The Last of Us™ kembali menjadi salah satu judul besar yang terus dibicarakan di dunia hiburan, baik oleh pemain game maupun penonton serial. Waralaba buatan Naughty Dog ini dikenal melalui kisah Joel dan Ellie, dua tokoh yang bergerak di dunia pasca wabah dengan konflik manusia yang sangat kuat. PlayStation menjelaskan The Last of Us sebagai seri game aksi petualangan orang ketiga dengan elemen intens, bukan semata waralaba horor, meski banyak adegannya terasa menegangkan.
Berangkat dari Game yang Mengutamakan Hubungan Manusia
The Last of Us™ pertama kali dikenal sebagai game yang tidak hanya mengandalkan tembak menembak dan bertahan hidup. Daya tarik utamanya terletak pada hubungan Joel dan Ellie, dua orang dari generasi berbeda yang saling membutuhkan di tengah keadaan dunia yang rusak.
Joel dan Ellie Menjadi Pusat Cerita
Joel digambarkan sebagai pria yang sudah lama hidup dengan luka batin, sementara Ellie hadir sebagai remaja yang membawa harapan sekaligus beban besar. Perjalanan mereka bukan sekadar bergerak dari satu kota ke kota lain, tetapi juga perjalanan emosional yang membuat pemain ikut mempertanyakan batas kasih sayang, rasa bersalah, dan keputusan sulit.
PlayStation menyebut pemain yang memulai dari The Last of Us Part I akan mendapat pemahaman lebih dalam terhadap tokoh, hubungan, dan tema yang kemudian berlanjut ke The Last of Us Part II. Namun, Part II juga tetap dirancang sebagai cerita yang bisa dinikmati secara berdiri sendiri.
“Kekuatan The Last of Us™ bukan hanya pada dunianya yang hancur, tetapi pada cara game ini membuat pemain peduli kepada orang yang berjalan di tengah kehancuran itu.”
Dunia yang Rusak tetapi Terasa Sangat Manusiawi
The Last of Us™ memakai wabah jamur Cordyceps sebagai latar besar. Dunia yang tadinya normal berubah menjadi wilayah penuh bahaya, milisi, kelompok bersenjata, penyintas, dan makhluk terinfeksi. Namun, game ini tidak sekadar menampilkan monster, karena ancaman terbesar sering datang dari manusia itu sendiri.
Ketegangan Tumbuh dari Pilihan Sulit
Pemain tidak selalu diberi pilihan yang mudah. Amunisi terbatas, alat harus dirakit, musuh bisa menyerang dari banyak arah, dan setiap langkah sering menuntut keputusan cepat. Keadaan seperti ini membuat pengalaman bermain terasa lebih dekat dengan rasa bertahan hidup.
Meski banyak adegan menyeramkan, PlayStation menegaskan seri ini bukan waralaba horor murni. The Last of Us™ berada pada jalur aksi petualangan dengan bagian tegang, keras, dan emosional yang membuatnya berbeda dari game bertahan hidup biasa.
Part I Membuka Pintu untuk Pemain Baru
The Last of Us Part I menjadi cara baru untuk menikmati kisah pertama Joel dan Ellie. Versi ini dirilis untuk PlayStation 5 pada 2 September 2022 dan kemudian hadir untuk Windows pada 28 Maret 2023. Remake ini membawa peningkatan visual, kecerdasan buatan, performa, dan fitur aksesibilitas yang lebih luas.
Remake yang Dibuat Lebih Modern
Part I tidak hanya memperhalus tampilan wajah dan lingkungan. Perubahan teknis membuat pengalaman bermain terasa lebih dekat dengan standar game modern. Gerak karakter lebih halus, pencahayaan lebih kuat, dan detail dunia terlihat lebih hidup.
Bagi pemain baru, Part I menjadi pintu masuk yang rapi. Mereka dapat memahami awal hubungan Joel dan Ellie sebelum masuk ke cerita berikutnya. Bagi pemain lama, versi ini memberi alasan untuk kembali melihat cerita yang sama dengan kualitas teknis yang lebih baru.
