Tumbuhan Monokotil : Ciri Ciri, Contoh Dan Gambarnya

Posted on

Tumbuhan Monokotil – Dalam hal ini untuk kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai ciri ciri tumbuhan monokotil, apakah tumbuhan monokotil itu?? Apa saja contohnya?? Simak pemaparan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Tumbuhan

Tumbuhan merupakan salah satu dari klasifikasi makhluk hidup. Tumbuhan memiliki klorofil atau zat hijau daun yang berfungsi sebagai media penciptaan makanan dan untuk proses fotosintesis.

Dalam ilmu biologi, tumbuhan termasuk organisme yang disebut Regnum Plantaeyang merupakan organisme multiseluler atau terdiri atas banyak sel. Tercatat sekitar 350.000 spesies tumbuhan, dari jumlah tersebut 258.650 jenis merupakan tumbuhan berbunga dan 18.000 jenis termasuk tumbuhan lumut.

Hampir semua anggota tumbuhan bersifat autotrof dan mendapatkan energi langsung dari cahaya matahari melalui proses fotosintesis.

Ciri Ciri Tumbuhan

Ciri yang sangat mudah dikenali pada tumbuhan adalah warna hijau yang dominan akibat kandungan pigmen klorofil yang berperan vital dalam proses penangkapan energi melalui fotosintesis sehingga tumbuhan secara umum bersifat autotrof. Beberapa perkecualian, seperti pada sejumlah tumbuhan parasit.

Hal ini terjadi karena akibat adaptasi terhadap cara hidup dan lingkungan yang unik. Sifatnya yang autotrof, membuat tumbuhan selalu menempati posisi pertama dalam rantai aliran energi melalui organisme hidup (rantai makanan).

Manfaat Tumbuhan Bagi Manusia

Lingkungan terbagi menjadi abiotik dan biotik. Tumbuhan menjadi salah satu penyusun lingkngan biotik. Kehadiran tumbuhan terbukti mampu menstabilkan kondisi lingkungan tersebut. Tumbuhan menjadi penyeimbang bagi kelestarian ekosistem.

Sebagai bagian dari penyusun lingkungan, tumbuhan memberikan banyak dampak positif. Berikut ini penjelasan tentang manfaat tumbuh untuk lingkungan.

Penghasil Oksigen

Manfaat pertama yang dapat dirasakan dari adanya tumbuhan bagi manusia adalah sebagai penghasil oksigen yang diperlukan bagi manusia atau makhluk hidup lainnya, seperti hewan untuk bernapas. Hal ini dapat terjadi jika melakukan proses fotosintesis pada tumbuhan tersebut sehingga akan menghasilkan suatu gas oksigen dan gula yang merupakan cadangan makanan.

Selain itu, tumbuhan juga akan menyerap gas karbondioksida di udara. Gas karbondioksida merupakan salah satu jenis gas beracun dan berbahaya bagi manusia. Dengan adanya tumbuhan yang hidup di sekitar manusia maka gas tersebut dapat diserap dengan baik sehingga manusia dapat memperoleh oksigen yang cukup dan terhindar dari bahaya gas beracun.

Sumber Makanan

Tumbuhan memang memiliki salah satu manfaat sebagai sumber makanan bagi manusia. Mulai dari batang, daun, akar, bunga, hingga buahnya dapat dikonsumsi oleh manusia sebagai sumber makanan atau minuman.

Baca Juga :  18 Contoh Rantai Makanan Di Padang Rumput

Biasanya di pedesaan hingga perkotaan beberapa tumbuhan biasa digunakan sebagai konsumsi sumber makanan sehari-hari, misalnya akar pada tumbuhan umbi-umbian, seperti singkong dan ubi jalar yang bisa dikonsumsi sebagai sumber makanan pengganti nasi.

Tidak hanya itu, daun pada tumbuhan juga bisa digunakan sebagai sumber makanan sehari-hari bagi manusia. Contohnya, daun singkong dan daun pepaya yang biasa dijadikan sebagai lalapan atau tumis sayur. Adapun, bunga rosella atau bunga kecombrang pada tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai bahan minuman atau makanan.

Mengendalikan Suhu

Tumbuhan memiliki manfaat lainnya bagi manusia dan lingkungan sekitarnya, yaitu dapat mengendalikan suhu di suatu daerah atau wilayah tertentu. Jika kita biasa melihat di daerah bogor atau bandung yang terdapat suatu pohon besar berada di pinggir jalan maka hal itu berfungsi untuk mengendalikan suhu di daerah tersebut.

Kendaraan yang melewati daerah tersebut, seperti mobil, truk, hingga motor pastinya akan mengeluarkan polusi dan panas. Manfaat tumbuhan yang berada di pinggir jalan itu dapat berfungsi mengendalikan suhu hingga menetralkan lingkungan tersebut. Dengan begitu, bagi pejalan kaki yang melintas di pinggir jalan itu akan merasa lebih teduh karena pohon-pohon besar ini dapat melindungi dari adanya paparan sinar matahari sehingga membuat lebih sejuk.

