Model Pembelajaran

Posted on

Model Pembelajaran – Lantas apa yang dimaksud dengan Model Pembelajaran? Model pembelajaran ialah kerangka kerja yang memberikan gambaran sistematis untuk melaksanakan pembelajaran agar membantu belajar siswa dalam tujuan tertentu yang ingin dicapai. Artinya model pembelajaran merupakan gambaran umum namun tetap mengerucut pada tujuan khusus.

Hal tersebut membuat model pembelajaran berbeda dengan metode pembelajaran yang sudah menerapkan langkah atau pendekatan pembelajaran yang justru lebih luas lagi cakupannya.

Definisi diatas senada dengan pendapat Suprihatiningrum (2013, hlm. 145) yang menyatakan bahwa model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur pembelajaran dengan sistematis untuk mengelola pengalaman belajar siswa agar tujuan belajar tertentu yang diinginkan bisa tercapai.

Nah untuk dapat memperkuat pengertian model pembelajaran berikut ini adalah beberapa pengertian model pembelajaran menurut para ahli berikut ini.

Pengertian Model Pembelajaran Menurut Para Ahli

Adapun pengertian model pembelajaran menurut para ahli diantaranya yaitu:

  • Trianto
    Menurut Trianto (2010, hlm. 51) Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial.”
  • Saefuddin Dan Berdiati
    Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan sistem belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran (Saefuddin Dan Berdiati, 2014, hlm. 48).
  • Sukmadinata Dan Syaodih
    Model pembelajaran merupakan suatu rancangan (desain) yang menggambarkan proses rinci penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran agar terjadi perubahan atau perkembangan diri peserta didik (Sukmadinata Dan Syaodih, 2012, hlm. 151).
  • Joyce Dan Weil
    Joyce Dan Weil dalam Rusman (2014, hlm. 144) berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang bahkan dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau lingkungan belajar lain.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli diatas terlihat adanya kesamaan ciri khusus yang menyelubungi semua pengertian model pembelajaran. Ciri khusus tersebut adalah adanya pola atau rencana yang sistematis.

Nah untuk memastikan keberadaan ciri tersebut maka berikut ialah ciri atau karakteristik yang dimiliki model pembelajaran jika dibandingkan dengan ilmu pelaksanaan dan perancangan pembelajaran lain.

Ciri Ciri Model Pembelajaran

Menurut Kardi dan Nur dalam Ngalimun (2016, hlm. 7-8) model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yang membedakan dengan strategi, metode atau prosedur. Ciri-ciri tersebut diantaranya yaitu:

  • Model pembelajaran merupakan rasional teoretik logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya.
  • Berupa landasan pemikiran mengenai apa dan bagaimana peserta didik akan belajar (memiliki tujuan belajar dan pembelajaran yang ingin dicapai).
  • Tingkah laku pembelajaran yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil; dan lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai.
Baca Juga :  Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

Sedangkan menurut Hamiyah dan Jauhar (2014, hlm. 58) ciri-ciri model pembelajaran ialah sebagai berikut:

  • Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar tertentu.
  • Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu.
  • Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan kegiatan pembelajaran di kelas.
  • Memiliki perangkat bagian model.
  • Memiliki dampak sebagai akibat penerapan model pembelajaran baik langsung maupun tidak langsung.

Fungsi Model Pembelajaran

Fungsi model pembelajaran adalah pedoman dalam perancangan hingga pelaksanaan pembelajaran. Pernyataan tersebut sejalan dengan pendapat Trianto (2010, hlm. 53) yang mengemukakan bahwa fungsi model pembelajaran ialah sebagai pedoman bagi perancang pengajar dan para guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Oleh karena itu pemilihan model sangat dipengaruhi sifat dari materi yang akan dibelajarkan, tujuan (kompetensi) yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut serta tingkat kemampuan peserta didik.

