Teks Eksplanasi: Pengertian, Ciri, Struktur, Tujuan, Jenis, Bagian, Kaidah Kebahasaan dan Contohnya

Posted on

Teks Eksplanasi – Eksplanasi berasal dari Bahasa Inggris yang berarti tindakan menerangkan atau menjelaskan. Lalu bagaimana contoh teks eksplanasi, ciri-ciri dan strukturnya? Simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses mengapa dan bagaimana suatu peristiwa alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya dan lainnya bisa terjadi. Peristiwa alam maupun sosial yang terjadi di sekitar kita, selalu mempunyai hubungan sebab akibat dan proses.

Melalui teks eksplanasi setiap kejadian yang terjadi disekitar kita tidak hanya diamati dan dirasakan saja, tetapi juga digunakan sebagai pembelajaran. Hal tersebut untuk mengetahui mengapa kejadian tersebut bisa terjadi. Jadi tujuan dari teks eksplanasi ialah untuk menjelaskan fenomena yang terjadi dan menjelaskan sebab-akibat suatu peristiwa.

Dalam teks eksplanasi mengandung fakta yang dirangkai secara berurutan dan hubungan sebab akibat. Jadi teks eksplanasi bisa berguna untuk menguatkan suatu kebenaran yang ada.

Pengertian Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi adalah jenis teks yang bertujuan untuk memberikan penjelasan atau pemahaman mendalam tentang suatu topik atau konsep tertentu. Teks ini dirancang untuk memberikan informasi secara sistematis, jelas, dan mudah dipahami kepada pembaca. Tujuan utama dari teks eksplanasi adalah menyajikan informasi secara rinci agar pembaca dapat memahami suatu ide atau proses.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dari jenis teks lainnya. Ciri-ciri tersebut mencerminkan tujuan utama dari teks eksplanasi, yaitu memberikan penjelasan atau pemahaman mendalam tentang suatu topik atau konsep. Berikut adalah beberapa ciri-ciri khas dari teks eksplanasi:

  • Tujuan Penjelasan
    Teks eksplanasi memiliki tujuan utama untuk memberikan penjelasan yang mendalam dan komprehensif tentang suatu topik atau konsep tertentu.
  • Struktur Teks yang Jelas
    Teks eksplanasi biasanya memiliki struktur yang terorganisir dengan baik, mulai dari pengenalan, penjelasan utama, hingga kesimpulan. Struktur ini membantu pembaca mengikuti alur penjelasan.
  • Pendefinisian atau Klarifikasi
    Teks ini sering kali menyertakan definisi atau klarifikasi mengenai istilah atau konsep yang mungkin belum familiar bagi pembaca.
  • Penjelasan Proses atau Langkah-langkah
    Menyajikan proses atau langkah-langkah secara terperinci untuk menjelaskan bagaimana suatu hal terjadi atau suatu konsep berfungsi.
  • Penggunaan Contoh atau Ilustrasi
    Memasukkan contoh atau ilustrasi yang mendukung penjelasan untuk memberikan gambaran yang lebih konkret atau membantu pembaca memahami konsep dengan lebih baik.
  • Penjelasan Sebab-Akibat
    Menjelaskan hubungan sebab-akibat untuk memberikan pemahaman mengenai mengapa suatu hal terjadi atau apa konsekuensinya.
  • Pengelompokan atau Klasifikasi
    Mengorganisir informasi menjadi kelompok-kelompok atau kategori agar mudah dipahami oleh pembaca.
  • Bahasa yang Jelas dan Tepat
    Menggunakan bahasa yang jelas, tepat, dan mudah dipahami untuk memastikan bahwa pembaca dapat mengerti penjelasan dengan baik.
  • Tidak Bias atau Emosional
    Teks eksplanasi bersifat obyektif dan tidak mencerminkan pandangan pribadi atau emosi penulis. Tujuannya adalah memberikan informasi yang objektif dan teruji.
  • Dukungan dari Sumber atau Fakta
    Menggunakan data, fakta, atau informasi yang dapat diverifikasi sebagai dukungan untuk memperkuat penjelasan yang diberikan.
  • Gaya Bahasa yang Tidak Terlalu Formal
    Meskipun bisa menggunakan istilah teknis atau ilmiah, teks eksplanasi umumnya menggunakan gaya bahasa yang dapat dicerna oleh pembaca yang tidak memiliki pengetahuan khusus mengenai topik tersebut.

