Akor Adalah: Pengertian, Fungsi, Jenis, Rumus, Tingkatan, Lambang dan Contohnya

Posted on

Akor Adalah – Lantas apa arti akor? Dalam dunia music, definisi akor ialah hal yang tidak asing lagi. Sebab akor memang berhubungan langsung dengan nada dan lagu, sehingga wajib bagi para seorang pemain musik untuk bisa memahami mengenai hal seperti ini.

Sebelum memabahas lebih jauh sebaiknya kita lihat pengertian akor secara umum terlebih dahulu sehingga kita dapat lebih memahaminya dengan mudah. Akor ialah paduan beberapa nada yang jika dimainkan dengan secara bersamaan akan dapat terdengar lebih harmonis.

Dan jika dilihat dari penyajiannya, akor memang dapat dimainkan secara bersamaan atau serentak ataupun bergantian. Paduan nada ini pada biasanya sebagai penyerta melodi dan keterpaduan nada-nada yang terdapat di dalam akor akan terlihat pada aransemen lagu yang nantinya dimainkan dengan menggunakan banyak alat musik serta aransemen lagu untuk paduan suara.

Dan tidak hanya itu, nada-nada yang memang berasal dari unstrumen musik ataupun dari berbagai jenis suara yang nantinya akan dibunyikan dengan secara bersamaan maka akan membentuk suatu akor.

Jadi akor ini memang tidak hanya berperan sebagai penyerta saja melainkan juga dapat menyatu dengan melodi. Nah dibawah ini ialah informasi yang sangat bermanfaat bagi kita untuk lebih bagaimana memahami dari Akor Adalah tersebut, untuk itu simak pemaparan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Akor

Akor adalah kombinasi dari dua atau lebih nada yang dimainkan secara bersamaan. Akor merupakan unsur fundamental dalam musik dan sering digunakan untuk memberikan dasar harmonis dalam sebuah lagu. Nada-nada dalam sebuah akor biasanya dipilih berdasarkan hubungan harmonis tertentu, dan akor dapat memberikan kesan stabil atau cair pada pendengar tergantung pada jenisnya.

Penting untuk memahami beberapa konsep terkait akor:

  • Nada Akor (Root Note)
    Nada akor, atau sering disebut sebagai “akar,” adalah nada yang memberi nama pada akor dan berfungsi sebagai dasar dari akor tersebut. Nada akor biasanya ditentukan oleh nama akor, misalnya, dalam akor C mayor, C adalah nada akornya.
  • Jenis Akor
    Jenis akor mengacu pada karakteristik nada-nada dalam akor tersebut. Dua jenis akor yang umum adalah akor mayor dan akor minor. Akor mayor cenderung terdengar ceria dan stabil, sementara akor minor memiliki nuansa yang lebih gelap atau sedih.
  • Struktur Nada
    Struktur nada sebuah akor menentukan nada-nada yang membentuknya. Umumnya, akor terdiri dari nada akor (root note), nada ketiga, dan nada kelima. Struktur ini dapat dimodifikasi dengan menambahkan nada ketujuh, nada kesembilan, dan lainnya, untuk membuat akor yang lebih kompleks.
  • Inversion (Inversi)
    Inversi terjadi ketika urutan nada dalam akor diubah. Pada inversi, nada akor yang bukan nada akor menjadi nada akor pada urutan yang berbeda. Inversi dapat memberikan warna atau variasi pada akor.
  • Nota dan Tangga Nada
    Notasi akor menggunakan simbol-simbol musik untuk menunjukkan jenis akor dan struktur nada. Contoh notasi akor melibatkan huruf dan angka, seperti Cmaj7 yang menunjukkan akor C mayor dengan tambahan nada ketujuh.

Akor digunakan dalam berbagai genre musik dan dapat dimainkan dengan berbagai alat musik, seperti gitar, piano, atau instrumen lainnya. Mereka memainkan peran penting dalam menyusun harmoni dan memberikan dasar akustik bagi karya musik.