Ihwal sifat dan materi yang dibelajarkan tersebut, model pembelajaran juga dapat dikategorikan berdasarkan beberapa jenis yang sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Manfaat Model Pembelajaran

Adapun manfaat model pembelajaran diantaranya yaitu:

Bagi Guru

  • Memudahkan dalam melaksanakan tugas pembelajaran sebab telah jelas langkah-langkah yang akan ditempuh sesuai dengan waktu yang tersedia, tujuan yang hendak dicapai, kemampuan daya serap siswa, serta ketersediaan media yang ada.
  • Dapat dijadikan sebagai alat untuk mendorong aktifitas siswa dalam pembelajaran.
  • Memudahkan untuk melakukan analisa terhadap perilaku siswa secara personal maupun kelompok dalam waktu relative singkat.
  • Dapat membantu guru pengganti untuk melanjutkan pembelajaran siswa secara terarah dan memenuhi maksud dan tujuan yang sudah ditetapkan (tidak sekedar mengisi kekosongan).
  • Memudahkan untuk menyusun bahan pertimbangan dasar dalam merencanakan Penelitian Tindakan Kelas dalam rangka memperbaiki atau menyempurnakan kualitas pembelajaran.

Bagi Siswa

  • Kesempatan yang lebih luas untuk berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran.
  • Memudahkan siswa untuk memahami materi pembelajaran.
  • Mendorong semangat belajar serta ketertarikan mengikuti pembelajaran secara penuh.
  • Dapat melihat atau membaca kemampuan pribadi dikelompoknya secara objektif.

Bagi Supervisor

  • Dapat dijadikan bahan kajian pelaksanaan tugas guru dan merumuskan bentuk layanan bantuan supervisi.
  • Dapat dijadikan sebagai bahan diskusi dalam mengidentifikasi masalah pengajaran dan mendeskripsikan alternativ pemecahan masalah yang dapat dilakukan.

Jenis Jenis Model Pembelajaran

Menurut Joyce dan Weil dalam buku Suprihatiningrum (2013, hlm. 186) model-model mengajar (pembelajaran) terbagi menjadi empat kategori sebagai berikut:

Information Processing Model (Model Pemrosesan Informasi)

Model ini menekankan pada pengolahan informasi dalam otak sebagai aktivitas mental siswa. Model ini akan mengoptimalkan daya nalar dan daya pikir siswa melalui pemberian masalah yang disajikan oleh guru.

Tugas siswa adalah memecahkan masalah-masalah tersebut. Model ini menerapkan teori belajar behavioristik dan kognitivistik. Ada tujuh model yang termasuk dalam rumpun ini yakni :

  • Inductive thinking model (model berpikir induktif) yang dikembangkan oleh Hilda Taba.
  • Inquiry training model (model pelatihan inkuiri/penyingkapan/penyelidikan) yang dikembangkan oleh Richard suchman.
  • Scientific inquiry (penyelidikan ilmiah) yang dikembangkan oleh Joseph J. Schwab.
  • Concept attainment (pencapaian konsep) oleh Jerome Bruner.
  • Cognitive growth (pertumbuhan kognitif) dikembangkan oleh Jean Piaget.
  • Advance organizer model (model pengatur/penyelenggaraan tingkat lanjut) oleh David Ausubel.
  • Memory (daya ingat) oleh Harry Lorayne).

Personal Model (Model Pribadi)

Sesuai dengan namanya, model mengajar dalam rumpun ini berorientasi kepada perkembangan diri individu. Implikasi model ini dalam pembelajaran adalah guru harus menyediakan pembelajaran sesuai dengan minat, pengalaman, dan perkembangan mental siswa.

Model-model mengajar dalam rumpun ini sesuai dengan paradigma student centered atau pembelajaran yang berpusat pada siswa/peserta didik.

Social Interaction Model (Model Interaksi Sosial)

Rumpun model mengajar social interaction model menitikberatkan pada proses interaksi antar individu yang terjadi dalam kelompok. Model-model mengajar disetting dalam pembelajaran berkelompok. Model ini mengutamakan pengembangan kecakapan individu dalam berhubungan dengan orang lain.

Baca Juga :  Rumah Adat Jawa Tengah

Behavioral Model (Model Perilaku)

Rumpun model ini sesuai dengan teori belajar behavioristik. Pembelajaran harus memberikan perubahan pada perilaku si pembelajar ke arah yang sejalan dengan tujuan pembelajaran.

Kemudian, perubahan yang terjadi harus dapat diamati. Sehingga, guru dapat menguraikan langkah-langkah pembelajaran yang konkret dan dapat diamati dalam upaya evaluasi perkembangan peserta didiknya.

Macam Macam Model Pembelajaran

Menurut Hamdayama (2016, hlm. 132-182) macam-macam model pembelajaran adalah sebagai berikut:

Model Pembelajaran Inquiry

Model inquiry (inkuiri) memakai rangkaian aktivitas pembelajaran yang mengutamakan sistem berpikir secara kronis dan juga analitis kepada peserta didik supaya mencari dan menemukan sendiri jawaban berasal dari suatu persoalan yang dipertanyakan secara independen melalui penyelidikan ilmiah.

