Diploid: Pengertian, Contoh, Reproduksi Dan Siklus Hidupnya

Posted on

Diploid – Nah apa yang kalian ingat tentang kromosom? Yup, salah satu materi dalam pelajaran Biologi di sekolah ini mengajarkan kita tentang bagaimana sifat, karakteristik, hingga penyakit, diturunkan dari orang tua ke anak.

Kalian juga tentau masih ingat bahwa kromosom dalam tubuh kita itu berpasangan alias diploid dengan jumlah sebanyak 46 buah atau 23 pasang. Apakah ada kromosom tidak berpasangan dalam tubuh kita?

Tentu saja ada, hanya saja kita mempunyai kromosom yang tidak berpasangan, berarti ada kelainan dalam tubuh kita. Sebab kelainan kromosom ini dapat berimbas ke fungsi dan penampilan tubuh.

Misalnya seperti tampilan fisik yang tidak normal, kesehatan jadi terganggu, tubuh tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya, cacat mental, bahkan hingga kematian. Lantas mengapa kromosom bisa berpasangan atau dikenal dengan istilah diploid? Nah mari kita bahas bersama-sama.

Sekilas tentang Kromosom

Berbicara tentang sel diploid, tidak akan bisa dilepaskan dari pembahasan mengenai kromosom itu sendiri. Dengan mengetahui apa itu kromosom, kamu bisa lebih mudah memahami tentang sel diploid. Jadi apa yang dimaksud dengan kromosom?

Secara singkat, kromosom adalah sekumpulan molekul DNA yang di dalamnya terdapat seluruh materi genetik suatu organisme. Mudahnya, kromosom sama seperti kumpulan informasi yang menciptakan suatu makhluk hidup. Manusia, misalnya, memiliki 46 kromosom atau 23 pasang yang terdiri dari 22 pasang autosom atau kromosom tubuh dan satu lainnya adalah gonosom atau kromosom seks. Kromosom seks dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu kromosom X dan Y.

Kombinasi dari kromosom X dan Y ini yang berperan menentukan jenis kelamin seseorang. Contohnya, jika kromosomnya XY, maka laki-laki, jika XX maka dia perempuan. Hal penting yang perlu kamu ingat tentang kromosom adalah jumlah kromosom tidak menentukan kualitas suatu makhluk hidup.

Setiap makhluk hidup memiliki jumlah kromosom yang berbeda-beda, ada yang kurang dari sepuluh, ada juga yang sampai ribuan. Misalnya anjing, jumlah kromosomnya adalah 78 sedangkan simpanse 48. Dari jumlah kromosom ini, bisakah kita menentukan baik-buruk kedua makhluk hidup tersebut? Tidak sama sekali. Karena kromosom tidak akan menjadi lebih baik atau lebih buruk hanya berdasarkan pada jumlah maupun ukurannya saja.

Ibarat buku, jumlah kromosom yang lebih banyak itu sama seperti buku yang memiliki banyak seri. Buku yang serinya lebih banyak tidak berarti memiliki informasi yang lebih banyak dan lebih baik dibanding yang serinya sedikit. Misalnya, seri Bumi karya Tere Liye yang terdiri dari 13 buku tidak secara otomatis memuat informasi yang lebih banyak dan lebih baik daripada seri Supernova-nya Dee Lestari dengan 6 buku.

Bahkan kalau mau, kamu bisa menganggap kromosom seperti jumlah kata dalam kedua series buku tersebut. Anggaplah 13 buku dalam seri Bumi memiliki jumlah kata sebanyak 1,3 juta kata sedangkan Supernova 600 ribu kata.

Apakah kamu bisa menilai mana yang lebih lucu, menyenangkan, atau berkualitas dari jumlah kata tersebut? Tidak, bukan? Karena masing-masing buku dalam setiap series memiliki konten yang berbeda, begitu juga makhluk hidup.

Baca Juga :  Metamorfosis Katak

Apa Itu Diploid?

