√ Cahaya : Pengertian, Macam, Sifat Dan Contohnya

Posted on

√ Cahaya : Pengertian, Macam, Sifat Dan Contohnya

 Pengertian Cahaya – Pada kesempatan kali ini admin akan menjelaskan ,mengenai Cahaya yang akan meliputi pengertian , macam , sifat dan juga contohnya . Untuk lebih jelasnya langsung saja simak ulasan selengkapnya berikut ini.

 

Definisi Cahaya

Definisi cahaya dibagi menjadi beberapa macam menurut para ahli. Diantaranya yaitu sebagai berikut  :

Cahaya adalah suatu energi yang berbentuk gelombang elektromagnetik yang kasat mata, dengan panjang gelombang sekitar 380 – 750 nm. Pada bidang fisika, cahaya merupakan  radiasi elektromagnetik baik dengan panjang gelombang kasat mata maupun yang tidak.

KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ). Sinar atau terang ( dari sesuatu yang bersinar seperti matahari , bulan, lampu ) yang memungkinkan mata untuk menangkap bayangan benda – benda  yang berada di sekitarnya.

Macam – Macam Cahaya

Berdasarkan sumbernya cahaya  dapat di bedakan menjadi dua macam, yaitu :

  • Cahaya yang berasal dari benda itu sendiri . Misalnya  yaitu cahaya dari matahari, senter, lampu, lilin dan yang lain – lain .
  • Cahaya yang memantul dari benda akibat dari pantulan cahaya di permukaan benda tersebut, dari sumber cahaya. Contohnya ketika kita melihat benda  yang berwarna merah, artinya benda tersebut memantulkan cahaya berwarna merah.

Sifat Cahaya

Cahaya bersifat menembus, bisa dipantulkan, merambat, dan juga dapat dibiaskan. Berikut penjelasan selengkapnya :

Baca Juga :  Batang Otak (Brainstem) : Pengertian, Fungsi, Struktur Dan Bagiannya

Cahaya Merambat Lurus

Sifat cahaya yang merambat lurus akan terjadi jika  melewati satu medium pertama. Kejadiannya bisa  dilihat dengan nyata pada lampu senter yang merambat lurus. Kita juga  dapat  melihat cahaya merambat lurus pada berkas cahaya matahari, yang menerobos masuk ke celah genting ataupun ventilasi rumah seperti yang terlihat seperti garis lurus. Hal tersebutlah  yang membuktikan bahwa cahaya merambat lurus. Sifat cahaya ini di manfaatkan dengan membuat lampu senter  dan  lampu pada kendaraan bermotor. Misalnya Cahaya senter yang membentuk garis lurus, cahaya mercusuar di pinggiran laut yang membentuk garis lurus.

Cahaya Dapat Dipantulkan

Cahaya juga  dapat  di pantulkan atau disebut dengan pencerminan, adalah sebuah  proses terpancarnya lagi cahaya dari permukaan benda yang terkena oleh cahaya. Sifat pemantulan dibagi menjadi  dua yaitu pemantulan teratur dan pemantulan baur ( difus ). Pada pemantulan yang teratur, berkas cahaya pantulnya sejajar. Hal ini terjadi ketika cahaya terkena benda yang permukaannya rata, mengkilap atau licin. Seperti pada cermin, yang menjadi benda yang dapat memantulkan cahaya dengan sempurna.

Karena cermin mempunyai  bidang yang  halus dan mengkilap yang bisa memantulkan cahaya dengan baik. Dan pada pemantulan baur ketika  terjadi cahaya pada benda yang permukaannya tidak rata. Adanya pemantulan baur, tempat yang tidak ikut terkena cahaya secara langsungpun akan menjadi terang. Misalnya alat perioskop, bayangan ketika  berdiri di depan cermin, bayangan air jernih dan yang lain sebagainya .

Cahaya Dapat Dibiaskan

Pembiasan adalah proses pembelokan arah rambat cahaya ketika melewati dua medium yang kerapatannya berbeda. Pembiasan cahaya ini dapat  di manfaatkan untuk pembuatan alat – alat optik oleh manusia. Misalnya pada kehidupan sehari – hari seperti peristiwa berikut ini :

Baca Juga :  Gaya Van Der Waals : Pengertian Dan jenisnya
  • Air yang jernih disaat memperoleh  cahaya akan kelihatan lebih dangkal dari yang sebenarnya.
  • Pensil atau benda yang memiliki bentuk lurus akan seperti bengkok pada saat dimasukkan pada gelas yang berisi air.
  • Peristiwa fatamorgana yang terjadi disaat berkas cahaya yang berjalan dari udara dingin ke udara panas terbiaskan ke arah horizontal, sehingga suatu benda tampak muncul di atas posisi yang sebenarnya.
  • Uang logam yang berada di dalam air yang jernih akan terlihat lebih dekat dengan permukaan.
  • Ikan yang dimasukkan di dalam aquarium akan terlihat lebih besar daripada yang

Cahaya Dapat Diuraikan

Penguraian cahaya atau dispersi cahaya terjadi secara alami. Misalnya ketika terjadi pelangi. Pelangi muncul setelah turun hujan, serta  terdapat berbagai macam warna pada pelangi seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Warna – warna  tersebut  sebenarnya sama saja, yaitu berasal dari satu warna yaitu warna putih dari matahari. Namun warna putih itu di biaskan oleh titik air hujan, sehingga cahaya putih di uraikan menjadi berbagai macam warna. Lalu terbentuklah warna indah pelangi. Misalnya  terjadinya pelangi, gelembung air sabun yang terkena sinar matahari akan terlihat memiliki warna yang beragam.

Cahaya Dapat Menembus Benda Bening

Benda bening merupakan  benda yang  dapat  ditembus oleh cahaya. Misalnya seperti kaca, mika, plastik bening, air jernih, dan botol bening. Ketika cahaya mengenai benda bening maka cahayanya dapat menembus benda tersebut. misalnya Cahaya  yang menembus kaca bening, gelas bening.

Cahaya Dapat Mengalami Interferensi

Interferensi adalah suatu  penggabungan dari dua gelombang ataupun lebih.

Cahaya Dapat Mengalami Difraksi ( Pelenturan )

Dalam bidang yang sempit, cahaya juga  akan mengalami pelenturan gelombang yaitu kejadian atau peristiwa pembelokan arah rambat cahaya gelombang karena melewati celah yang sempit.

Baca Juga :  √ Sistem Pernapasan Manusia : Pengertian, Cara Kerja, Organ Kerja dan Prosesnya

Cahaya Dapat Mengalami Polarisasi

Polarisasi merupakan sebuah  peristiwa yang mana terserapnya sebagian arah getar cahaya sehingga cahaya tersebut akan kehilangan sebagian besar arah getarnya.

Itulah yang dapat dijelaskan mengenai √ Cahaya : Pengertian, Macam, Sifat Dan Contohnya semoga bermanfaat dan jangan lupa simak juga artikel yang lainnya , sekian dan terimakasih.