Model Pembelajaran Kontekstual

Merupakan model bersama dengan rencana belajar yang menyebabkan guru untuk mengaitkan antara materi yang diajarkan bersama dengan suasana dunia nyata. Prinsip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas peserta didik, peserta didik melakukan dan mengalami, tidak cuma monoton dan mencatat.

Model mengajar ini juga mampu mengembangkan kapabilitas sosial peserta didik gara-gara dihadapkan terhadap suasana dunia nyata. Ada tujuh komponen utama berasal dari pembelajaran kontekstual yang membuatnya khas terkecuali dibandingkan bersama dengan model yang lain, yakni:

  • Kontruktivisme, mendorong peserta didik supaya mampu mengkonstruksi pengetahuannya melalui pengamatan dan pengalaman;
  • Inquiry, didasarkan terhadap penyingkapan, penyelidikan atau pencarian dan penelusuran;
  • Bertanya, sebagai refleksi berasal dari keingintahuan setiap individu;
  • Learning community, dilaksanakan bersama dengan menyebabkan grup belajar;
  • Modeling, bersama dengan memperagakan sesuatu sebagai semisal yang mampu ditiru oleh peserta didik;
  • Refleksi, sistem pengkajian pengalaman yang sudah dipelajari;
  • Penilaian nyata, sistem yang dilaksanakan guru untuk mengumpulkan Info tentang pertumbuhan belajar peserta didik.

Model Pembelajaran Ekspositori

Ekspositori adalah pembelajaran yang mengutamakan terhadap sistem penyampaian materi secara verbal berasal dari seorang guru kepada grup peserta didik supaya peserta didik mampu menguasai materi secara optimal.

Dalam model pengajaran ekspositori seorang pendidik kudu memberi tambahan penjelasan atau menerangkan kepada peserta didik bersama dengan langkah berceramah. Sehingga menyebabkan arah pembelajarannya monoton gara-gara sangat ditentukan oleh kepiawaian ceramah guru.

Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Nama lainnya didalam bhs inggris adalah Problem based learning yang mampu diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang mengutamakan para sistem penyelesaian persoalan yang dihadapi secara ilmiah. Pemecahan persoalan jadi langkah utama didalam model ini.

Model Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif adalah kerangka konseptual rangkaian aktivitas belajar yang dilaksanakan oleh peserta didik didalam kelompok-kelompok spesifik untuk meraih obyek pembelajaran yang sudah dirumuskan. Kelompok-kelompok tersebut bekerja mirip untuk meraih obyek pembelajaran.

Model pembelajaran PAIKEM

Merupakan singkatan berasal dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan. Pembelajaran ini dirancang supaya menyebabkan anak lebih aktif mengembangkan kreativitas supaya pembelajaran mampu terjadi secara efektif, optimal, dan terhadap kelanjutannya merasa lebih menyenangkan.

Model Pembelajaran Kuantum (Quantum Learning)

Kerangka rencana didalam pembelajaran kuantum adalah TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan). Komponen utama pembelajaran kuantum mampu berupa:

  • Peta rencana sebagai tehnik belajar efektif;
  • Teknik memori, adalah tehnik memasukkan Info ke didalam otak cocok bersama dengan langkah kerja otak;
  • Sistem pasak lokasi;
  • Teknik akrostik, tehnik menghafal bersama dengan langkah menyita huruf depan berasal dari materi yang inginkan diingat sesudah itu menggabungkannya.

Intinya metode pembelajaran ini memakai beragam langkah untuk menyebabkan pembelajaran menerap dan dimengerti bersama dengan gampang oleh peserta didik. Caranya mampu sangat interaktif dan melibatkan peserta didik didalam aktivitas langsung untuk mendemonstrasikan materi diiringi perayaan layaknya yel motivasi.

Model Pembelajaran Terpadu

Merupakan model yang mampu melibatkan sebagian mata pelajaran sekaligus supaya memberi tambahan pengalaman belajar yang lebih bermakna terhadap peserta didik. Pembelajaran terpadu terbagi jadi sepuluh jenis, yakni:

  • Model penggalan;
  • Model keterhubungan;
  • Model sarang;
  • Model urutan;
  • Model bagian;
  • Model jaring laba-laba;
  • Model galur;
  • Model keterpaduan;
  • Model celupan;
  • Model jaringan.
Baca Juga :  Seni Abstrak : Pengertian, Ciri Dan Sejarahnya Lengkap

Model Pembelajaran Kelas Rangkap

Pembelajaran kelas rangkap mengutamakan dua hal utama, yakni penggabungan kelas secara integrative dan pembelajaran terpusat terhadap peserta didik, supaya Guru tidak kudu mengulang ulang untuk mengajar terhadap dua kelas yang tidak sama bersama dengan program yang tidak sama pula.

