Model Pembelajaran Discovery Learning

Posted on

Model Pembelajaran Discovery Learning – Pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa yang saling bertukar informasi.

Pengertian pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain pengertian pembelajaran ialah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.

Di sisi lain pembelajaran memiliki pengertian yang mirip dengan pengajaran tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan  (aspek kognitif), juga dapat memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik.

Lantas apa yang dimaksud dengan Model Pembelajaran Discovery Learning, untuk ulasan kali ini kami akan memberikan penjelasan, untuk itu simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Discovery Learning

Discovery learning ialah model pembelajaran yang mengarahkan peserta didik untuk menemukan sendiri pengetahuan yang ingin disampaikan dalam pembelajaran. Penjelasan tersebut senada dengan pendapat Hanafiah (2012, hlm. 77) yang menyatakan bahwa model pembelajaran discovery learning ialah rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis  dan logis sehingga mereka dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku.

Berbeda dengan model pembelajaran konvensional, discovery learning atau pembelajaran penemuan lebih berpusat pada peserta didik, bukan guru. Pengalaman langsung dan proses pembelajaran menjadi patokan utama dalam pelaksanaannya.

Seperti yang diungkapkan oleh Syah (2017) bahwa model discovery learning merupakan model yang lebih menekankan pada pengalaman langsung siswa dan lebih mengutamakan proses dari pada hasil belajar (syah, 2017).

Baca Juga :  Model Pembelajaran

Berdasarkan pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa discovery learning adalah model pembelajaran yang membantu peserta didik untuk mengalami dan menemukan pengetahuannya sendiri sebagai wujud murni dalam proses pendidikan yang memberikan pengalaman yang mengubah perilaku sehingga dapat memaksimalkan potensi diri.

Sebagai upaya untuk memastikan kesahihan pengertian discovery learning, berikut adalah beberapa pendapat ahli mengenai pengertian discovery learning.

Pengertian Discovery Learning Menurut Para Ahli

Adapun Pengertian Discovery Learning Menurut Para Ahli diantaranya yaitu:

  • Arends
    Discovery Learning adalah model pembelajaran yang menekankan proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan pengalaman belajar secara aktif yang akan membimbing peserta didik untuk menemukan dan mengemukakan gagasannya terkait topik yang dipelajari (Arends, 2015, hlm. 402).
  • Rusman
    Model pembelajaran discovery learning didefinisikan oleh Rusman (dalam Ertikanto, 2016) sebagai sebuah model pembelajaran yang mendukung seorang individu atau kelompok untuk menemukan pengetahuannya sendiri berdasarkan dengan pengalaman yang didapatkannya oleh setiap individu.
  • Daryanto dan Karim
    Discovery learning adalah model mengajar yang dilaksanakan oleh guru dengan cara mengatur proses belajar dengan sedemikian rupa sehingga siswa mendapatkan pengetahuan yang sebelumnya belum diketahui dan sebelumnya dengan cara tidak disampaikan terlebih dahulu akan tetapi siswa menemukannya secara mandiri (Daryanto dan Karim, 2017).
  • Saefuddin dan Berdiati
    Model Pembelajaran discovery learning didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pembelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi melalui proses menemukan (Saefuddin & Berdiati, 2014, hlm. 56).
  • Richard
    Menurut Richard dalam Roestiyah N.K. (2012, hlm. 20) Model pembelajaran discovery learning ialah suatu cara mengajar yang melibatkan peserta didik dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, dengan diskusi, seminar, membaca sendiri dan mecoba sendiri, agar anak dapat belajar mandiri dengan cara menemukannya sendiri.

Sintak Model Pembelajaran Discovery Learning

Seperti model pembelajaran lainnya, discovery learning memiliki sintaks, urutan atau tahap-tahap kegiatan belajar yang diistilahkan sebagai fase yang menggambarkan bagaimana model tersebut dilaksanakan, dibawah ini adalah langkah-langkah model pembelajaran discovery learning.

Menurut Syah (2017, hlm. 243) langkah atau tahapan dan prosedur pelaksanaan Discovery learning adalah sebagai berikut:

  • Stimulation (stimulus), memulai kegiatan proses mengajar belajar dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan peecahan masalah;
  • Problem statement (pernyataan/identifikasi masalah), yakni memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah);
  • Data collection (pengumpulan data), memberi kesempatan kepada para siswa untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang relevan untuk membuktikan benar atau tidaaknya hipotesis;
  • Data processing (pengolahan data), mengolah data dan informasi yang telah diperoleh para siswa melalui wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu ditafsirkan;
  • Verification (pembuktian), yakni melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi, dihubungkan dengan hasil data processing;
  • Generalization (generalisasi), menarik sebuah simpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi.
Baca Juga :  Manajemen Proyek : Tahapan Manajemen Proyek Yang Harus Diketahui

Contoh Penerapan Sintak Discovery Learning

Berdasarkan langkah-langkah diatas berikut ialah contoh penerapan sintak model pembelajaran discovery learning yang dapat dilampirkan pula pada RPP (K13).

