Pengertian Diksi: Fungsi, Tujuan, Jenis, Ciri dan Contohnya

Posted on

Pengertian Diksi – Lantas apa itu diksi? Nah agar kalian tahu mengenai Diksi yang dimana meliputi Pengertian diksii, fungsi diksi, manfaat diksi dan jenis diksi, maka kali ini kami akan memberikan pembahasan secara lengkap dibawah ini.

Diksi adalah pilihan kata di dalam tulisan yang biasa digunakan untuk menggambarkan suatu cerita atau memberi makna cocok bersama permintaan penulis.

Menurut KBBI, diksi adalah pilihan kata yang tepat serta cocok dan mempunyai tujuan supaya pembaca bisa menyadari teks di dalam tulisan.

Dalam tiap tiap penulisan kalimat, tetap butuh diksi. Pemilihan kata atau diksi ini perlu untuk merangkai kata, kesesuaian di dalam kata-kata serta menambahkan ekspresi terhadap kata-kata penulis.

Diksi bisa menentukan tipe bhs terhadap suatu tulisan. Setiap kalimat, paragraf bahkan wacana butuh tipe bahasa. Gaya bhs yang dibentuk oleh diksi bisa membentuk kejujuran, kesopanan, tingkat keresmian berasal dari suatu tulisan dan bahkan suasana. Agar lebih jelas, selanjutnya pengertian, jenis, fungsi, dan ciri-ciri berasal dari diksi.

Apa Itu Diksi?

Pengertian diksi ialah suatu pilihan kata yang tepat dan selaras dengan penggunaannya dalam menyampaikan sebuah gagasan atau cerita yang meliputi gaya bahasa, ungkapan, pilihan kata dan lain-lain, sehingga didapatkan efek sesuai dengan yang diinginkan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diksi adalah pilihan kata yang pas dan juga seirama di dalam penggunaannya. Diksi digunakan oleh penulis untuk mengutarakan suatu ide sehingga meraih efek tertentu, cocok yang diharapkan oleh penulis.

Dari pengertian diksi menurut KBBI tersebut, dapat dipahami bahwa diksi adalah penentuan kata yang cocok dan dipakai untuk memilih kata sehingga dapat mengutarakan ide tertentu.

Dalam puisi, diksi digunakan oleh penyair untuk meraih makna tertentu. Sehingga, diksi tidak hanya pilihan kata saja bakal namun terhitung digunakan untuk melukiskan suatu cerita dan bahkan memberi makna. Diksi terhitung meliputi ungkapan dan gaya bahasa.

Hal inilah yang bakal membantu lawan berkata maupun pembaca lebih gampang di dalam jelas pesan yang berusaha Grameds sampaikan. Untuk capai tujuan berasal dari pemanfaatan diksi inilah, maka penulis kudu dapat memilih diksi yang pas dan lazim. Diksi yang tidak pas dapat mengakibatkan perbedaan pesan dan makna di dalam tulisan.

Baca Juga :  Wacana: Pengertian, Jenis, Ciri, Contoh Dan Keutuhannya

Dalam karya tulis, diksi terhitung di dalam pembahasan aspek kata di dalam sajak yang meliputi konotasi, denotasi, semantik, morfologi dan etimologi. Penerapan diksi yang paling basic merupakan pengungkapan ide penulis.

Selain itu, pemanfaatan diksi yang pas terhitung dapat diterapkan kala berkata di depan publik dan juga beragam macam karya tulis. Ketepatan diksi dapat terpengaruh oleh kebolehan pengguna bahasa yang mengenai dengan kebolehan untuk menguasai, memahami, jelas dan memanfaatkan sejumlah kosakata.

Pengertian Diksi Menurut Para Ahli

Nah agar lebih memahami apa arti diksi, maka kita bisa merujuk kepada pendapat beberapa ahli. Nah berikut ini ialah pengertiian diksi menurut para ahli yaitu:

  • Menurut Keraf (2008: 22-23)
    Diksi adalah pilihan kata atau diksi jauh lebih luas dari apa yang dipantulkan oleh hubungan kata-kata itu dan istilah ini bukan saja dipergunakan untuk menyatakan kata-kata mana yang dipakai untuk mengungkapkan suatu ide atau gagasan, tetapi juga meliputi fraseologi, gaya bahasa, dan ungkapan.
  • Menurut Harimurti
    Menurut Harimurti (1993:44) bahwa pengertian diksi adalah pilihan kata dan kejelasan lafal untuk memperoleh efek yang tertentu dalam berbicara didepan umum atau dalam karang mengarang.
  • Menurut Enre (1988: 102)
    Menjelaskan bahwa diksi ialah pilihan kata dan penggunaan kata secara tepat untuk mewakili pikiran dan perasaan yang ingin dinyatakan dalam pola suatu kalimat.
  • Menurut Achmadi (1990: 136)
    Memberikan definisi diksi adalah seleksi kata-kata untuk mengekspresikan ide atau gagasan dan perasaan.
  • Menurut Widyamartaya
    Menurut Widyamartaya definisi diksi yakni merupakan kemampuan seseorang dalam membedakan secara tepat suatu nuansa-nuansa makna yang tepat dengan gagasan yang disampaikannya, dan kemampuan tersebut yang sesuai dengan kehendak dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat dan pendengar atau pembaca.

Fungsi Diksi

Mengacu pada pengertian diksi diiatas, fungsi diksi ialah agar pemilihan kata dan cara penyampainnya dapat dilakukan dengan tepat sehingga orang lain mengerti mengenai maksud yang disampaikan.

Diksi juga berfungsi untuk memperindah suatu kalimat, misalnya diksi dalam suatu cerita, dengan diksi yang baik maka penyampaian cerita dapat dilakukan secara runtut, menjelaskan tokoh-tokoh, mendeskripsikan latar dan waktu dan lain sebagainya.

Secara umum, berikut ini adalah fungsi diksi, yakni :

  • Membantu audiens/ pembaca mengerti apa yang disampaikan penulis atau pembicara.
  • Menciptakan aktivitas komunikasi yang lebih efektif dan efisien.
  • Menyampaikan gagasan atau ide dengan tepat.
  • Menjadi lambang ekspresi yang ada pada suatu gagasan.
Baca Juga :  Pengertian Klausa

Tujuan Diksi

Tujuan pemanfaatan diksi adalah untuk meraih keindahan supaya dapat menambah kekuatan ekspresivitas. Sebuah kata tentu saja akan lebih tahu mengekspresikan ide penulisan kalau kata yang digunakan tepat, detil dan sesuai. Diksi digunakan untuk menghaluskan kata atau kalimat supaya jadi lebih indah.

Jenis-Jenis Diksi dan Contohnya

Secara umum diksi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu diksi berdasarkan maknanya dan diksi berdasarkan leksikal. Berikut penjelasannya:

Jenis-Jenis Diksi

Diksi Berdasarkan Maknanya

Adapun diksi berdasarkan maknanya diantaranya yaitu:

Makna Denotatif

Yang dimaksud dengan denotatif adalah makna yang sebenarnya dari suatu kata atau kalimat. Berikut ini contoh diksi bermakna denotatif:

  • Ryan sering “kerja keras” untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik.
  • Robby adalah seorang yang “gemar membantu”, dia disukai banyak orang.
  • Carla berinvestasi sejak dulu, sekarang ia mendapatkan “keuntungan melimpah”
Makna Konotatfi

Konotatif adalah kata atau kalimat yang memiliki arti bukan sebenarnya. Berikut ini contoh diksi dengan makna konotatif:

  • Rio harus “membanting tulang” untuk menghidupi keluarganya.
  • Hanny adalah seorang “kutu buku”, itu sebabnya ia banyak tahu tentang berbagai hal
  • Romeo suka berinvestasi sejak dulu, tahun ini ia mendapat “durian runtuh”.

Diksi Berdasarkan Leksikal

Adapun diksi berdasarkan leksikal diantaranya yaitu:

Sinonim

Sinonim adalah kata yang mempunyai arti yang sama dengan kata lain. Berikut ini contoh sinonim,

  • Bahagia = Senang
  • Matahari = Mentari
  • Cantik = Elok
  • Lezat = Enak
  • Pintar = Pandai
Antonim

Antonim adalah kata yang memiliki arti berlawanan dengan kata lain. Berikut contoh antonim:

  • Naik x Turun
  • Besar x Kecil
  • Banyak x Sedikit
  • Tinggi x Rendah
  • Gelap x Terang
  • Cepat x Lambat
  • Bagus x Jelek
  • Mahal x Murah
Homonim

Homonim adalah kata yang memiliki lafal dan ejaan yang sama namun artinya berbeda satu sama lain. Berikut contoh homonim,

  • Bulan itu terlihat bulat penuh malam ini
  • Semua karyawan mendapatkan gaji setiap bulan

Kata bulan pada kedua kalimat tersebut memiliki arti yang berbeda walaupun ejaan dan lafalnya sama.