Efisiensi adalah kunci berasal dari model pembelajaran ini. Merangkapkan sebagian rombongan belajar mampu meningkan efisiensi pembelajaran.

Macam-macam model pembelajaran kelas rangkap atau biasa disingkat PKR meliputi:

  • Model PKR 221: dua kelas, dua mata pelajaran, datu ruangan;
  • Model PKR 222 : bermakna punya dua kelas dan dua mata pelajaran, terhadap dua ruangan;
  • Model PKR 333 : tiga kelas, tiga mata pelajaran, tiga ruangan.

Model Pembelajaran Tugas Terstruktur

Pembelajaran ini mengutamakan terhadap penyusunan tugas terstruktur yang kudu diselesaikan oleh peserta didik kegunaan mendalami dan memperluas penguasaan materi yang cocok bersama dengan materi pembelajaran yang sudah dikaji.

Bentuk tugas terstruktur meliputi laporan ilmiah, portofolio (produk ciptaan peserta didik), makalah individu, makalah kelompok, dsb.

Model Pembelajaran Portofolio

Model pembelajaran portofolio menitikberatkan terhadap pengumpulan karya terpilih berasal dari satu kelas secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif menyebabkan kebijakan untuk memecahkan masalah.

Prinsip dasar model pembelajaran portofolio, yakni prinsip belajar peserta didik aktif dan grup belajar kooperatif untuk membuahkan product portofolio secara bersama.

Model Pembelajaran Tematik

Merupakan pembelajaran bersama dengan suatu aktivitas pembelajaran yang mengintegrasikan materi sebagian pelajaran didalam satu tema/topik pembahasan cocok bersama dengan keperluan lingkungan peserta didik yang bakal jadi lahan dunia nyata bagi dirinya.

Pembelajaran tematik membawa sebagian prinsip dasar, yaitu:

  • Bersifat kontekstual atau terintegrasi bersama dengan lingkungan;
  • Bentuk belajar dirancang supaya peserta didik menemukan tema;
  • Efisiensi (terdiri berasal dari sebagian pelajaran sekaligus).

Pemilihan Dan Penetapan Model Pembelajaran

Banyak macam berasal dari tipe pembelajaran tersebut, tapi penting untuk diperhatikan guru lebih dari satu pertimbangan sebelum memilih, pilih dan menentukan satu tipe pembelajaran supaya keputusannya pas cocok bersama dengan maksud dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.

Hal ini mengingat bahwa Model Pembelajaran berikut masing-masing miliki karakteristik yang secara khas meminta suatu keadaan tertentu. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan itu antara lain :

  • Simak dan pahami lebih-lebih dahulu bentuk,sifat,syarat, masing-masing Model tersebut.
  • Perhatikan alat/media yang diperlukan oleh Model berikut dan mencermati alat/media yang dapat kita sediakan.
  • Sesuaikan bahan (materi pelajaran), tujuan, alokasi waktu, kala yang diperlukan dalam persiapan pelaksanaan kegiatan bersama dengan Model yang akan dipilih.
  • Perhatikan karakteristik lazim anak didik supaya pemakaian Model tertentu tidak tambah membingungkan atau kontraproduktif anak didik
  • Ukur juga kapabilitas kita dalam laksanakan pembelajaran bersama dengan gunakan tipe tertentu ( gara-gara ada lebih dari satu tipe pembelajaran yang butuh kapabilitas fungsi guru, kreatif guru dan juga keluasan dan kedalaman pengalaman seorang guru).

Pemilihan Model pembelajaran yang akan digunakan amat berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan studi siswa. Oleh gara-gara itu maka penentuan tipe pembelajaran perlu dikerjakan secara detil dan amat pas supaya tidak jadi bertentangan bersama dengan tujuan yang hendak dicapai. Harus diakui bahwa guru perlu mempelajari dan melatih diri lebih-lebih dahulu dalam penggunaan.

Demikianlah pembahasan mengenai Model Pembelajaran semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.