Kelebihan Dan Kekurangan Model Pembelajaran Discovery Learning

Tentunya sebagai produk ciptaan manusia, discovery learning memiliki kelebihan dan kekurangan yang menyelimutinya. Menurut Hanafiah (2012, hlm. 79) kelebihan model pembelajaran discovery learning adalah sebagai berikut.

  • Membantu peserta didik untuk mengembangkan, kesiapan, serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif.
  • Peserta didik memperoleh pengetahuan secara individual sehingga dapat dimengerti dan mengendap dalam pikirannya;
  • Dapat membangkitkan motivasi dan gairah belajar peserta didik untuk belajar lebih giat lagi;
  • Memberikan peluang untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing;
  • Memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses menemukan sendiri karena pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan peran guru yang sangat terbatas.

Sementara itu, kelemahan model discovery learning menurut Hanafiah (2012, hlm. 79) adalah sebagai berikut.

  • Siswa harus memiliki kesiapan dan kematangan mental, siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik. Terkadang terhitung sangat sulit untuk mewujudkannya.
  • Dalam keadaan di kelas gemuk atau yang memiliki jumlah siswa terlalu banyak, maka metode ini tidak akan mencapai hasil yang memuaskan. Guru akan kesulitan untuk benar-benar memperhatikan proses pembelajaran setiap murid.
  • Guru dan siswa yang sudah sangat terbiasa dengan PBM gaya lama maka metode discovery learning ini akan mengecewakan.
  • Ada kritik yang menyatakan bahwa bahwa proses dalam model discovery terlalu mementingkan proses pemahaman saja, sementara perkembangan sikap dan keterampilan siswa dikhawatirkan kurang menjadi sorotan.

Tujuan Model Pembelajaran Discovery Learning

Bell (dalam Hosnan, 2014, hlm. 284) mengemukakan beberapa tujuan spesifik dari model pembelajaran discovery learning, yakni sebagai berikut:

Baca Juga :  Pengawasan : Pengertian, Tujuan, Fungsi Dan Jenisnya

  • Dalam discovery learning siswa memiliki kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Kenyataan lapangan juga menunjukkan bahwa partisipasi banyak siswa dalam pembelajaran meningkat ketika model pembelajaran ini digunakan.
  • Melalui pembelajaran dengan discovery learning, siswa belajar menemukan pola dalam situasi konkret maupun abstrak, juga siswa banyak meramalkan (extrapolate) informasi tambahan yang diberikan.
  • Siswa belajar merumuskan strategi tanya jawab yang tidak rancu dan menggunakan tanya jawab sebagai alat untuk memperoleh informasi yang bermanfaat dalam menemukan pengetahuan.
  • Pembelajaran dengan discovery learning membantu siswa membentuk cara kerja bersama yang efektif, saling membagi informasi, serta mendengar dan mengaplikasikan ide-ide orang lain.
  • Terdapat beberapa fakta yang menunjukkan bahwa keterampilan-keterampilan, konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang dipelajari melalui discovery learning lebih bermakna. Keterampilan yang dipelajari dalam situasi belajar penemuan dalam beberapa kasus, lebih mudah ditransfer untuk aktivitas baru dan diaplikasikan dalam situasi belajar yang baru pula.

Ciri Ciri Model Pembelajaran Discovery Learning

Tentunya melalui karakteristiknya yang unik dan diklasifikasikan sebagai model pembelajaran khusus, discovery learning akan memiliki penanda atau ciri yang menjadikannya berbeda dengan model pembelajaran lain. Hosnan (2014, hlm. 284) menyatakan bahwa ciri utama pembelajaran menemukan atau discovery leraning adalah sebagai berikut.

  • Mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk menciptakan, menggabungkan, dan menggeneralisasi pengetahuan.
  • Pembelajarannya berpusat pada siswa.
  • Kegiatan pembelajaran dilaksanakan untuk menggabungkan pengetahuan baru dan pengetahuan yang sudah mapan.

Demikianlah pembahasan mengenai Model Pembelajaran Discovery Learning semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.

5/5 - (125 votes)