Nah untuk menjawab pertanyaan diatas tadi kita akan mulai dari awal yakni pengertiannya. Jadi buat kalian yang belum tahu, diploid adalah sel yang mempunyai dua set kromosom lengkap (2n). Dua set kromosom ini berasal dari orang tua, satu dari ayah dan satu lagi dari ibu.

Selain diploid, ada juga sel yang jumlahnya hanya satu atau setengah dari jumlah kromosom induknya (n). Dengan demikian, di dunia ini ada dua jenis makhluk hidup jika dilihat dari jumlah kromosom dalam tubuhnya, yaitu makhluk hidup dengan kromosom diploid dan yang kromosomnya haploid.

Kita mempunyai kromosom diploid berjumlah 46 alias 23 pasang. Berarti kalau diuraikan, dalam tubuh kita ada 23 kromosom dari ibu dan 23 kromosom dari ayah. Selain itu, ada juga kromosom haploid yang berjumlah 23 kromosom. Kromosom haploid berada pada sel telur (untuk wanita) dan sel sperma (untuk pria). Karena itu, ketika sel telur dan sel sperma bersatu maka akan membentuk manusia baru yang memiliki 46 kromosom dalam tubuhnya.

Hewan pun sama seperti manusia, karena hampir semua jenis hewan selnya berjumlah diploid. Begitu pun dengan semua organisme yang menghasilkan seksual, semuanya mempunyai dua salinan kromosom dengan asal yang berbeda, yaitu ayah dan ibunya. Dengan begitu, semua organisme dapat menghasilkan keturunan yang lebih baik.

Di dunia ini ada juga beberapa spesies yang mempunyai sel haplodiploid. Biasanya pada spesies ini, laki-lakinya memiliki sel-sel haploid sedangkan perempuan memiliki sel-sel diploid.

Contoh Diploid

Kalau kamu disuruh menyebutkan contoh dari sel diploid, jangan panik dulu karena semua sel somatik pada tubuh manusia dan hewan merupakan sel diploid. Ini berarti kamu bisa menyebutkan sel apa saja sebagai contohnya. Karena sel diploid lah keragaman genetik bisa terjadi. Beberapa contoh sel diploid yang ada pada tubuh manusia adalah sel otot, sel kulit, sel darah, sel saraf, atau sel tulang. Satu-satunya sel dalam tubuh manusia yang haploid alias mengandung satu set kromosom saja adalah gamet atau sel kelamin.

Mengapa sel kelamin jumlahnya hanya satu set saja untuk pria dan wanita? Tujuannya agar ketika proses reproduksi terjadi, sel sperma dan sel telur dapat menyatu menjadi sebuah sel diploid yang dikenal juga dengan nama zigot.

Dengan demikian, sel diploid zigot ini dapat mengandung informasi genetik dari sel hiploid ayah dan ibunya, 50% dari sel sperma dan 50% lagi dari sel ibunya. Coba bayangkan jika sel kelamin jumlahnya dua set? Hasil penyatuan sel sperma dan sel telur yang diploid akan menjadi sel diploid yang mengandung 46 pasang kromosom atau 92 sel hiploid.

Diploid

Nomor Diploid

Nomor diploid yang biasa ditulis dengan “2n” adalah jumlah kromosom yang ada di dalam inti sel. Tubuh manusia memiliki 23 pasang kromosom sehingga nomor sel diploid manusia adalah 2n = 46.

Dua dari kromosom yang ada dalam sel manusia adalah kromosom yang menentukan jenis kelamin. Wanita memiliki dua X kromosom yang ditulis dengan “XX”, sementara laki-laki memiliki satu X kromosom dan satu Y kromosom sehingga ditulis menjadi “XY”. Kromosom inilah yang sebelumnya disebut sebagai haploid karena hanya mengandung satu set kromosom saja.

Berbicara tentang nomor sel diploid, perlu kamu ingat bahwa “2n” untuk setiap organisme berbeda jumlahnya. Misalnya seperti anjing, jumlah sel kromosomnya ada 28 sehingga 2n = 28 yang terdiri dari 14 pasang kromosom. Sedangkan gajah, 2n = 56 atau 28 pasang kromosom.

