Satire Adalah

Posted on

Satire Adalah – Satire merupakan majas atau gaya bahasa yang berfungsi untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang. Sindiran tersebut biasanya disampaikan secara tidak langsung atau berupa kiasan.

Majas ini sendiri termasuk ke dalam macam-macam majas sindiran selain contoh majas ironi dan contoh majas sarkasme. Nah pada ulasan kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai Satire yang dimana meliputi Pengertian Satire, Karakteristik Satire dan Contoh Satire, agar lebih dapat memahami simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Satire

Satire ialah gaya bahasa yang membuat sindiran atau ledekan diiringi oleh kritik tajam dengan ungkapan yang bervariasi hingga menghasilkan kesan yang membuat pembaca atau pendengar tertawa dan pihak yang dikritik meringis (tertawa getir).

Kunci perbedaan satire dari majas sindiran lain ialah bagaimana gaya bahasa ini selalu berusaha untuk menghibur secara intelek pembacanya lewat humurnya yang berisi kritik tajam.

Gaya bahasa ini juga dapat berupa keseluruhan teks serupa alegori yang menyimpan symbol di keseluruhan ceritanya. Beberapa panggung sandiwara sering menyajikan satire dalam bentuk drama. Biasanya tunggangan satire adalah parody yakni memelesetkan sesuatu yang benar-benar ada.

Pengertian Satire Menurut Para Ahli

Menurut Nurdin, Maryani Dan Mumu (2002, hlm. 29) mengemukakan bahwa satire ialah gaya bahasa yang berbentuk penolakan dan mengandung kritik dengan maksud agar sesuatu yang salah dicari solusi atau kebenarannya.

Dan sementara itu, Keraf (2010, hlm. 144) berpendapat bahwa satire adalah ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu. Dapat disimpulkan bahwa satire adalah gaya bahasa yang cenderung menolak suatu gagasan dan mengkritiknya dengan cara yang lucu atau mengoloknya.

Baca Juga :  Ide Pokok Adalah : Pengertian, Ciri, Fungsi, Cara Menentukan Dan Contohnya

Karakteristik Satire

Satire tidak mudah untuk diaplikasikan dan harus disusun secara baik agar pihak yang dikritik tidak malah berbalik menyerang. Maksudnya gaya bahasa ini harus diungkapkan dengan cara yang elegan dan tidak hanya menghakimi semata seperti sarkasme.

Satire yang baik akan membuat semua orang tertawa, termasuk pihak yang dikritik meskipun mungkin tertawanya agak berbeda. Namun hal tersebut justru memberikan indikator bahwa gaya bahasa ini telah berhasil menekankan kritik agar yang menerima kritikan terpengaruh untuk mempertimbangkannya.

Contoh Satire

Sindiran dalam satire cendrung dibawakan dengan cara yang membuat kita tertawa miris dan dapat mengaplikasikan berbagai majas lain seperti majas ironi, sinisme dan sarkasme. Nah berikut ialah beberapa contoh penggunaan satire dalam kalimat.

