin belum tahu, maka kalian bisa menemukan jawabannya dalam uraian yang kami berikan dibawah ini.

Pengertian Amanat Secara Umum

Secara umum pengertian amanat ialah sesuatu yang hendak disampaikan penyair kepada pembaca melalui sesuatu puisi, atau dllnya, amanat yang disampaikan oleh penyair dapat ditelaah oleh si pembaca ketika telah memahami maksud dari tema puisi tersebut. Amanat merupakan sesuatu hal yang mendorong penyair dalam menciptakan puisi, amanat tersirat di balik kata-kata yang telah tersusun dan juga terletak di balik tema yang diungkapkan.

Tema berbeda dengan amanat, tema berhubungan dengan arti karya sastra, sedangan arti amanat berhubungan dengan makna suatu karya sastra “meaning and significance”, Artinya karya sastra tersebut bersifat lugas, obyektif dan juga khusus, sedangkan untuk makna berhubungan dengan orang perorangan, konsep seseorang dan juga situasi dimana penyair mengimajinasikan karyanya.

Pesan untuk melakukan sesuatu hal yang baik dalam suatu karya sastra disebut dengan moral, moral tersebutlah yang dikatakan sebagai suatu amanat yang memiliki kandungan nilai-nilai mengenai suatu ajaran moral yang lebih didominankan melalui pelukisan watak tokoh yang bersifat penjelasan dan mengandung seruan, saran, nasihat, anjuran dan larangan.

Baca Juga  √ Pengertian Pendidikan Secara Umum, Etimologi, Undang-Undang & Menurut Para Ahli Serta Tujuan - Fungsi - Manfaat - Ciri - Ruang Lingkup

Pengertian Amanat Menurut Para Ahli

Selain dari pada itu terdapat beberapa defisi para ahli mengenai pengertian amanat, adapun pengertian amanat menurut para ahli ada sebagai berikut:

  • Menurut Sadikin “2010”

    Pengertian amant itu sendiri ialah amanat ialah pemecahan yang diberikan oleh pengarang bagi persoalan didalam karya sastra. Sadikin manmbahkan amanat biasa disebut makna. Makna yang diniatkan oleh pengarang disebut makna niatan, sementara muatan ialah makna yang termuat dalam karya sastra tersebut.

  • Menurut Siswanti “2008:161-162”

    Dari sudut sastrawan, nilai ini biasa disebut amanat, amanat ialah gagasan yang mendasarikarya sastra, pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca dan pendengar, didalam karya sastra moderen, amanat ini biasanya tersirat di dalam karya sastra lama pada umumnya amanat tersurat.

  • Menurut Kosasih “2006”

    Amanat ialah pesan yang disampaikan pengarang terhadap pembaca melalui tulisan-tulisannya, agar pembaca bisa menarik kesimpulan dari apa yang telah pembaca nikmat.

  • Menurut Rusiana “1982:74”

    Amanat ialah ajaran moral atau pesan yang ingin disampaikan pengarang pada pembaca, akhir permasalahan ataupun jalan keluar permasalahan yang timbul dalam sebuah cerita bisa disebut amanat. Rusiana mengemukakan pendapatnya tentang amanat, sebagai renungan yang disajikan kembali oleh pembaca “1982:74”.

Ciri-Ciri Amanat

Pesan atau amanat yakni maksud yang terkandung dalam suatu cerita, amanat sangat erat hubungannya dengan tema. Bentuk penyampaian amanat yang bersifat langsung, boleh dikatakan, idintik dengan cara pelukisan watak tokoh yang bersifat uraian atau penjelas. Jika dalam teknik uraian pengarang secara langsung mengdeskripsikan cerita yang bersifat, memberi tahu” atau memudahkan pembaca untuk memahaminya hal yang demikian juga terjadi dalam penyampaian amanat.

Artinya amanat yang ingin disampaikan atau diajarkan, kepada pembaca itu dilakukan secara langsung dan eksplinsit. Pengarang dalam hal ini tampat bersifat menguraikan pembaca secara langsung memberikan nasihat-nasihat dan petuahnya.

Jika dibandingkan dengan bentuk sebelumnya bentuk penyampian amanat disini bersifat tidak langsung, pesan itu hanya tersirat dalam cerita, berpadu secara koherensif dengan unsur-unsur cerita yang lain. Walau betul pengarang ingin menawarkan dan menyampaikan sesuatu ia tidak melakukannya secara seratmerata dan vulgar karena ia sadar telah memilih jalur cerita.

Dilihat dari kebutuhan pengarang yang ingin menyampaikan amanat dan pandangannya itu, cara ini mungkin kurang komunikatif. Artinya pembaca belum tentu dapat menangkap apa sesungguhnya yang dimaksudkan pengarang paling tidak terjadinya kesalahan tafsir berpeluang besar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif.

Metode kualitatif ialah metode yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah “sebagai lawannya ialah eksperimen” dimana peneliti ialah berbagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber ve dan snowbaal, teknik-teknik pengumpulan dengan trianggulasi “gabungan”, analisis dan bersifat induktif/kualitatif dan hasil penelitian lebih menekankan makna dari pada generalisasi “Sugiyono, 1999:15”.

Macam- Macam Amanat

Dalam sebuah karya tulisan yang dibuat, amanat atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang tersebut pada dasarnya tidak selalu jelas “tersurat” akan tetapi juga bisa bersifat tersembunyi “tersirat”.

Untuk itu dalam hal ini ada 2 macam amanat yang perlu kita ketahui yakni amant tersurat dan amanat tersirat. Atau dalam istilah lain terdapat bentuk penyampian langsung atau secara eksplisit. Bentuk amanat penyampaian langsung ialah amanat yang ingin disampaikan atau di ajarkan kepada pembaca itu dilakukan secara langsung dan ekplisit “Nugriantoro, dkk, 2010”, selain itu terdapat bentuk penyampaian amanat secara tidak langsung atau secara implisit.

Contoh Amanat

Agar lebih memahami apa itu amanat, perhatikan contoh berikut ini:

  • Pada suatu hari walaupun tidak disetujui oleh Alimah, Siti Nurbaya membeli kue yang dijajakan oleh pendekar empat, kaki tangan Dating Meringgih. Kue yang senagaja disediakan khusus untuk Siti Nurbaya itu telah diisi racun. Setelah penjaja kue itu pergi, Siti Nurbaya makan kue yang baru saja dibelinya. Setelah makan kue itu kepala Siti Nurbaya pening, tak lama kemudian ia meninggal.

Amanat yang terdapat dalam penggalan cerita diatas ialah “Dalam melakukan sesuatu perbuatan kita harus berhati-hati”.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Amanat Secara Umum & Menurut Para Ahli Serta Ciri – Macam – Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa di postingan selanjutnya. 🙂 🙂 🙂