Pengertian Akor Menurut Para Ahli

Pengertian akor menurut para ahli dapat mencakup berbagai aspek, baik dari segi teori musik, analisis harmonis, maupun aplikasi praktis dalam musik. Berikut adalah beberapa definisi akor menurut beberapa ahli:

  • Walter Piston
    Menurut Walter Piston, seorang komponis dan teoritis musik Amerika, akor adalah kombinasi tiga atau lebih nada yang dimainkan secara bersamaan. Ia menekankan bahwa akor dapat terdiri dari nada-nada yang memiliki hubungan harmonis tertentu.
  • Heinrich Schenker
    Heinrich Schenker, seorang ahli teori musik Austria, melihat akor sebagai bagian dari struktur hierarkis dalam musik tonal. Ia menyoroti hubungan antara akor dengan nada akor (tonika, subdominan, dan dominan) dalam sebuah komposisi.
  • Hugo Riemann
    Hugo Riemann, seorang teoritis musik Jerman, mengemukakan bahwa akor adalah elemen dasar dari harmoni, yang terdiri dari beberapa nada yang diatur secara vertikal. Ia membagi akor menjadi akor kuno dan akor modern, serta mengemukakan konsep teori fungsional harmoni.
  • Jean-Philippe Rameau
    Sebagai seorang komponis dan teoritis musik Prancis pada abad ke-18, Jean-Philippe Rameau memainkan peran penting dalam pengembangan teori harmoni. Ia membahas konsep akor dari segi klasifikasi fungsional dan hubungannya dengan konsep “fundamental bass.”
  • Joseph Swain
    Joseph Swain, dalam bukunya “Harmony,” mendefinisikan akor sebagai “beberapa nada yang dimainkan secara bersamaan, baik pada waktu yang sama atau pada waktu berurutan.” Swain menekankan bahwa akor dapat terdiri dari nada-nada yang membentuk interval musik tertentu.
Baca Juga :  Korupsi Adalah : Pengertian, Faktor Penyebab, Dampak, Jenis Dan Contohnya

Pengertian akor ini mencerminkan kompleksitas dan keragaman konsep ini dalam konteks teori musik dan praktik musik. Pemahaman tentang akor melibatkan pengetahuan tentang bagaimana nada-nada ini diorganisir dan berinteraksi satu sama lain untuk membentuk harmoni dalam karya musik.

Fungsi Akor Di Dalam Dunia Musik

Akor memiliki beberapa fungsi penting di dalam dunia musik, dan perannya sangat signifikan dalam menyusun harmoni, menciptakan perasaan tertentu, dan memberikan dasar akustik bagi komposisi musik. Berikut adalah beberapa fungsi akor dalam konteks musik:

  • Memberikan Harmoni
    Akor adalah unsur dasar dalam harmoni. Dengan memainkan beberapa nada secara bersamaan, akor menciptakan suara yang lebih kaya dan menyatu. Harmoni memungkinkan musik memiliki dimensi yang lebih dalam dan kompleks.
  • Mengatur Mood atau Perasaan
    Jenis akor dapat memberikan perasaan atau mood tertentu dalam sebuah lagu. Akor mayor sering dihubungkan dengan suasana yang ceria, bahagia, atau terang, sementara akor minor cenderung menciptakan nuansa yang lebih gelap, melankolis, atau sedih.
  • Membentuk Dasar Musik
    Akor sering digunakan sebagai dasar musik, terutama dalam musik pop, rock, dan banyak genre lainnya. Mereka membentuk struktur dasar sebuah lagu, memungkinkan komposisi musik memiliki fondasi harmonis yang kuat.
  • Pemberian Warna pada Musik
    Jenis dan struktur akor dapat memberikan warna dan karakteristik khusus pada musik. Akor-akor dengan tambahan nada, seperti akor sus4, akor maj7, atau akor minor7, dapat memberikan nuansa yang berbeda-beda.
  • Mendukung Melodi
    Akor sering digunakan untuk mendukung melodi utama. Sementara melodi menonjol sebagai bagian utama, akor memberikan dasar harmonis yang melengkapi melodi dan memberikan kedalaman suara.
  • Membentuk Progresi Akor
    Progresi akor, atau urutan akor dalam sebuah lagu, adalah unsur penting dalam membentuk struktur musik. Progresi akor menciptakan pola yang mengarahkan pendengar dari satu nada ke nada berikutnya, memberikan dinamika dan arah pada lagu.
  • Inovasi dan Eksperimen
    Dalam konteks komposisi modern, musisi sering menggunakan akor untuk eksperimen dan inovasi. Mereka dapat menciptakan akor-akor baru, mencampur jenis akor yang tidak konvensional, atau menggabungkan teknik-teknik harmonis baru.
  • Mengatur Dinamika dan Intensitas
    Akor dapat digunakan untuk mengatur dinamika dan intensitas suatu karya musik. Perubahan akor atau progresi akor dapat menciptakan momen klimaks, penurunan ketegangan, atau perubahan suasana secara mendalam.