Ciri-ciri ini membantu teks eksplanasi mencapai tujuannya untuk memberikan pemahaman yang jelas dan mendalam kepada pembaca mengenai suatu konsep atau fenomena.

Struktur Teks Eksplanasi

Struktur teks eksplanasi umumnya terdiri dari beberapa bagian yang dirancang untuk memberikan penjelasan atau pemahaman mendalam tentang suatu topik. Berikut adalah struktur umum dari teks eksplanasi:

  • Pendahuluan
    Bagian ini berfungsi untuk memperkenalkan pembaca pada topik yang akan dijelaskan. Pendahuluan dapat mencakup pengenalan singkat, klarifikasi istilah, atau pemaparan tujuan dari penjelasan tersebut.
  • Definisi atau Klarifikasi
    Setelah pendahuluan, teks eksplanasi seringkali menyertakan definisi atau klarifikasi mengenai istilah atau konsep yang akan dijelaskan. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa pembaca memiliki pemahaman dasar sebelum melanjutkan ke penjelasan lebih lanjut.
  • Penjelasan Utama
    Ini merupakan bagian terbesar dari teks eksplanasi, di mana penjelasan utama diberikan. Penjelasan ini dapat mencakup langkah-langkah suatu proses, konsep-konsep yang terkait, atau informasi rinci mengenai topik yang dibahas. Penulis harus mengorganisir informasi secara sistematis agar mudah dipahami oleh pembaca.
  • Contoh atau Ilustrasi
    Untuk memperkuat penjelasan, teks eksplanasi seringkali menyertakan contoh atau ilustrasi yang mendukung. Hal ini membantu pembaca untuk mengaitkan konsep dengan situasi atau contoh konkret, membuat penjelasan lebih mudah dicerna.
  • Sebab-Akibat
    Jika relevan, bagian ini dapat menjelaskan hubungan sebab-akibat dari suatu fenomena atau proses. Menyajikan hubungan ini dapat membantu pembaca memahami mengapa sesuatu terjadi atau apa konsekuensinya.
  • Pengelompokan atau Klasifikasi
    Beberapa teks eksplanasi dapat mencakup pengelompokan atau klasifikasi untuk mengorganisir informasi menjadi kategori-kategori yang jelas dan membantu pembaca memahami lebih baik.
  • Kesimpulan
    Kesimpulan memberikan rangkuman dari informasi yang telah diberikan dan mengarahkan pembaca kembali kepada pokok-pokok penting dari penjelasan. Kesimpulan juga dapat mencantumkan implikasi atau aplikasi dari pengetahuan yang diberikan.
Baca Juga :  Contoh Teks Ulasan

Penting untuk diingat bahwa struktur teks eksplanasi dapat bervariasi tergantung pada topik dan konteks tertentu. Meskipun demikian, unsur-unsur tersebut seringkali dapat diidentifikasi dalam teks eksplanasi yang baik. Penulis harus menjaga alur logis, memberikan informasi secara terperinci, dan memastikan bahasa yang digunakan mudah dimengerti oleh pembaca.

Tujuan Teks Eksplanasi

Tujuan utama dari teks eksplanasi adalah memberikan penjelasan atau pemahaman mendalam tentang suatu topik atau konsep kepada pembaca. Dalam mencapai tujuannya, teks eksplanasi memiliki beberapa tujuan spesifik, antara lain:

  • Memberikan Pemahaman Mendalam
    Tujuan utama teks eksplanasi adalah menyajikan informasi dengan cukup rinci dan mendalam agar pembaca memiliki pemahaman yang kuat tentang topik yang dibahas.
  • Menguraikan Proses atau Konsep
    Teks eksplanasi bertujuan untuk menguraikan proses atau konsep yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dimengerti. Ini bisa melibatkan penjelasan langkah-langkah, unsur-unsur, atau hubungan antar bagian.
  • Mengklarifikasi Istilah atau Konsep
    Menjelaskan dan mengklarifikasi istilah atau konsep-konsep yang mungkin tidak familiar atau membingungkan bagi pembaca. Ini membantu membangun pemahaman dasar sebelum melibatkan pembaca dalam penjelasan lebih mendalam.
  • Menggunakan Contoh atau Ilustrasi
    Memberikan contoh atau ilustrasi konkret untuk mendukung penjelasan. Contoh ini membantu pembaca mengaitkan konsep abstrak dengan situasi nyata atau contoh konkret, mempermudah pemahaman.
  • Menjelaskan Hubungan Sebab-Akibat
    Jika relevan, teks eksplanasi dapat menjelaskan hubungan sebab-akibat untuk memberikan pemahaman mengenai mengapa suatu hal terjadi atau apa konsekuensinya.
  • Memfasilitasi Pembelajaran
    Membantu pembaca dalam proses pembelajaran dengan menyediakan informasi yang terstruktur dan mudah dicerna. Ini dapat melibatkan penggunaan metode pengajaran seperti definisi, langkah-langkah, dan contoh.
  • Mendukung Pengambilan Keputusan
    Dalam beberapa kasus, teks eksplanasi dapat membantu pembaca dalam mengambil keputusan dengan memberikan pemahaman mendalam tentang topik tertentu. Ini mungkin terjadi dalam konteks ilmiah, teknis, atau profesional.
  • Meningkatkan Pengetahuan
    Tujuan akhir dari teks eksplanasi adalah meningkatkan pengetahuan pembaca tentang suatu topik atau konsep. Dengan memberikan penjelasan yang jelas dan terstruktur, teks ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan pengetahuan dan pemahaman pembaca.

Secara keseluruhan, tujuan teks eksplanasi adalah menyajikan informasi dengan cara yang sistematis dan mudah dimengerti untuk membantu pembaca memahami suatu topik dengan lebih baik.

Jenis-Jenis Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan fokus dan kontennya. Berikut adalah beberapa jenis teks eksplanasi yang umum ditemui:

  • Eksplanasi Ilmiah
    Teks eksplanasi ilmiah menyajikan penjelasan tentang fenomena alam, prinsip ilmiah, atau konsep-konsep ilmiah. Biasanya, teks ini mengikuti metode ilmiah dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan terminologi ilmiah.
  • Eksplanasi Teknis
    Teks eksplanasi teknis menjelaskan proses atau konsep yang berkaitan dengan bidang teknologi atau industri tertentu. Bahasa yang digunakan mungkin lebih teknis dan dapat mencakup istilah-istilah khusus.
  • Eksplanasi Proses
    Jenis teks ini fokus pada penjelasan langkah-langkah atau proses tertentu. Contohnya, penjelasan tentang bagaimana suatu produk dibuat, proses pengolahan makanan, atau langkah-langkah dalam suatu eksperimen.
  • Eksplanasi Konsep
    Teks eksplanasi konsep membahas ide atau konsep tertentu secara mendalam. Ini dapat mencakup konsep-konsep dalam ilmu pengetahuan, matematika, filsafat, atau bidang studi lainnya.
  • Eksplanasi Sosial atau Budaya
    Jenis teks ini menjelaskan fenomena sosial atau budaya. Contohnya, penjelasan tentang adat istiadat, tradisi, norma sosial, atau peristiwa sejarah.
  • Eksplanasi Teknik
    Teks eksplanasi teknik berfokus pada penjelasan tentang bagaimana suatu alat atau teknologi bekerja. Ini dapat melibatkan ilustrasi teknis, diagram, atau skema untuk mempermudah pemahaman.
  • Eksplanasi Konsep Produk atau Layanan
    Dalam konteks bisnis, teks eksplanasi ini dapat menjelaskan konsep di balik produk atau layanan tertentu. Ini mencakup penjelasan fitur, manfaat, dan cara produk atau layanan digunakan.
  • Eksplanasi Matematika
    Teks eksplanasi matematika menyajikan penjelasan tentang konsep atau prosedur matematika. Ini dapat mencakup rumus, langkah-langkah penyelesaian, atau aplikasi dalam konteks nyata.
  • Eksplanasi Alat atau Instrumen
    Jenis teks ini memberikan penjelasan tentang cara menggunakan suatu alat atau instrumen, baik itu alat medis, alat laboratorium, atau instrumen musik.
  • Eksplanasi Kompleksitas
    Teks eksplanasi ini berfokus pada menjelaskan konsep atau fenomena yang kompleks. Biasanya, jenis teks ini ditujukan kepada pembaca yang memiliki pemahaman sebelumnya tentang topik tertentu.
Baca Juga :  Teks Cerpen