Baca Juga :  Ciri Ciri Tumbuhan Lumut Daun

Reproduksi Sel Diploid

Sel diploid di dalam tubuh dapat berkembang biak dengan proses mitosis. Saat proses ini terjadi, sel akan membuat salinan yang identik dengan dirinya sendiri dan mengimitasi DNA untuk kemudian didistribusikan secara merata di antara dua sel anaknya.

Sel diploid berkembang biak dengan proses mitosis . Dalam mitosis, sel membuat salinan identik dari dirinya sendiri memungkinkan DNA untuk direplikasi sehingga menghasilkan salinan yang sama seperti dirinya.

Sel somatik dihasilkan melalui siklus ini, sedangkan gamet dari siklus meiosis. Dalam siklus meiosis, proses “berkembang biak” ini menghasilkan empat buah sel anak, bukan dua dan mengandung setengah jumlah kromosom.

Siklus Hidup Diploid dan Haploid

Seluruh organisme yang bereproduksi secara seksual seperti manusia, memiliki siklus hidup diploid yang dominan dan menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai diploid dewasa. Oleh sebab itu, hampir semua sel dalam tubuh organisme jenis ini diploid, kecuali untuk sel kelamin (gamet).

Ketika sudah mencapai fase kematangan seksual, organisme dengan sel diploid akan memproduksi sel kelamin (haploid) dengan proses meiosis. Lalu ketika pembuahan terjadi, dua buah sel kelamin (haploid) menyatu dan membentuk diploid zigot. Setelah itu, diploid zigot ini akan bereproduksi dengan siklus mitosis untuk menghasilkan dua sel anak yang identik dengan dirinya. Proses reproduksi ini terus diulangi hingga kemudian diploid zigot menjadi diploid dewasa. Inilah siklus hidup sel diploid dan haploid.

Bagaimana dengan tumbuhan dan hewan? Sebagian besar tumbuhan dan hewan terdiri dari sel diploid. Hewan multisel biasanya memiliki sel diploid sepanjang hidupnya. Sementara tumbuhan yang multisel, siklus hidup selnya cukup terombang-ambing antara tahapan diploid dan tahapan haploid. Proses terombang-ambing ini dikenal dengan pergantian generasi atau jenis siklus hidup yang biasa terjadi pada tanaman vaskular dan tanaman non-vaskular.

Sementara itu, lumut hati dan lumut, fase utama dari siklus hidupnya adalah fase haploid. Lalu, pada tanaman berbunga dan juga gymnospermae, fase diploid menjadi fase primer. Sedangkan tingkat bertahan hidup fase haploidnya akan dipengaruhi oleh generasi diploid tersebut.

Organisme lainnya seperti alga dan jamur, biasanya menghabiskan sebagian besar siklus hidupnya sebagai organisme haploid yang melakukan reproduksi melalui spora.

Perbedaan Sel Haploid dan Diploid

Dalam penjelasan di atas disebutkan ada dua jenis sel, yaitu haploid dan diploid. Masing-masing memiliki karakteristiknya sendiri, namun perbedaan paling utama diantara dua sel ini adalah jumlah set kromosom yang ada pada intinya.

Dalam biologi, ada istilah yang digunakan untuk menentukan jumlah set kromosom dalam inti sel, yaitu pliody. Yang mana setiap jenis organisme mempunyai jumlah kromosom yang berbeda juga. Seperti organisme eukariota, misalnya, mempunyai dua jenis sel, yakni sel diploid dan sel haploid.

Lantas apa perbedaan antara sel haploid dan sel diploid selain jumlah kromosom dalam intinya? Sebenarnya jika kamu mau, kamu bisa menemukan karakteristik setiap sel dalam penjelasan di atas. Namun khusus buat kamu yang masih kebingungan, berikut ini rangkuman singkat yang bisa membantu kamu memahami perbedaan tersebut.

Sel haploid

Sel haploid merupakan sel yang di dalamnya hanya berisi satu set lengkap kromosom saja. Salah satu contoh sel haploid yang banyak disebutkan adalah sel kelamin (gamet). Sel haploid berasal dari siklus meiosis dan mereka berperan penting dalam proses reproduksi seksual.