Fungsi-fungsi ini mencerminkan kekayaan akor sebagai elemen fundamental dalam musik. Mereka memberikan warna dan struktur yang diperlukan untuk menciptakan pengalaman musik yang lengkap dan mendalam bagi pendengar.

Jenis-Jenis Akor

Jenis-jenis akor dapat dikelompokkan berdasarkan karakteristik nada-nada yang membentuk akor tersebut. Berikut adalah beberapa jenis akor yang umum digunakan dalam teori musik:

  • Akor Mayor (Major Chord)
    Akor mayor adalah akor yang terdiri dari nada akor, nada ketiga mayor, dan nada kelima. Notasi umum untuk akor mayor adalah menggunakan huruf tanpa tambahan tanda atau angka, misalnya C untuk akor C mayor.
  • Akor Minor (Minor Chord)
    Akor minor adalah akor yang memiliki nada akor, nada ketiga minor (selisih satu setengah nada dari nada mayor), dan nada kelima. Notasi umum untuk akor minor adalah menggunakan huruf diikuti dengan “m” atau tanda “-,” misalnya Am atau A- untuk akor A minor.
  • Akor Dim (Diminished Chord)
    Akor diminished adalah akor yang terdiri dari nada akor, nada ketiga minor, dan nada kelima diminis (selisih satu setengah nada dari nada kelima minor). Notasi umumnya menggunakan huruf diikuti dengan “dim,” misalnya Cdim untuk akor C diminished.
  • Akor Aug (Augmented Chord)
    Akor augmented adalah akor yang terdiri dari nada akor, nada ketiga mayor, dan nada kelima augmented (selisih satu setengah nada dari nada kelima mayor). Notasi umum untuk akor augmented adalah menggunakan huruf diikuti dengan “+” atau “aug,” misalnya Caug atau C+ untuk akor C augmented.
  • Akor Maj7 (Major Seventh Chord)
    Akor maj7 adalah akor mayor yang ditambah dengan nada ketujuh mayor. Notasi umumnya menggunakan huruf diikuti dengan “maj7,” misalnya Cmaj7 untuk akor C major seventh.
  • Akor Dom7 (Dominant Seventh Chord)
    Akor dom7 adalah akor mayor yang ditambah dengan nada ketujuh minor. Notasi umumnya menggunakan huruf diikuti dengan “7,” misalnya G7 untuk akor G dominant seventh.
  • Akor Min7 (Minor Seventh Chord)
    Akor min7 adalah akor minor yang ditambah dengan nada ketujuh minor. Notasi umumnya menggunakan huruf diikuti dengan “min7” atau “m7,” misalnya Dmin7 atau Dm7 untuk akor D minor seventh.
  • Akor Dim7 (Diminished Seventh Chord)
    Akor dim7 adalah akor diminished yang ditambah dengan nada ketujuh diminished. Notasi umumnya menggunakan huruf diikuti dengan “dim7,” misalnya Bdim7 untuk akor B diminished seventh.
  • Akor Sus4 (Suspended Fourth Chord)
    Akor sus4 adalah akor yang menggantikan nada ketiga dengan nada keempat. Notasi umumnya menggunakan huruf diikuti dengan “sus4,” misalnya Fsus4 untuk akor F suspended fourth.
  • Akor Sus2 (Suspended Second Chord)
    Akor sus2 adalah akor yang menggantikan nada ketiga dengan nada kedua. Notasi umumnya menggunakan huruf diikuti dengan “sus2,” misalnya Csus2 untuk akor C suspended second.
Baca Juga :  Perusahaan Asuransi Dan Polis Asuransi : Pengertian Dan Jenis-Jenisnya

Jenis-jenis akor ini memberikan berbagai warna dan nuansa harmonis dalam musik. Pemilihan akor yang tepat memainkan peran penting dalam menciptakan atmosfer dan ekspresi dalam sebuah komposisi musik.

Rumus Akor

Rumus akor merujuk pada cara untuk menunjukkan atau menulis akor dalam notasi musik. Akor adalah gabungan dari beberapa nada yang dimainkan secara bersamaan. Rumus akor mencakup informasi mengenai nada-nada yang membentuk akor tersebut.

Dalam notasi akor, rumus dapat ditulis menggunakan huruf dan simbol musik tertentu. Berikut adalah contoh rumus akor untuk akor mayor dan minor pada gitar:

  • Rumus Akor Mayor
    Untuk akor mayor, rumus umumnya ditulis sebagai 1-3-5, yang mengindikasikan bahwa akor tersebut terdiri dari nada akar (1), nada ketiga (3), dan nada kelima (5). Sebagai contoh, pada akor C mayor, rumusnya adalah C-E-G.
  • Rumus Akor Minor
    Untuk akor minor, rumus umumnya ditulis sebagai 1-b3-5, yang mengindikasikan bahwa akor tersebut terdiri dari nada akar (1), nada ketiga minor (b3), dan nada kelima (5). Sebagai contoh, pada akor A minor, rumusnya adalah A-C-E.

