√ Resesi : Pengertian Resesi, Akibat, Penyebab, Dampak Dan Cara Mengatasinya

Posted on

√ Resesi : Pengertian Resesi, Akibat, Penyebab, Dampak Dan Cara Mengatasinya

Resesi – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Resesi yang akan meliputi pengertian resesi, akibat , penyebab , dampak serta cara mengatasinya. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya.

Pengertian Resesi

Dalam ilmu ekonomi Makro, Resesi atau yang disebut dengan kemerosotan yaitu  suatu keadaan dimana produk domestik bruto ( GDP ) menurun atau ketika  pertumbuhan ekonomi ini bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

Resesi bisa  menyebabkan menurunnya secara simultan di semua kegiatan ekonomi misalnya lapangan kerja, investasi, dan juga keuntungan perusahaan. Resesi biasanya di asosiasikan dengan turunnya harga ( deflas i), ataupun  kebalikannya, meningkatnya harga secara drastis ( inflasi ) dalam proses yang disebut sebagai stagflasi. Resesi ekonomi yang berjalan dalam waktu lama dinamakan dengan depresi ekonomi. Penurunan drastis tingkat ekonomi ( seringkali karena sebab depresi parah, atau hiperinflasi ) yang dinamakan dengan kebangkrutan ( economy collapse )

Akibat Resesi

Gejala kongjuntur utamanya dirasakan pada  suatu negara industri yang sistem ekonominya secara bebas atau mixed. Hal ini dikarenakan adanya reaksi dunia bisnis lebih cepat dan  juga sensitif, sedangkan permintaan masyarakat lebih elastis. Akan Tetapi Indonesia juga merasakan akibatnya, jika  di luar negeri terjadi resesi. Seperti contohnya pada  tahun 1979 – 1980 perekonomian dunia mengalami resesi melalui aktivitas atau kegiatan  impor ekspor, tentu saja  hal ini berpengaruh terhadap kondisi ekonomi dalam negeri.

Baca Juga  Perusahaan Perseorangan : Pengertian, Ciri, Kelebihan Dan Kekuranganya Beserta Contoh

Dibawah ini adalah beberapa akibat resesi internasional pada perekonomian Indonesia, antara lain sebagai berikut :

  • Harga minyak bumi tidak dapat naik justru semakin menurun
  • Banyak komiditi ekspor yang mulai mengalami harga turun serta  jumlah eksport terkena dan juga komoditi  yang lainnya seperti lada, kopi, tapioka, rotan, bijih nikel, bauksit, dan  yang lain sebagainya terlihat menurun dari segi harganya.
  • Nilai hasil ekspor nonmigas dalam ukuran nyata dapat di sebut akan menurun sedikit dan mempunyai  kecenderungan akan berjalan terus.
  • Hasil ekspor barang industri seperti tekstil juga mengalami kendala karena  proteksionisme di luar negeri.
  • Resesi duna masih berlanjut, baik di negara Amerika ataupun Eropa dan Jepang. Akibat dari permintaan terhadap barang ekspor Indonesia tidak meningkat, bahakn menurun.
  • Tingkat bunga di Amerika tinggi. Hal ini dapat mengakibatkan dolar kembali ke Amerika, kedudukan $ yang tinggi daripada rupiah, ekspor Indonesia menjadi lebih berat untuk bersaing di pasar luar negeri.
  • Menurunnya harga minyak merupakan suatu pukulan  yang berat untuk perekonomian Indonesia, dana untuk pembangunan, yang dulu diambil dari penerimaan migas, sangat menurun.
  • Ekspor non migas juga terkena imbasnya, tidak meningkat seperti apa yang diharapkan belum dapat  untuk mengimbangi kerugian karena menurunnya harga minyak
  • Cabang industri dalam negeri yang menurun antara lain pada industri tekstil, otomotif, elektronika, bangunan ataupun