Left Behind Menambah Sisi Penting Ellie
The Last of Us juga dikenal melalui Left Behind, bagian cerita tambahan yang dulu hadir sebagai DLC untuk game pertama. Dalam The Last of Us Part I, Left Behind sudah termasuk dalam paket permainan. PlayStation mencatat tidak ada DLC baru untuk Part I dan Part II, sementara Left Behind tersedia di dalam Part I.
Ellie Dilihat dari Sisi yang Lebih Personal
Left Behind membantu pemain mengenal Ellie lebih dekat. Cerita ini memperlihatkan hubungan Ellie dengan Riley dan memberi gambaran tentang masa sebelum Ellie bertemu Joel. Bagian ini penting karena membuat pemain lebih memahami rasa takut, keberanian, dan kehilangan yang membentuk karakter Ellie.
Kehadiran Left Behind juga memperlihatkan cara Naughty Dog menulis karakter muda tanpa terasa datar. Ellie bukan hanya tokoh yang harus dilindungi. Ia punya keinginan, kenangan, amarah, dan keberanian sendiri.
Part II Membawa Cerita yang Lebih Berat
The Last of Us Part II menjadi salah satu game paling banyak dibicarakan karena berani membawa cerita ke arah yang tidak nyaman bagi sebagian pemain. Game ini menempatkan Ellie dan Abby dalam jalur yang saling bertabrakan, lalu memaksa pemain melihat luka dari lebih dari satu sisi.
Ellie dan Abby Membuat Pemain Terbelah
Part II tidak memberi rasa aman seperti perjalanan pertama. Ceritanya lebih keras, lebih panjang, dan lebih menuntut emosi. Pemain tidak hanya mengikuti kemarahan Ellie, tetapi juga dipaksa memahami Abby, tokoh yang sejak awal memicu perdebatan besar di kalangan penggemar.
Versi Remastered untuk PlayStation 5 dirilis pada 19 Januari 2024. Naughty Dog menyebut versi ini sebagai cara definitif untuk menikmati perjalanan Ellie dan Abby, dengan fitur baru, konten balik layar, serta peningkatan untuk konsol PS5.
Part II Remastered Hadir di PC
The Last of Us Part II Remastered akhirnya hadir di PC pada 3 April 2025 melalui Steam dan Epic Games Store. Naughty Dog menyatakan versi PC ini dikerjakan bersama Nixxes dan Iron Galaxy agar pengalaman bermain dapat dioptimalkan untuk pemain PC.
Fitur PC Dibuat Lebih Luas
Versi PC membawa dukungan monitor ultrawide, termasuk 21 banding 9, 32 banding 9, hingga 48 banding 9 untuk pengaturan tiga monitor. PlayStation Blog juga mencatat dukungan fitur seperti Nvidia DLSS 3 Super Resolution, AMD FSR 3.1 dan FSR 4, pilihan VSync, pembatas frame rate, opsi tanpa batas frame rate, DirectStorage, serta pengaturan grafis yang lebih rinci.
Kehadiran versi PC membuat The Last of Us™ menjangkau pemain yang tidak memakai konsol PlayStation. Setelah Part I tersedia di PC, kehadiran Part II Remastered membuat perjalanan utama Joel, Ellie, dan Abby dapat diikuti lebih lengkap oleh pemain komputer.
Mode Baru Membuat Part II Terasa Lebih Panjang Usianya
The Last of Us Part II Remastered tidak hanya membawa peningkatan visual. Versi ini juga memperkenalkan No Return, mode roguelike survival yang memberi tantangan berbeda dari cerita utama. Pemain dapat mencoba karakter, arena, dan musuh dalam susunan yang lebih dinamis.
Chronological Experience Menjadi Pembaruan Menarik
Pada 8 Juli 2025, Naughty Dog merilis pembaruan untuk The Last of Us Part II Remastered di PS5 dan PC. Pembaruan itu menghadirkan Chronological Experience, yaitu mode yang menyusun alur cerita Part II secara kronologis, serta perbaikan bug dan peningkatan performa.