Perlu dicatat bahwa notasi 1, 3, dan 5 pada rumus akor merujuk pada derajat dari skala mayor. Derajat tersebut sesuai dengan posisi nada dalam skala mayor, di mana 1 adalah nada akar, 3 adalah nada ketiga, dan 5 adalah nada kelima.

Selain itu, “b3” pada rumus akor minor menunjukkan bahwa nada ketiga adalah nada minor (selisih satu setengah nada dari nada mayor). Simbol “b” pada notasi musik menunjukkan penurunan satu setengah nada.

Contoh notasi rumus akor pada akor C mayor dan A minor di atas adalah konvensi umum, dan rumus dapat berbeda tergantung pada jenis akor dan instrumen musik yang digunakan. Misalnya, pada piano, notasi menggunakan huruf dan angka pada setiap tangga nada untuk menunjukkan tata letak tangga nada dan memberi tahu pemain piano tentang bagaimana memainkan akor tersebut.

Tingkatan Akor

Tingkatan akor merujuk pada susunan atau struktur nada-nada dalam sebuah akor. Umumnya, akor terdiri dari tiga nada utama yang membentuk dasar harmoni: nada akor, nada ketiga, dan nada kelima. Berdasarkan susunan ini, akor dapat dibedakan menjadi beberapa tingkatan. Berikut adalah beberapa tingkatan akor yang umum:

  • Akor Tertutup (Closed Chord)
    Akor tertutup adalah akor di mana semua nada yang membentuk akor tersebut berada dalam satu oktaf atau jarak yang tidak terlalu besar di antara nada-nada tersebut. Akor ini sering dimainkan dalam posisi tertutup pada gitar, di mana semua notanya ditempatkan dalam satu jangkauan fret.
  • Akor Terbuka (Open Chord)
    Akor terbuka adalah akor di mana setidaknya satu nada di antara nada-nada yang membentuk akor tersebut ditinggalkan terbuka (tidak ditekan) saat dimainkan. Akor terbuka umumnya sering digunakan pada gitar dan menciptakan suara yang lebih terbuka dan resonan.
  • Akor Power (Power Chord)
    Akor power adalah akor yang terdiri dari nada akor dan nada kelima, tanpa menyertakan nada ketiga. Akor power sering digunakan dalam musik rock dan heavy metal karena memberikan suara yang kaya dan kuat, sambil menghindari keputusan mayor atau minor.
  • Akor Barre
    Akor barre melibatkan menekan semua atau sebagian besar senar gitar menggunakan satu jari yang diposisikan melintang di seluruh fret. Akor barre memungkinkan pemain untuk memainkan akor yang memiliki bentuk yang sama di berbagai posisi di fretboard.
  • Akor Inversi
    Inversi akor terjadi ketika urutan nada dalam akor diubah. Inversi memberikan variasi pada cara akor dimainkan dan dapat menghasilkan suara yang berbeda-beda. Inversi umumnya ditandai dengan penempatan nada akor pada posisi yang berbeda dalam urutan nada.
  • Akor Ekstended (Extended Chord)
    Akor ekstended melibatkan penambahan nada-nada tertentu ke dalam akor utama. Misalnya, akor maj9 melibatkan penambahan nada kesembilan pada akor mayor, menciptakan suara yang lebih kompleks.
  • Akor Cluster
    Akor cluster terdiri dari nada-nada yang sangat dekat satu sama lain, menciptakan suara yang padat dan disonan. Akor cluster sering digunakan dalam konteks avant-garde atau eksperimental.
  • Akor Double Stop
    Akor double stop melibatkan memainkan dua senar sekaligus dalam suatu akor. Ini sering digunakan dalam musik country dan blues untuk memberikan warna yang khas.
Baca Juga :  Psikologi Komunikasi: Pengertian, Ruang Lingkup, Pendekatan Dan Cirinya

Tingkatan akor ini mencerminkan variasi dalam cara akor dapat disusun dan dimainkan. Pemilihan tingkatan akor yang tepat dapat memberikan nuansa yang diinginkan dalam musik yang sedang dimainkan atau ditulis.