Homofon

Homofon adalah kata yang memiliki ejaan dan makna yang berbeda, namun lafal sama. Berikut contoh homofon,

  • Anton menabung uangnya di Bank secara rutin
  • Bang Anton bekerja di perusahaan pembiayaan

Kata “Bank” dan “Bang” pada kalimat di atas memiliki lafal yang sama, namun ejaan dan maknanya berbeda.

Homograf

Homograf adalah kata yang memiliki lafal dan arti yang berbeda, namun ejaannya sama. Berikut contoh homograf,

  • Makanan favorit wanita itu adalah tahu goreng
  • Wanita itu tidak tahu kalau hari ini libur
Baca Juga :  Proposal : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Unsur, Sistem Penulisan Dan Macamnya

Kata “Tahu” pada kalimat di atas ejaannya sama, tapi memiliki arti yang berbeda.

Polisemi

Polisemi adalah kata yang memiliki lebih dari satu arti. Berikut contoh polisemi,

  • Para nasabah yang menabung di Bank akan mendapat bunga setiap bulan
  • Andini adalah salah satu bunga desa yang paling cantik

Kata “Bunga” pada kalimat di atas memiliki arti yang berbeda walaupun menggunakan kata yang sama.

Hipernim dan Hiponim

Hipernim adalah kata yang dapat mewakili banyak kata lainnya. Sedangkan arti hiponim adalah kata yang dapat terwakili oleh kata hipernim.

Berikut contoh hipernim dan hiponim,

  • Di kebun binatang itu terdapat banyak binatang liar, misalnya gajah, singa, buaya, rusa, kuda, dan lain-lain.

Pada kalimat di atas, binatang liar merupakan hipernim dan kata hiponim-nya : gajah, singa, buaya, rusa, kuda, dan lain-lain.

Ciri-ciri Diksi

Menurut buku Apresiasi Puisi (Teori dan Aplikasi), dijelaskan bahwa diksi memiliki ciri-ciri yang meliputinya sebagai berikut ini.

  • Diksi digunakan sebagai pemilihan kata untuk mengungkapkan gagasan atau hal yang diamanatkan oleh penulis.
  • Dapat digunakan untuk membedakan nuansa makna dengan bentuk yang sesuai terhadap situasi, gagasan serta nilai rasa pembaca.
  • Menggunakan perbendaharaan kata yang didapatkan oleh masyarakat, bahasa yang digunakan dapat menggerakan atau memberdayakan kekayaan menjadi suatu kata yang jelas.

Selain ketiga ciri dari diksi tersebut, ada beberapa syarat ketepatan yang perlu diperhatikan. Menurut Gorys Keraf, berikut adalah syarat ketepatan diksi.

  • Menggunakan kata konotasi dan denotasi dengan cermat dalam sebuah tulisan.
  • Menggunakan kata sinonim atau kata yang sama atau hampir sama maknanya dengan cermat dalam sebuah tulisan untuk mengungkapkan gagasan.
  • Dapat membedakan kata yang memiliki ejaan mirip, tetapi makna sama.
  • Menggunakan kata kerja pada kata depan dan harus secara idiomatis.
  • Mampu membedakan kata khusus serta umum dalam suatu tulisan seperti pidato, sehingga ketepatan diksi dapat terjamin.
  • Memperhatikan pemilihan kata atau diksi dengan tepat secara berkelanjutan pada suatu tulisan maupun pidato.

Kesimpulan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diksi adalah pilihan kata yang tepat serta selaras dalam penggunaannya. Diksi digunakan oleh penulis untuk mengungkapkan suatu gagasan sehingga mendapatkan efek tertentu, sesuai yang diharapkan oleh penulis.

Dari pengertian diksi menurut KBBI tersebut, dapat dipahami bahwa diksi adalah pemilihan kata yang sesuai dan dipakai untuk memilih kata sehingga dapat mengungkapkan gagasan tertentu.

Demikianlah pembahasan mengenai Diksi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.