Penyebab Resesi Ekonomi Indonesia

Indonesia pada dasarnya merupakan korban dari resesi yang mengguncang Amerika sebagai raksasa dunia. Pengaruh  dari resesi Amerika masuk ke Indonesia dengan  melalui bursa efek dan sektor riil. Lewat jalan sektor riil, Amerika merupakan  negara yang menyerap hingga 10% Indonesia atau terbesar nomor dua setelah  Jepang. Hal ini tentunya  akan mengganggu jumlah ekspor Indonesia dan juga meruntuhkan perusahaan di Indonesia yang menggantungkan terhadap sektor Ekspor ke Amerika. Lemahnya ekspor akan menekan produksi di sektor riil, yang selanjutnya bisa  menekan sektor keuangan.

Baca Juga  √ Levearge : Pengertian Leverage, Jenis, Tujuan dan Manfaatnya

Dampak Resesi Ekonomi untuk Indonesia

Pada umumnya, terdapat tiga dampak atau pengaruh krisis keuangan global terhadap  Indonesia, antara lain sebagai berikut :

  • Tidak stabilnya kurs dollar akan langsung memukul menjadikan kurs dolar akan menyebabkan rupiah menjadi melemah dan juga akan memukul pada sektor ekspor impor Indonesia.
  • Dari sisi tingkat suku bunga, dengan ketidakstablan dolar ini, suku bunga juga akan meningkat karena Bank Indonesia akan menarik rupiah ke dalam. Dampaknya  maka akan terjadi inflasi akan tinggi. Dampak kepada bank syariah yaitu menjadi kurang kompetitif.
  • Gabungan kurs dolar tinggi serta suku bunga baik berdampak dua hal. Investai pada sektor ini dalam akan ada yang batal. Akibat yang  lainnya adalah  investasi pada saham. Banyak orang yang keluar dari bisnis saham pasar modal.

Diawal krisis yang berimbas yaitu bursa efek Indonesia yang runtuh. Pada saat  bursa di Amerika dan Eropa turun hingga  4%, Indonesia terpangkas dua kali lipatnya bahkan hingga  10%. Transmisi dampaknya ke sektor riil mungkin akan lebih parah pada saat rupiah melemah terhadap dolar As. Kalangan pengusaha akan kesulitan likuiditas. Akibat yang mungkin terjadi juga Indonesia akan di jadikan sasaran dumping barang ekspor dari negara lain. Jika  barang yang semula akan di ekspor ke AS lalu, batal karena terjadi resesi, maka yang harus di khawatirkan yaitu  apabila  masuknya barang tersebut ke Indonesia yang  dilakukan secara ilegal.

Cara Mengatasi Resesi Ekonomi

Dampak  dari resesi ekonomi akan berimbas terhadap neraca pembayaran dari sisi ekspor maupun impor, serta pengaruh pada pasar saham serta pasar uang. Akan tetapi , dari beberapa dampak yang dapat di indentifikasi, pemerintah sudah  melakukan berbagai kebijakan fiskal. Kebijakan tersebut  antara lain adalah penurunan bea masuk, pemberian subsidi serta  menciptakan insentif agar  perusahaan atau sektor usahanya tidak terbebani terlalu besar.

Baca Juga  √ Branding :  Pengertian, Unsur, Jenis, Tujuan, dan Manfaatnya

Sedangkan di bidang moneter keputusan yang diambil oleh  Bank Indonesia ( BI ), yaitu  mempertahankan suku bunga acuan BI rate pada level 9,5. Hal ini dilakukan BI agar dapat  meraih keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan usaha menjaga stabilitas moneter. Di Indonesia, tekanan inflasi mulai mereda, walaupun  laju inflasi masih cukup tinggi mencapai 11,77 % year on year. BI tidak mengubah BI rate dengan memprioritaskan menahan ekspektasi inflasi serta menjaga kurs rupiah agar  tidak melemah makin dalam.

Demikianlah ulasan di atas mengenai √ Resesi : Pengertian Resesi, Akibat, Penyebab, Dampak Dan Cara Mengatasinya Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian , jangan lupa simak terus artikel kami yang lainnya , sekian dan terimakasih.