Lambang Akor

Lambang akor adalah notasi yang digunakan untuk menunjukkan jenis akor dan cara memainkannya pada lembar musik atau diagram akor. Lambang ini terdiri dari huruf dan simbol yang memberi informasi tentang nada-nada yang harus dimainkan, posisi jari, dan elemen-elemen lainnya. Berikut adalah beberapa lambang akor umum yang digunakan:

  • Akor Mayor (Major Chord)
    Notasi: Huruf besar (misalnya, C untuk akor C mayor).
  • Akor Minor (Minor Chord)
    Notasi: Huruf kecil atau huruf besar diikuti dengan “m” (misalnya, Am untuk akor A minor).
  • Akor Diminished (Diminished Chord)
    Notasi: Huruf kecil diikuti dengan “dim” atau tanda ° (misalnya, Bdim atau B° untuk akor B diminished).
  • Akor Augmented (Augmented Chord)
    Notasi: Huruf besar diikuti dengan “+” atau “aug” (misalnya, G+ atau Gaug untuk akor G augmented).
  • Akor Major Seventh (Maj7 Chord)
    Notasi: Huruf besar diikuti dengan “maj7” (misalnya, Dmaj7 untuk akor D major seventh).
  • Akor Dominant Seventh (Dom7 Chord)
    Notasi: Huruf besar diikuti dengan “7” (misalnya, E7 untuk akor E dominant seventh).
  • Akor Minor Seventh (Min7 Chord)
    Notasi: Huruf kecil atau huruf besar diikuti dengan “min7” atau “m7” (misalnya, Fm7 atau Fmin7 untuk akor F minor seventh).
  • Akor Diminished Seventh (Dim7 Chord)
    Notasi: Huruf kecil diikuti dengan “dim7” (misalnya, Cdim7 untuk akor C diminished seventh).
  • Akor Suspended Fourth (Sus4 Chord)
    Notasi: Huruf besar diikuti dengan “sus4” (misalnya, Gsus4 untuk akor G suspended fourth).
  • Akor Suspended Second (Sus2 Chord)
    Notasi: Huruf besar diikuti dengan “sus2” (misalnya, Dsus2 untuk akor D suspended second).
  • Akor Power (Power Chord)
    Notasi: Huruf besar diikuti dengan angka 5 (misalnya, A5 untuk akor A power chord).

Lambang-lambang ini membantu pemain musik dan pembaca lembar musik untuk memahami dan memainkan akor dengan tepat. Pada gitar, diagram akor juga sering digunakan untuk menunjukkan posisi jari dan senar yang harus dimainkan.

Contoh Akor

Berikut adalah beberapa contoh akor yang umum digunakan dalam musik. Notasi akor ini ditulis dengan menggunakan huruf dan simbol musik untuk merepresentasikan susunan nada-nada dalam akor tersebut. Harap diingat bahwa notasi ini ditulis untuk gitar, tetapi akor-akor ini juga dapat diterapkan pada instrumen musik lain.

  • Akor Mayor (Major Chord)
    Contoh: Akor C mayor (C)
  • Akor Minor (Minor Chord)
    Contoh: Akor A minor (Am)
  • Akor Diminished (Diminished Chord)
    Contoh: Akor B diminished (Bdim)
  • Akor Augmented (Augmented Chord)
    Contoh: Akor G augmented (G+)
  • Akor Major Seventh (Maj7 Chord)
    Contoh: Akor D major seventh (Dmaj7)
  • Akor Dominant Seventh (Dom7 Chord)
    Contoh: Akor E dominant seventh (E7)
  • Akor Minor Seventh (Min7 Chord)
    Contoh: Akor F minor seventh (Fm7)
  • Akor Diminished Seventh (Dim7 Chord)
    Contoh: Akor C diminished seventh (Cdim7)
  • Akor Suspended Fourth (Sus4 Chord)
    Contoh: Akor G suspended fourth (Gsus4)
  • Akor Suspended Second (Sus2 Chord)
    Contoh: Akor D suspended second (Dsus2)
  • Akor Power (Power Chord)
    Contoh: Akor A power chord (A5)
  • Akor Barre (Barre Chord)
    Contoh: Barre chord dengan dasar di fret ke-5, misalnya F barre chord (Fmaj).

Tentu saja, ada banyak varian dan variasi akor lainnya, tergantung pada kebutuhan musik dan preferensi pribadi. Contoh di atas mencakup beberapa akor dasar yang dapat membentuk dasar bagi berbagai progresi akor dalam sebuah lagu.

Demikianlah pembahasan mengenai Akor Adalah semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.