Mengurangi Polusi Udara

Polusi udara dapat menyebabkan gangguan kesehatan di dalam tubuh manusia. Oleh karena itu, manfaat tumbuhan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya adalah dapat mengurangi adanya polusi udara. Dapat dibuktikan bahwa keberadaan tumbuhan dan ruang hijau di berbagai kawasan dapat mengurangi polusi sehingga dapat diserap dengan baik serta dapat meningkatkan kualitas udara menjadi lebih sejuk dan bersih.

Setiap tumbuhan dan ruang hijau yang dibangun tentu memiliki kemampuan untuk mengurangi polusi udara. Hutan yang ditanam di suatu daerah yang tepat di lingkungan perkotaan atau industri akan sangat efektif karena adanya peningkatan pada luas permukaan tersebut yang mampu menyerap polutan.

Mencegah Perubahan Iklim

Tumbuhan mengambil karbondioksida serta melepaskan oksigen melalui proses fotosintesis. Fungsi karbondioksida ini sebagai salah satu gas rumah kaca yang berkontribusi dalam mencegah adanya perubahan iklim.

Karbondioksida ini digunakan sebagai bahan penyusun dari suatu jaringan baru, seperti akar, cabang, batang, dan daun yang berfungsi sebagai penyimpan karbon.

Di suatu daerah jika terdapat hutan yang ditebang atau dibakar maka sejumlah karbon yang telah disimpan di jaringan tanaman dan tanah akan dilepaskan ke atmosfer. Oleh karena itu, tumbuhan sangat penting bagi manusia dalam mencegah adanya perubahan iklim dan melindungi beberapa habitat ini.

Menjaga Kesehatan Mental

Manfaat tumbuhan berikutnya yang didapatkan bagi manusia adalah dapat menjaga kesehatan mental. Tumbuhan tidak hanya baik untuk manusia dan lingkungan sekitar, tetapi juga bermanfaat bagi kesejahteraan kita secara umum.

Baca Juga :  Bakteri : Pengertian, Bentuk, Contoh Dan Gambarnya

Suatu studi penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga di ruang terbuka hijau yang terdapat banyak sekali tumbuhan dapat menjaga kesehatan mental di dalam tubuh manusia, seperti mengurangi tingkat stres dan kecemasan.

Kesejukan dan segar alami yang didapatkan pada tumbuhan berdampak positif terhadap pola pikiran manusia sehingga dapat mengurangi stres dan kecemasan di dalam diri.

Meningkatkan Mood dan Konsentrasi

Beberapa jenis tumbuhan seperti lavender atau tumbuhan pada tanaman hias dapat dipercaya dalam meningkatkan mood hingga konsentrasi pada seseorang. Maka dari itu disaat pandemi seperti ini banyak diantara kita yang memilih untuk memelihara tanaman hias di lingkungan rumah untuk mengisi waktu luang sehingga dapat mengurangi tingkat stres dan menjaga tingkat mood serta konsentrasi di dalam tubuh.

Sumber Obat-obatan Herbal

Grameds tahu tidak bahwa salah satu manfaat dari tumbuhan bagi manusia adalah dapat menjadi sumber obat-obatan herbal. Jika kita bisa mengolahnya dengan baik maka obat herbal tersebut dapat mengatasi berbagai jenis penyakit.

Beberapa tumbuhan herbal memiliki kandungan senyawa dan zat-zat bernutrisi sehingga dapat melawan virus dan bakteri yang ada di dalam tubuh. Contohnya, tumbuhan atau tanaman herbal kumis kucing yang mampu mengatasi penyakit asam urat atau rematik, kunyit yang dapat mencegah pembekuan darah, daun sirih yang dapat mencegah kanker dan mempercepat proses penyembuhan luka bakar, dan lain sebagainya.

Menjaga Kualitas Tanah

Manfaat tumbuhan lainnya yang didapatkan bagi manusia adalah dapat menjaga kualitas tanah. Tumbuhan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam menjaga kondisi tanah yang baik.

Akar dan mikroorganisme yang hidup di sekitarnya akan menyatukan tanah sehingga dapat mengurangi adanya suatu erosi pada tanah. Hal lain juga dapat terjadi jika terdapat beberapa daun yang jatuh dari pohon dan ketika tanaman mati atau membusuk dapat menyuburkan tanah sehingga tumbuhan lainnya dapat berkembang dan tumbuh dengan baik.

Mengatur Siklus Air

Manfaat tumbuhan bagi manusia lainnya yang wajib grameds ketahui adalah dapat mengatur siklus air. Hal ini karena adanya kelembaban yang berada di atmosfer dilepaskan oleh tumbuhan sebanyak 10% melalui proses transpirasi.