Mode ini menarik karena struktur cerita Part II sejak awal memakai perpindahan waktu yang kuat. Dengan susunan kronologis, pemain bisa melihat hubungan sebab akibat peristiwa dengan cara berbeda, walau pengalaman utama tetap paling kuat ketika dimainkan sesuai rancangan awal.
Fitur Aksesibilitas Jadi Salah Satu Kekuatan Seri Ini
The Last of Us™ juga banyak dibicarakan karena fitur aksesibilitasnya. Seri ini memberi banyak pilihan bagi pemain dengan kebutuhan berbeda, mulai dari pengaturan kesulitan sampai bantuan visual, audio, dan kontrol.
Kesulitan Bisa Disesuaikan
PlayStation mencatat The Last of Us Part I dan Part II memiliki rentang pilihan tingkat kesulitan, mulai dari Very Light yang fokus pada eksplorasi dan cerita sampai Grounded yang sangat menantang. Fitur aksesibilitas juga memungkinkan pemain menyesuaikan cara bermain sesuai kemampuan dan kebutuhan masing masing.
Pendekatan ini membuat The Last of Us™ dapat dinikmati lebih banyak orang. Game yang berat secara emosi dan intens dalam pertempuran tetap memberi ruang bagi pemain yang ingin mengikuti cerita tanpa harus terhalang tingkat kesulitan yang terlalu tinggi.
Serial HBO Membawa ke Penonton Lebih Luas
Kesuksesan game kemudian dibawa ke layar serial oleh HBO. Versi serial memperkenalkan Joel dan Ellie kepada penonton yang mungkin belum pernah memainkan gamenya. Pedro Pascal memerankan Joel, sementara Bella Ramsey memerankan Ellie.
Adaptasi yang Menjaga Inti Cerita
HBO menempatkan The Last of Us sebagai serial tentang perjalanan dua tokoh di dunia yang telah berubah setelah wabah besar. Season 2 mengambil waktu lima tahun setelah peristiwa Season 1, saat masa lalu Joel dan Ellie kembali mengejar mereka dan menyeret keduanya ke konflik baru.
Adaptasi ini tidak sekadar menyalin adegan game. Ada perluasan karakter, perubahan ritme cerita, dan penyesuaian untuk format serial. Namun, hubungan Joel dan Ellie tetap menjadi pusat yang membuat penonton terikat.
Season 2 Membuka Babak Part II
Season 2 menjadi titik penting karena mulai mengadaptasi The Last of Us Part II. Cerita bergerak lima tahun setelah peristiwa awal, dengan Joel dan Ellie tinggal di komunitas Jackson. Kehidupan yang sempat terlihat lebih tenang mulai terguncang ketika tokoh baru hadir dan masa lalu kembali menekan mereka.
Abby Membuat Cerita Berubah Arah
Kaitlyn Dever hadir sebagai Abby, tokoh yang menjadi bagian penting dari Part II. Kehadirannya membuat serial memasuki wilayah cerita yang lebih keras dan penuh perdebatan. Season 2 terdiri dari tujuh episode dan mulai membuka perjalanan panjang yang belum selesai dalam satu musim.
Bagi penggemar game, Season 2 menjadi momen yang ditunggu sekaligus dikhawatirkan. Cerita Part II dikenal sangat memecah reaksi pemain. Versi serial harus membawa bagian itu ke penonton lebih luas dengan bahasa visual yang berbeda dari game.
Season 3 Sudah Dikonfirmasi HBO
HBO telah memperbarui The Last of Us untuk Season 3 pada April 2025, sebelum Season 2 tayang. Pengumuman resmi itu menunjukkan bahwa HBO masih memberi kepercayaan besar pada kelanjutan adaptasi Part II.
Cerita Part II Masih Berlanjut
Season 3 diperkirakan melanjutkan bagian yang belum selesai dari The Last of Us Part II. Beberapa laporan menyebut musim ketiga akan memberi ruang lebih besar kepada sudut pandang Abby, terutama setelah Season 2 meninggalkan cerita pada titik yang menuntut kelanjutan.