Penting untuk diingat bahwa jenis-jenis teks eksplanasi ini dapat saling tumpang tindih, dan suatu teks eksplanasi dapat mencakup beberapa aspek sekaligus. Tujuan utamanya tetap memberikan pemahaman mendalam kepada pembaca tentang suatu topik atau konsep.

Bagian-Bagian Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi umumnya terdiri dari beberapa bagian yang dirancang untuk memberikan penjelasan atau pemahaman mendalam tentang suatu topik. Meskipun struktur dapat bervariasi tergantung pada konteks dan tujuan penulisan, berikut adalah beberapa bagian umum yang sering ditemui dalam teks eksplanasi:

  • Pendahuluan
    Bagian ini memberikan gambaran umum atau pengantar tentang topik yang akan dijelaskan. Pendahuluan mungkin mencakup latar belakang, tujuan penjelasan, atau pengenalan singkat terhadap konsep atau proses yang akan dibahas.
  • Definisi atau Klarifikasi
    Setelah pendahuluan, teks eksplanasi seringkali menyertakan definisi atau klarifikasi istilah atau konsep kunci yang akan dijelaskan. Ini membantu membangun pemahaman dasar pembaca sebelum melibatkan mereka dalam penjelasan lebih lanjut.
  • Penjelasan Utama
    Bagian ini merupakan inti dari teks eksplanasi, di mana penulis memberikan penjelasan rinci tentang topik atau konsep yang menjadi fokus. Informasi disajikan secara terstruktur dan sistematis, dengan langkah-langkah atau bagian-bagian yang menguraikan konsep atau proses.
  • Contoh atau Ilustrasi
    Untuk mendukung penjelasan utama, teks eksplanasi seringkali menyertakan contoh atau ilustrasi konkret. Contoh ini membantu pembaca untuk mengaitkan konsep abstrak dengan situasi atau contoh nyata, sehingga memudahkan pemahaman.
  • Sebab-Akibat
    Jika relevan, teks eksplanasi dapat mencakup bagian yang menjelaskan hubungan sebab-akibat dari suatu fenomena atau proses. Ini memberikan pemahaman mengenai mengapa suatu hal terjadi atau apa konsekuensinya.
  • Pengelompokan atau Klasifikasi
    Beberapa teks eksplanasi dapat mencakup bagian yang mengorganisir informasi menjadi kelompok-kelompok atau kategori tertentu. Ini membantu membawa struktur dan memudahkan pembaca untuk mengingat informasi.
  • Penutup atau Kesimpulan
    Bagian penutup atau kesimpulan merangkum informasi yang telah diberikan dan mengarahkan pembaca kembali kepada pokok-pokok penting dari penjelasan. Kesimpulan juga dapat mencantumkan implikasi atau penerapan dari pengetahuan yang diberikan.
  • Referensi atau Sumber Informasi
    Jika diperlukan, teks eksplanasi dapat mencakup bagian referensi atau sumber informasi. Ini penting terutama jika teks merujuk pada penelitian ilmiah, literatur, atau sumber informasi lainnya.

Struktur teks eksplanasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks tertentu, tetapi prinsip umumnya adalah memberikan informasi secara terstruktur dan mudah dimengerti oleh pembaca.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Kaidah kebahasaan dalam teks eksplanasi melibatkan penggunaan bahasa yang jelas, tepat, dan efektif untuk menyampaikan informasi dengan baik kepada pembaca. Berikut adalah beberapa kaidah kebahasaan yang umumnya diterapkan dalam teks eksplanasi:

  • Bahasa yang Jelas dan Sederhana
    Gunakan bahasa yang jelas dan sederhana agar pembaca dapat dengan mudah memahami penjelasan yang disajikan. Hindari penggunaan istilah atau frase yang kompleks tanpa klarifikasi yang memadai.
  • Definisi dan Klarifikasi Istilah
    Sertakan definisi atau klarifikasi untuk istilah atau konsep yang mungkin tidak dikenal oleh pembaca. Ini membantu membangun pemahaman dasar sebelum melibatkan pembaca dalam penjelasan lebih lanjut.
  • Penggunaan Contoh dan Ilustrasi
    Gunakan contoh atau ilustrasi konkret untuk mendukung penjelasan. Contoh membantu pembaca untuk mengaitkan konsep abstrak dengan situasi atau contoh nyata, sehingga memudahkan pemahaman.
  • Penggunaan Gambar atau Diagram
    Jika memungkinkan, sertakan gambar atau diagram yang mendukung penjelasan. Visualisasi dapat membantu pembaca memahami konsep atau proses dengan lebih baik.
  • Tata Bahasa yang Benar
    Pastikan penggunaan tata bahasa yang benar dan sesuai. Hindari kesalahan tata bahasa, ejaan, dan sintaksis yang dapat mengganggu pemahaman pembaca.
  • Tautan Kata dan Kalimat
    Gunakan tautan kata dan kalimat yang baik untuk menghubungkan bagian-bagian teks. Ini membantu membangun alur logis dan memudahkan pembaca untuk mengikuti penjelasan.
  • Penggunaan Kosakata yang Relevan
    Pilih kosakata yang relevan dengan konteks dan audiens target. Gunakan istilah atau frase yang sesuai dengan tingkat pemahaman pembaca.
  • Kalimat Efektif dan Variatif
    Gunakan kalimat yang efektif dan variasi struktur kalimat untuk menjaga ketertarikan pembaca. Hindari penggunaan kalimat yang monoton atau terlalu panjang.
  • Kohesi dan Kohoransi
    Pastikan kohesi (kesatuan) dan kohoransi (kesinambungan) antara paragraf dan bagian teks. Hal ini memastikan bahwa informasi disajikan secara terstruktur dan berkaitan satu sama lain.
  • Penggunaan Gaya Bahasa yang Sesuai
    Sesuaikan gaya bahasa dengan konteks dan audiens. Pilih antara gaya bahasa formal, semi-formal, atau informal sesuai dengan kebutuhan.
  • Verifikasi Fakta dan Informasi
    Pastikan bahwa fakta dan informasi yang disajikan dapat diverifikasi dan memiliki dasar yang kuat. Hindari menyampaikan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
  • Perhatikan Adegan dan Budaya Pembaca
    Pertimbangkan adegan dan budaya pembaca dalam penggunaan bahasa. Hindari penggunaan istilah atau referensi yang mungkin tidak dikenal atau kurang sesuai dengan latar belakang pembaca.
Baca Juga :  30 Contoh Paragraf Klasifikasi: Pengertian, Ciri, Struktur dan Pola Pengembangannya

Penerapan kaidah kebahasaan ini membantu menciptakan teks eksplanasi yang mudah dimengerti, informatif, dan sesuai dengan kebutuhan pembaca.

Langkah-Langkah Menyusun Teks Eksplanasi

Menyusun teks eksplanasi memerlukan perencanaan yang matang agar informasi dapat disampaikan dengan jelas dan efektif. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat membantu Anda dalam menyusun teks eksplanasi:

  • Pilih Topik
    Tentukan topik yang akan dijelaskan. Pastikan topik tersebut sesuai dengan kebutuhan dan minat audiens target.
  • Identifikasi Tujuan
    Tentukan tujuan dari teks eksplanasi. Apakah tujuannya untuk memberikan pemahaman mendalam, mengajarkan suatu konsep, atau menjelaskan suatu proses?
  • Kenali Audiens
    Ketahui siapa audiens target yang akan membaca teks eksplanasi Anda. Pertimbangkan tingkat pengetahuan mereka tentang topik tersebut dan sesuaikan bahasa dan pendekatan Anda.
  • Rencanakan Struktur
    Atur struktur teks dengan merencanakan bagian-bagian utama, seperti pendahuluan, definisi atau klarifikasi, penjelasan utama, contoh, dan kesimpulan. Pastikan ada alur logis antara bagian-bagian tersebut.
  • Kumpulkan Informasi
    Kumpulkan informasi yang diperlukan untuk mendukung penjelasan Anda. Gunakan sumber yang terpercaya dan relevan dengan topik yang dibahas.
  • Tentukan Gaya Bahasa
    Pilih gaya bahasa yang sesuai dengan konteks dan audiens. Apakah teks akan menggunakan gaya bahasa formal, semi-formal, atau informal tergantung pada tujuan dan sifat informasi yang disampaikan.
  • Gunakan Bahasa yang Jelas dan Sederhana
    Gunakan bahasa yang jelas, sederhana, dan mudah dimengerti. Hindari istilah yang kompleks tanpa klarifikasi yang memadai.
  • Sertakan Definisi atau Klarifikasi
    Pastikan untuk menyertakan definisi atau klarifikasi untuk istilah atau konsep yang mungkin tidak dikenal oleh pembaca.
  • Sajikan Penjelasan Utama
    Sajikan penjelasan utama dengan langkah-langkah atau bagian-bagian yang terstruktur. Jelaskan konsep atau proses dengan detail dan jelas.
  • Tambahkan Contoh atau Ilustrasi
    Dukung penjelasan dengan contoh atau ilustrasi konkret. Contoh membantu pembaca mengaitkan konsep dengan situasi atau contoh nyata.
  • Jelaskan Hubungan Sebab-Akibat
    Jika relevan, jelaskan hubungan sebab-akibat untuk memberikan pemahaman mengenai mengapa suatu hal terjadi atau apa konsekuensinya.
  • Gunakan Tautan Kata dan Kalimat
    Gunakan tautan kata dan kalimat yang baik untuk menghubungkan bagian-bagian teks. Ini membantu membangun alur logis dan memudahkan pembaca untuk mengikuti penjelasan.
  • Riview dan Perbaiki
    Lakukan revisi dan perbaikan pada teks. Pastikan informasi disajikan dengan jelas, tidak ada kesalahan tata bahasa, dan keseluruhan teks bersifat koheren dan kohesif.
  • Ajukan Pertanyaan
    Setelah menyusun teks, pertimbangkan untuk menyertakan pertanyaan-pertanyaan yang dapat merangsang pemikiran atau memotivasi pembaca untuk lebih memahami topik.
  • Pertimbangkan Umpan Balik
    Mintalah umpan balik dari rekan sejawat atau teman untuk mendapatkan perspektif tambahan. Perhatikan saran atau perbaikan yang dapat meningkatkan kualitas teks.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat menyusun teks eksplanasi yang informatif, mudah dimengerti, dan sesuai dengan kebutuhan pembaca Anda.

Contoh Teks Eksplanasi

Gerhana bulan merupakan satu di antara fenomena alam yang sering kita jumpai. Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Hal itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Hal ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya, pada saat gerhana, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, atau cokelat.

Ketika bayangan bumi menutupi sebagai atau seluruh penampang bulan, maka pada saat itulah akan terjadi gerhana bulan. Terutama saat bumi menempati posisi di antara matahari dan bulan sehingga berada pada satu garis lurus yang sama, yang kemudian membuat sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena dihalangi oleh posisi bumi saat itu.

Contoh Kerangka Teks Eksplanasi

Topik : Pengamen yang dipandang negatif oleh masyarakat

Tujuan : Untuk mengetahui penyebab dan alasan munculnya pandangan dan pendapat negatif oleh masyarakat terhadap pengamen

Tema : Stigma negatif seniman jalanan (pengamen)

Kerangka isi teks eksplanasi :

  • Pengertian pengamen
  • Faktor penyebab pengamen dipandang negatif oleh masyarakat
  • Ragam latar belakang pengamen
  • Pendapat masyarakat terhadap pengamen
  • Public figure yang pernah berprofesi sebagai pengamen
  • Pola penyelesaian stigma negatif terhadap pengamen jalanan

Kesimpulan

Teks eksplanasi adalah jenis teks yang bertujuan untuk memberikan penjelasan atau pemahaman mendalam tentang suatu topik atau konsep tertentu. Teks ini dirancang untuk memberikan informasi secara sistematis, jelas, dan mudah dipahami kepada pembaca.

Demikianlah pembahasan mengenai Teks Eksplanasi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.