Akuntansi : Prinsip Dasar Akuntansi Membuat Laporan Keuangan

Posted on

Akuntansi : Prinsip Dasar Akuntansi Membuat Laporan Keuangan

Prinsip dasar akuntansi – Pada kesempatan kali ini admin akan menjelaskan mengenai suatu materi yang berhubungan dengan akuntansi yaitu adalah lebih tepatnya mengenai prinsip dasar akuntansi dalam membuat laporan keuangan, untuk lebih jelasnya langsung saja simak ulasan berikut ini secara seksama agar anda dapat memahami dan juga mengerti.

Prinsip Biaya Historis ( Historical CostPrinciple )

Prinsip biaya historis mengharuskan kita untuk melakukan pencatatan terhadap biaya yang telah dikeluarkan baik untuk mendapatkan barang ataupun jasa.

Prinsip Pengakuan Pendapatan ( Revenue Recognition Principle )

Pendapatan merupakan aliran harta yang masuk atau aktiva yang diperoleh dari penyerahan barang ataupun jasa. Pada prinsip ini mengharuskan kita untuk mencatat harta tersebut sebagai pendapatan. Salah satu contohnya adalah Apabila sebuah perusahaan memperoleh Rp2.000.000 Dari hasil penjualan mobil. Maka itu artinya selain dapat diakui sebagai harta Rp2.000.000 tersebut juga harus dimasukkan ke dalam pendapatan.

Prinsip Mencocokkan ( Matching Principle )

Prinsip mencocokkan merupakan salah satu prinsip pada dasar-dasar yang mempertemukan pendapatan dengan biaya yang dikeluarkan titik tujuannya adalah yaitu, untuk menentukan keuntungan bersih dalam periode tertentu.

Prinsip Konsistensi ( Consistency Principle )

Prinsip konsistensi ini merupakan metode dan juga standar yang dipakai di dalam proses akuntansi yang harus diterapkan secara konsisten. Seperti perusahaan anda memakai sistemaccrual basis. Maka seharusnya, sistem ini tidak boleh gonta-ganti dengan sistem yang lainnya dengan seenaknya karena akan dapat membuat para pengguna informasi akuntansi tersebut menjadi kebingungan.

Baca Juga  5 Nutrisi Penting Yang Harus Dipenuhi Tubuh Saat Berpuasa

Prinsip Pengungkapan Secara Lengkap ( Full Disclosure Principle )

Di dalam prinsip pengungkapan secara lengkap mengharuskan agar penyajian informasi di dalam suatu laporan keuangan secara lengkap. Hal ini dengan tujuan untuk membuat para pengguna informasi akuntansi agar tidak tersesat atau bingung  hal ini dengan tujuan untuk membuat para pengguna informasi akuntansi agar tidak tersesat atau bingung dengan laporan keuangan yang setengah jadi. laporan keuangan yang setengah jadi.

Prinsip Entitas Ekonomi ( Economic Entity Principle )

Prinsip ini adalah maksud dari entitas ekonomi yang merupakan sistem informasi ekonomi yang harus berdiri sendiri titik kita tidak boleh mencampurkan antara laporan keuangan akuntansi dari perusahaan Dan perusahaan dengan pribadi ataupun pihak yang lainnya.

Prinsip Periode Akuntansi

Di dalam sebuah laporan keuangan perusahaan maka harus dibatasi oleh periode tertentu. Seperti perusahaan yang menjalankan usaha sejak dari 2 Januari hingga 1 Maret.

Prinsip Satuan Moneter

Prinsip satuan moneter memiliki maksudnya yaitu adalah, segala sesuatu yang merupakan bentuk dari pencatatan transaksi harus dinyatakan dalam bentuk yang dapat diukur titik seperti, mata uang Rupiah.

Prinsip Kesinambungan Usaha ( Going Concern )

Prinsip kesinambungan usaha menganggap bahwa sebuah usaha ekonomi harus terus berjalan secara berkesinambungan, kecuali terdapat suatu peristiwa khusus yang dapat menghentikannya. Seperti bencana alam.

Prinsip Materialitas

Prinsip materialitas merupakan prinsip yang mengakui bahwa adanya pengukuran serta pencatatan akuntansi yang dilakukan secara material atau bernilai titik artinya, suatu informasi akuntansi memiliki nominal atau nilai tertentu dan dapat dijual.

Demikianlah artikel singkat kali ini yang membahas mengenai  Akuntansi : Prinsip Dasar Akuntansi Membuat Laporan Keuangan semoga informasi yang diberikan mudah untuk dipahami dan juga dapat bermanfaat serta menambah wawasan pengetahuan bagi anda semua Sekian dan terima kasih banyak untuk kunjungannya dan jangan lupa juga untuk simak artikel yang lainnya.

Baca Juga  Gotong Royong : Pengertian, Nilai, Manfaat, Dan Contoh