Ovarium  : Pengertian , Struktur Anatomi Dan Fungsinya

Posted on

Ovarium  : Pengertian , Struktur Anatomi Dan Fungsinya

Ovarium – Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan mengenai ovarium yang kan meliputi pengertian, struktur anatomi dan juga fungsinya langsung saja kita simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Pengertian Ovarium

Ovarium atau yang biasa disebut dengan indung telur adalah salah satu organ reproduksi wanita yang berfungsi dalam memproduksi sel telur serta hormon. Setiap wanita mempunyai dua buah ovarium, di sebelah kanan dan kiri pinggul.

Bentuk ovarium oval dengan ukuran panjang yaitu 4 cm, lebar 3 cm serta diameter sekitar 2 cm. Warna ovarium pada umumnya yaitu abu kemerahan dengan struktur permukaan yang tidak rata.

Struktur Anatomi Dan Bagian Ovarium

Berikut ini adalah struktur dan bagian dari ovarium :

  • Bagian Permukaan : Yaitu adalah bagian paling luar dari ovarium yang terdiri dari epitel kuboid selapis atau epitel germinal.
  • Korteks : Adalah merupakan bagian yang letaknya setelah permukaan, beberapa bagian korteks tersusun atas jaringan ikat. Korteks merupakan tempat ditemukannya sel folikel dan juga oosit.
  • Medulla : Adalah bagian paling dalam dari ovarium yang tersusun atas jaringan neorovaskular.

Fungsi Ovarium

Fungsi Ovarium Sebagai Organ Reproduksi

Setiap ovarium tentu akan mengalami perkembangan pada sel telurnya. Pada proses ini, sel telur akan disertai dengan beberapa kelompok sel yaitu sel folikel. Yang merupakan jenis sel yang mengandung cairan pada tempat tumbuhnya sel telur.

Baca Juga :  Antibodi : Pengertian, Sifat, Fungsi, Struktur Dan Jenisnya

Perkembangan sel folikel kemudian akan di rangsang oleh hormon Follicle Stimulating Hormone (FSH). Dari masa embrio, sudah terjadi perkembangan oogonium menjadi oosit, sedangkan oosit tidak akan berkembang menjadi sel ovum matang hingga dimulainya masa pubertas.

Setelah memasuki masa pubertas, ovum yang  telahmatang akan dilepaskan oleh sel folikel lalu di keluarkan oleh ovarium ke uterus atau rahim. Sel ini siap dibuahi oleh sperma. Akan tetapi apabila sel telur ini berhasil dibuahi oleh sperma, maka hasil pertemuan keduanya adalah hasil pembuahan yang akan tumbuh serta berkembang di uterus atau rahim lalu menjadi embrio.

Fungsi Uterus Sebagai Kelenjar Endokrin

Peran lainnya dari ovarium ini adalah sebagai kelenjar endokrin. Ovarium mampu menghasilkan dua hormon, yang dimana keduanya berfungsi penting dalam menjaga kesehatan reproduksi serta kesuburan. Hormon itu yaitu hormon estrogen dan juga hormon progesteron.

Hormon Estrogen

Hormon estrogen adalah hormon seks yang utama yang menjadi perkembangan seksual dan juga reproduksi. Dari kimianya, estron mengarah pada hormon yang tersusun atas estrone, estradiol, estiol. Fungsi dari hormon estrogen untuk wanita adalah :

  • Memberikan rangsangan pada perkembangan organ seks sekunder, seperti misalnya pertumbuhan payudara, rambut kemaluan dan juga ketiak.
  • Mengatur siklus menstruasi dan mengendalikan pertumbuhan dinding rahim selama periode menstruasi berlangsung.
  • Membantu pembentukan tulang dan juga pembekuan darah.
  • Dapat memengaruhi kulit, rambut, selaput lendir dan otot panggul.

Hormon Progresteron

Hormon progesterone adalah hormon yang tergolong dalam steroid yang fungsinya berhubungan dengan siklus menstruasi, kehamilan dan juga perkembangan embrio. Fungsinya yaitu :

  • Mengubah dinding endometrium rahim untuk mempersiapkan tempat yang nyaman untuk pertumbuhan janin.
  • Menurunkan respon kekebalan tubuh wanita selama terjadi proses pembuahan untuk menyiapkan kehamnilan.
  • Bekerja sama dengan hormon prolaktin untuk mematangkan payudara agar dapat memproduksi asi.
  • Meningkatkan gairah seksual pada wanita
  • Membantu perkembangan saraf otak dan mempunyai peran dalam perlindungan dan juga pemulihan cedera jaringan otak dari kerusakan.
Baca Juga :  √ Transpirasi : Pengertian , Proses, Macam , Faktor dan Mekanisme

Pengaruh Usia Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Ovarium (Indung Telur)

Pada saat seorang wanita lahir ada sekitar 1-2 juta oosit pada ovariumnya, namun hanya sekitar 500 saja yang akan mengalami ovulasi. Sisanya tidak dapat digunakan atau bahkan mati sendiri. Seiring dengan bertambahnya usia, oosit ini akan semakin sedikit. Karena di masa menstruasi sel yang tidak dibuahi akan keluar dari tubuh. Dan pada saat sel itu habis, seorang wanita akan mengalami masa menopouse. Yaitu masa dimana ia tidak lagi mendapat menstruasi.

Gangguan Dan Penyakit Pada Ovarium

Kista Ovarium

Kista ovarium adalah adanya kantung yang mengandung cairan atau kista di dalam atau di permukaan ovarium. Kista sering hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan, akan tetapi apabila tidak hilang maka akan timbul komplikasi.

Beberapa kista tidak menimbulkan gejala apapun. Dalam beberapa kasus, gejala dari kista ini adalah menstruasi yang tidak teratur, nyeri pada saat berhubungan seksual atau buang air besar tidak teratur. Secara umum, kista juga bisa sembuh sendiri. Akan tetapi apabila tidak sembuh maka harus diatasi dengan menggunakan pil kb atau dengan operasi.

Kanker Ovarium

Kanker ovarium adalah jenis kanker yang sering tidak terdeteksi, hingga akhirnya sudah menyebar ke bagian panggul dan juga perut. Di stadium akhir, kanker ovarium lebih sulit diobati fan bisa mengakibatkan hal yang fatal. Biasanya tidak ada gejala di awal pada kanker ini. Tahapan lanjutnya dikaitkan dengan beberapa gejala, tetapi gejalanya tidak spesifik. Misalnya kehilangan nafsu makan atau menurunnya berat badan. Dalam mengobati kanker ini dapat dengan operasi atau kemoterapi.

Demikianlah artikel kali ini yang membahas mengenai Ovarium : Pengertian , Struktur Anatomi Dan Fungsinya semoga bermanfaat, sekian dan terimakasih untuk kunjungannya.

Baca Juga :  Faktor Yang Mempengaruhi Fotosintesis : Proses Dan Gambarnya