Baca Juga :  Alat Reproduksi  Pria

Saat sel haploid dari ayah dan ibu bergabung, maka keturunannya akan mempunyai dua set kromosom yang lengkap yang disebut sebagai sel diploid. Satu sel haploid mempunyai jumlah kromosom dalam inti yang menciptakan satu set. Seperti pada manusia, misalnya, memiliki 23 kromosom, yang berarti 46 sel diploid.

Beberapa orang masih menganggap bahwa sel haploid dan sel monoploid adalah jenis sel yang sama. Padahal sebenarnya keduanya memiliki perbedaan utama, yaitu sel haploid hanya memiliki satu set lengkap kromosom sementara sel monoploid adalah jumlah kromosom unik dalam sel biologis.

Dalam organisme diploid, biasanya sel diploid terdiri dari kromosom yang lengkap sementara haploid hanya setengah dari jumlah kromosom dalam inti sel. Beberapa organisme seperti ganggang, mempunyai siklus hidup yang membuat sel-sel dalam tubuh mereka akan menjadi haploid. Selain itu, ada juga beberapa organisme salah satu contohnya adalah semut jantan yang benar-benar hidup sebagai organisme haploid sepanjang usianya.

Ini berbeda dengan manusia dan juga banyak organisme lainnya yang hanya memiliki sel haploid di dalam sel kelamin saja.

Sel Diploid

Sel diploid adalah sel yang mempunyai dua set kromosom yang masing-masing berasal dari orang tuanya. Jadi satu set kromosom berasal dari ayah dan satu set kromosom lagi berasal dari ibu.

Dalam organisme diploid, dua set kromosom ini akan membuat dua set keturunan. Siaoa saja organisme diploid di bumi ini? Mayoritas mamalia merupakan organisme diploid yang mempunyai dua salinan dari setiap kromosom dalam sel mereka, termasuk manusia.

Sel diploid melakukan proses reproduksi dengan siklus mitosis. Proses ini nantinya akan menciptakan salinan yang sangat identik dari sel induknya. Pada manusia, semua sel somatik merupakan sel diploid mencakup sel-sel yang membentuk otot, tulang, rambut, kulit, dan bagian-bagian tubuh lain kecuali sel telur atau sel sperma.

Tabel perbandingan sel diploid dan sel haploid

Tabel perbandingan sel diploid dan sel haploid

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, ternyata kromosom berpasangan karena masing-masing orang tua, yaitu ayah dan ibu, menyumbangkan satu 23 kromosom. Jadi idealnya setiap makhluk yang bereproduksi secara seksual akan memiliki kromosom yang berpasangan.

Akan tetapi, bukan berarti semua makhluk hidup terbebas dari kelainan jumlah kromosom. Manusia, misalnya, bisa memiliki kromosom kurang atau lebih dari 46 yang disebabkan oleh siklus meiosis yang terganggu ketika sel telur dan sel sperma menyatu.

Gangguan kromosom ini dampaknya cukup beragam, yang paling parah bahkan bisa menyebabkan kematian janin sebelum lahir. Selain itu, ada juga yang mengaikbatkan gangguan perkembangan ketika mulai lahir.

Salah satu gangguan kromosom yang paling terkenal adalah Down’s Syndrome. Down’s Syndrome sendiri merupakan kondisi kelainan kromosom yang memiliki trisomi 21. Trisomi sendiri adalah kelebihan salah satu kromosom (X maupun Y), jadi yang seharusnya kromosom 21 ada 2 buah, menjadi 3 buah.

Lalu ada juga kelainan kromosom yang disebut monosomi. Ini adalah kelainan dimana makhluk hidup kehilangan 1 kromosom. Misalnya seperti Sindrom Turner yang merupakan kondisi kehilangan salah satu kromosom seks. Yang seharusnya seorang manusia mempunyai kromosom XY atau XX, pada penderita Sindrom Turner, kromosom seksnya justru XO atau bahkan X saja.