HBO belum memberi tanggal pasti untuk penayangan Season 3, tetapi pernyataan Casey Bloys yang dikutip sejumlah laporan menyebut serial ini direncanakan hadir pada 2027. Status itu membuat penggemar masih perlu menunggu perkembangan resmi berikutnya dari HBO.
Mengapa The Last of Us™ Tetap Dibicarakan
The Last of Us™ tetap kuat karena tidak hanya menjual dunia pasca wabah. Banyak game bertema penyintas punya musuh menyeramkan, lingkungan rusak, dan senjata terbatas. Namun, The Last of Us™ menjadi berbeda karena setiap konflik selalu kembali ke manusia.
Pemain dan Penonton Dipaksa Merasakan Luka Tokohnya
Joel, Ellie, Abby, Dina, Tommy, dan karakter lain tidak ditulis sebagai tokoh yang selalu benar. Mereka melakukan hal baik, membuat keputusan buruk, kehilangan orang terdekat, lalu hidup dengan akibatnya. Cara penulisan seperti ini membuat kisahnya terasa lebih berat dan melekat.
Naughty Dog juga membuat dunia yang terasa kotor, indah, dan berbahaya sekaligus. Kota yang ditumbuhi tanaman, bangunan runtuh, kamp penyintas, serta ruang kecil yang menyimpan kenangan memberi suasana yang kuat. Di tangan HBO, suasana itu berubah menjadi gambar nyata yang lebih mudah diterima penonton umum.
“The Last of Us™ kuat karena tidak membiarkan pemain hanya menang atau kalah. Ia membuat pemain bertanya apakah keputusan yang terasa benar tetap bisa menyakiti orang lain.”
Posisi The Last of Us™ dalam Budaya Pop
The Last of Us™ kini tidak hanya menjadi judul game. Ia sudah menjadi bagian dari budaya pop modern, dibicarakan dalam komunitas game, forum serial, media sosial, dan ruang kritik hiburan. Nama Joel dan Ellie dikenal bahkan oleh sebagian orang yang belum pernah memainkan gamenya.
Game dan Serial Saling Menguatkan
Kehadiran serial HBO membuat banyak penonton kembali mencari gamenya. Sebaliknya, pemain game lama ikut menonton serial untuk melihat bagaimana adegan tertentu diterjemahkan ke layar. Hubungan dua medium ini membuat The Last of Us™ terus hidup di lebih dari satu ruang hiburan.
Ketersediaan Part I di PS5 dan PC, Part II di PS4, serta Part II Remastered di PS5 dan PC membuat akses terhadap seri ini lebih luas dibanding sebelumnya. PlayStation juga mencatat The Last of Us Part I tersedia di PS5 dan PC, sementara The Last of Us Part II tersedia di PS4 dan The Last of Us Part II Remastered tersedia di PS5. Versi PC Part II Remastered kemudian hadir pada 2025.
Standar Adaptasi Game
Selama bertahun tahun, adaptasi game sering dipandang sulit karena banyak yang gagal menangkap rasa dari sumber aslinya. The Last of Us HBO menjadi contoh bahwa adaptasi game bisa bekerja bila pembuatnya memahami tokoh, dunia, dan alasan mengapa penggemar peduli.
Tidak Semua Harus Sama Persis
Serial The Last of Us tidak selalu mengikuti game secara kaku. Beberapa bagian diperluas, beberapa karakter diberi ruang berbeda, dan beberapa adegan disusun ulang untuk kebutuhan serial. Namun, inti hubungan Joel dan Ellie tetap dijaga.
Inilah yang membuat adaptasi ini mendapat perhatian besar. Penonton baru bisa mengikuti ceritanya tanpa harus tahu game, sementara pemain lama tetap menemukan banyak unsur yang mereka kenali. The Last of Us™ akhirnya berdiri sebagai contoh penting ketika game dan serial saling memperkuat tanpa harus kehilangan identitas masing masing






