Kebiasaan: Pengertian, Unsur Penunjang Dan Proses Pembentukannya

Posted on

Kebiasaan – Kebiasaan timbul karena proses penyusutan respons menggunakan stimulus yang berulang, sehingga respons tersebut dapat keluar dengan cepat bahkan seakan otomatis tanpa memerlukan stimulus yang kuat. Semakin menyusut suatu proses respons, semakin kuat juga kebiasaan yang terbentuk pada individu.

Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang unsur-unsur penting yang membentuk kebiasaan, serta bagaimana proses terbentuknya kebiasaan yang mengagumkan.

Pengertian Kebiasaan

Kebiasaan adalah bagian tak terpisahkan dari diri kita yang terbentuk secara otomatis melalui tindakan berulang. Sejalan dengan pendapat para ahli, kebiasaan dapat diartikan sebagai pola tindakan yang diperoleh secara terus-menerus, seragam, dan hampir tanpa disadari.

Menurut Djaali (2017, hlm. 128) kebiasaan merupakan cara bertindak yang diperoleh melalui belajar secara berulang-ulang, yang pada akhirnya menjadi menetap dan bersifat otomatis. Kebiasaan memang memiliki sifat yang cukup permanen, akan tetapi seiring dengan hilangnya stimulus atau respons itu sendiri, kebiasaan ini juga dapat hilang seperti bagaimana kebiasaan baru yang baik dapat muncul untuk menggantikan kebiasaan lama yang buruk dalam proses pembiasaan.

Selanjutnya menurut Yamin (2017, hlm. 244) kebiasaan adalah aspek perilaku manusia yang menetap, berlangsung secara otomatis dan tidak direncanakan. Salah satu kelebihan dari kebiasaan adalah individu tidak harus lagi bersusah payah untuk melakukannya secara sadar dan terencana.

Saat menjadi kebiasaan, suatu hal akan dapat dilakukan dengan sangat mudah tanpa membutuhkan energi psikis yang berarti namun tetap memiliki efektivitas dan efisiensi yang tinggi.

Unsur-Unsur Kebiasaan

Adapun Unsur-Unsur Kebiasaan diantaranya yaitu:

Konsistensi

Konsistensi adalah kunci dalam membentuk kebiasaan yang kokoh. Ini mencerminkan keselarasan antara pikiran, perkataan, dan tindakan. Ketika kita memiliki keyakinan kuat, kita akan lebih cenderung untuk konsisten dalam tindakan yang kita lakukan.

Konsistensi diri adalah sikap yang membantu kita menjaga ekspektasi yang sama terhadap perilaku yang dianggap baik.

Tip Kreatif: Cobalah untuk menciptakan mantra positif atau afirmasi yang memperkuat keyakinan dan konsistensi dalam diri Anda.

Kontinuitas

Prinsip kontinuitas menekankan pentingnya melakukan tindakan secara berkelanjutan. Kebiasaan bersifat permanen, namun bisa hilang jika tidak dilakukan secara teratur. Kontinuitas ini bisa muncul dari stimulus yang terus-menerus atau dari tekad individu untuk tidak menghentikan respons.

Tip Kreatif: Buatlah jadwal harian atau mingguan untuk mengingatkan diri Anda untuk melanjutkan tindakan yang mendukung kebiasaan Anda.

Kesungguhan

Kesungguhan adalah kunci lainnya dalam membentuk kebiasaan yang sukses. Ini melibatkan keterandalan, keterorganisasian, keseluruhan, dan tanggung jawab dalam tindakan kita. Kesungguhan kita adalah bahan bakar utama yang membuat kita ingin terus melakukan suatu aktivitas agar menjadi kebiasaan.

Tip Kreatif: Buatlah sistem reward pribadi untuk merayakan pencapaian dalam membentuk kebiasaan Anda. Ini akan membantu mempertahankan kesungguhan Anda.

Proses Terbentuknya Kebiasaan

Sekarang, mari kita lihat bagaimana proses terbentuknya kebiasaan yang menarik. Proses ini melibatkan stimulus, respons, dan pengulangan yang terus-menerus.

  • Pemerolehan (Acquisition): Ini adalah tahap di mana kita belajar mengasosiasikan stimulus tak berkondisi dengan stimulus berkondisi secara berulang-ulang. Inilah saat di mana refleks atau respons berkondisi muncul sebagai hasil dari pengulangan.
  • Penghapusan (Extinction) dan Pemulihan: Kebiasaan dapat hilang jika tidak dilakukan secara teratur, yang disebut penghapusan. Namun, respons yang hilang bisa kembali secara spontan jika stimulus dikembalikan, yang disebut pemulihan spontan.
  • Generalisasi (Generalization): Generalisasi terjadi ketika respons terkondisi mentransfer ke stimulus lain yang mirip dengan stimulus awal. Ini memungkinkan kita untuk mentransfer kebiasaan ke situasi yang serupa.
  • Diskriminasi (Discrimination): Diskriminasi adalah proses yang memungkinkan kita membedakan mana respons yang tepat dan bisa mendapatkan reward dari perilaku aktif kita.
Baca Juga :  Stres Kerja : Pengertian, Penyebab Dan Akibat Stres Kerja

Dalam Ringkasan:

Kebiasaan adalah bagian integral dari kehidupan kita, yang terbentuk melalui pengulangan tindakan yang konsisten, kontinu, dan sungguh-sungguh. Untuk membentuk kebiasaan yang kuat, kita perlu memahami unsur-unsur yang membentuknya dan proses di balik pembentukan kebiasaan yang sukses.

Ingatlah bahwa kebiasaan adalah kuncinya dalam mencapai tujuan kita, dan dengan kesungguhan dan kreativitas, kita dapat membentuk kebiasaan yang mendukung perkembangan diri kita.