  • Saya punya saran untuk pak Kepala perihal cara memecahkan masalah internal lembaga, bagaimana kalau lembaga pak Kepala ini dibubarkan saja?
  • Gunung bungkusan plastik hitam di sungai itu adalah mahakarya seni kontemporer yang mahal karya anak bangsa.
  • Netizen itu reporter yang andal, peristiwa yang sebenarnya tidak pernah terjadi saja dapat menjadi berita.
  • Lahap sekali makannya, ayo lanjutkan biar tubuhmu makin sehat dan perutmu membuncah mengeluarkan mengeluarkan pupuk organik untuk kelestarian alam ini.
  • Bisnis Anda itu sedang di atas angin, tak usah mempedulikan apa yang ada di bawah sana, terbanglah seperti Icarus. Icarus adalah salah satu tokoh dalam legenda yang terbang terlalu tinggi sehingga lilin yang merekatkan sayapnya meleleh oleh terik matahari dan akhirnya ia terjatuh.
  • Tidak sekalian dibungkus saja sisa makanan yang lainnya? Jangan khawatir anak yatim di yayasan ini sudah terbiasa untuk menahan lapar.
  • Kota ini adalah puncak dari kejayaan Negeri yang bahkan sudah lebih tinggi dari rakyatnya sendiri.
  • Nyaman sekali makan di sini, sampai tikus dan kecoa saja ikut bergabung dengan kita.
  • Menurut saya warga di sini sangatlah kompak, buktinya mereka bekerja sama membuat air sungai meluap. Meluap tentunya memiliki konotasi negatif: membuat banjir karena membuang sampah sembarangan di sungai.
  • Percuma saja aku berbicara hingga mulutku berbusa, kalau ternyata ucapanku ini tak didengar juga.
  • Apakah hati nuranimu saat ini sedang tidur? Bisa-bisanya kau berbuat jahat kepada Ibumu sendiri!
  • Sudah berapa kau tidak makan? Lahap sekali makanmu itu!
  • Begitu asyiknya kalian bergosip, sampai salam dariku saja tidak kalian anggap.
  • Alamak, tak ada yang menyahut ucapanku sama sekali! Apakah jangan-jangan tadi aku berbicara dengan pepohonan?
  • Sudah berapa tahun kau belajar masak? Masakanmu kok rasanya begini-begini saja!
  • Sarapan apa kau pagi tadi? Kelakuanmu aneh sekali hari ini.
  • Setan apa yang tengah merasukimu saat ini? Bisa-bisanya kau berbuat kejam begitu pada istrimu!
  • Tumben sekali kau bisa berbicara dengan bijak. Habis terbentur tembok ya kepalamu?
  • Mimpi apa kau semalam? Mukamu pucat sekali hari ini!
  • Aku tak menyangka ternyata kau itu serigala berbulu domba. Tega-teganya kamu menipuku dari belakang.
  • Nuranimu lagi tidur ya? Bisa-bisanya kau mengeroyoki temanmu di depan umum.
  • Syaraf otakmu sedang putus ya? Bisa-bisanya kau berpikir curang seperti itu!
  • Kau tak pernah diajari cara mengucapkan terima kasih ya? Kamu sudah dia bantu, tapi kamu malah mengabaikan dia.
  • Tumben sekali kau berpikiran secerdas itu. Jangan-jangan tadi kau salah minum obat ya?
  • Percuma saja aku bekerja hingga badanku jadi tengkorak begini, kalau ternyata hasil kerjaku tak dihargai juga.
  • Badan sih boleh tinggi, tapi hatinya jangan tinggi juga dong!
  • Ah, percuma saja kau punya sepasang mata, kalau sosokku ini saja tak pernah kau tengok sekalipun!
  • Ah, untuk apa kau bertahun-tahun membesarkan badanmu, kalau mengangkat galon ini saja kau tidak bisa!
  • Apa gajimu dalam sebulan sangat kecil ya, sampai-sampai membeli baju pun kau tak sanggup?
  • Hei, paru-parumu sekarang terbuat dari batu ya? Sudah sakit begini masih saja kau merokok!
  • Ah, percuma saja aku menasihatimu, kalu ternyata selama ini ucapanku hanya dianggap hembusan angin saja!
  • Kau sekarang buta warna ya? Sudah tahu tadi lampu merah. Eh, kau malah seenaknya menerobos.
  • Hambar sekali masakan ini! Apakah persediaan bumbu-bumbu masakan di rumah kita sudah sangat sedikit ya?
  • Apakah aku harus membenturkan kepalamu ke tembok, agar kau menyadari kesalahan yang kau buat itu?
  • Kau lupa bawa jam tangan ya? Bisa-bisanya kau bermain sampai lupa waktu!
  • Kau tak bisa membaca waktu ya, sampai-sampai kau tak tahu kalau aku menunggumu sampai lma jam lamanya.
  • Kau sudah gila ya? Badanmu sudah kurus begitu tapi kau masih saja berdiet.
  • Pasokan cabai di rumahmu sangat banyak sekali ya, sampai-sampai pisang goreng ini kau beri cabai supaya pedas.
  • Setahuku, kau sudah lama bekerja di sini. Tapi, mengapa ya hasil kerjamu begitu-begitu saja?
  • Percuma saja aku menaingis darah untukmu, kalau ternyata kau tak peduli sama sekali dengan perasaanku!
Baca Juga :  Proposal : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Unsur, Sistem Penulisan Dan Macamnya

Demikianlah pembahasan mengenai Satire Adalah semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.

5/5 - (125 votes)