Lalu, tumbuhan mengambil air melalui akarnya dan melepaskan uap air menuju ke pori-pori kecil di bagian bawah daun. Melalui proses transpirasi ini juga dapat membantu tumbuhan dalam mengalirkan air dari tanah untuk kembali ke atmosfer.

Tidak hanya itu, tumbuhan juga membantu dalam menstabilkan badan air, misalnya pada sungai atau danau. Akar pada tumbuhan dapat meningkatkan stabilitas tanah, mencegah adanya longsor, dan menjaga ekosistem agar tetap utuh.

Ciri Ciri Tumbuhan Monokotil

Istilah monokotil berasal dari kata “mono” yang berarti satu dan “kotil” yang berarti biji. Nah jadi monokotil diartikan sebagai tumbuhan yang hanya memiliki 1 keping biji saja. Bijinya tidak membelah ketika sedang berkecambah, beberapa contoh tumbuhan monokotil diantaranya yaitu padi, jagung, kelapa sawit, kelapa dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Tumbuhan Dikotil : Ciri Ciri, Contoh Dan Gambarnya

Suatu tumbuhan dapat kita ketahui apakah termasuk monokotil atau dikotil dengan melihat beberapa ciri fisiknya. Ciri ciri tumbuhan monokotil sendiri ialah kebalikan dari ciri cirri tumbuhan dikotil.

Ditinjau dari bentuk daun, struktur akar, bentuk bunga dan struktur batangnya, tumbuhan monokotil memiliki perbedaan yang sangat jelas dibandingkan dengan tumbuhan dikotil. Nah berikut ini ialah ciri ciri tumbuhan monokotil tersebut.

Tumbuhan Monokotil : Ciri Ciri, Contoh Dan Gambarnya

Struktur Akar

Ciri ciri tumbuhan monokotil utamanya dapat kita lihat dari bagaimana struktur akar tumbuhan tersebut di dalam tanah. Tumbuhan monokotil umumnya memiliki sistem akar serabut yang menyebar ke seluruh penjuru dalam melaksanakan fungsinya.

Sebagai pengokoh tumbuh tegak tumbuhan dan sebagai penyerap hara tanah. Akar serabut seperti yang dapat dilihat pada gambar diatas dapat kita temukan pada beberapa tumbuhan misalnya kelapa, kelapa sawit, padi dan jagung.

Bentuk Daun

Ciri ciri tumbuhan monokotil juga dapat dengan mudah kita ketahui dengan mengindentifikasi bentuk tulang daunnya. Tumbuhan monokotil memiliki tulang daun yang bentuknya melengkung atau sejajar, sangat berbeda dengan contoh tumbuhan dikotil yang umumnya memiliki pola tulang daun menjari atau menyirip.

Kaliptra

Pada tumbuhan dikotil, kaliptra atau tudung akar tidak dapat dibedakan secara jelas, hal ini berbeda dengan tumbuhan monokotil. Kaliptra pada tumbuhan monokotil memiliki ciri fisik yang khas.

Kambium

Pada tumbuhan monokotil akar dan batangnya tidak memiliki cambium, jika kita menyayat kulit batang atau akar tumbuhan monokotil, kita tidak akan menemukan lendir hijau sebelum jaringan kayu.

Inilah yang menyebabkan mengapa tumbuhan monokotil tidak dapat diperbanyak melalui metode perbanyakan vegetatif buatan seperti cangkok, stek, sambung dan okulasi.

Kelopak Bunga

Dengan melihat kelopak bunganya, kita juga dapat mengetahui apakah suatu tumbuhan berkeping biji satu atau dua. Kelopak bunga tumbuhan monokotil umumnya berjumlah kelipatan 3. Kelapa sawit termasuk contoh tumbuhan monokotil dan bunganya memiliki 3 kelopak.

Bentuk Batang

Tumbuhan monokotil umumnya memiliki batang yang khas yakni tidak memiliki percabangan dan tidak dapat tumbuh besar. Contohnya perhatikan pohon kelapa disekitar kalian, tidak ada yang bercabang bukan ??

Jelas berbeda dengan tumbuhan dikotil seperti jengkol, rambutan, jambu dan mangga yang pohonnya bercabang banyak. Oleh karena itu ciri ciri tumbuhan monokotil inilah yang paling mudah kita gunakan untuk mengindentifikasi apakah suatu tumbuhan termasuk dikotil atau monokotil.

Pembuluh Angkut

Jika batang tumbuhan dikotil dipotong kita tidak akan melihat secara jelas adanya pemisah antara pembuluh kayu “xylem” dan pembuluh tapis “floem” pada penampangan batangnya. Hal ini jelas berbeda dengan penampangan batang tumbuhan monokotil.

Demikianlah pembahasan mengenai Tumbuhan Monokotil semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

5/5 - (65 votes)