√ Kegiatan Konsumsi : Pengertian, Ciri, Faktor, Tujuan dan Contohnya

Posted on

√ Kegiatan Konsumsi : Pengertian, Ciri, Faktor, Tujuan dan Contohnya

Kegiatan Konsumsi – Pengertian konsumsi dalam percakapan sehari – hari hanya di maksudkan sebagai hal yang berkaitan dengan makanan dan minuman. Akan tetapi  dalam pengertian yang lebih luas, konsumsi adalah kegiatan manusia memakai, menggunakan mengurangi, ataupun  menghabiskan nilai guna suatu barang dan  juga jasa untuk memenuhi kebutuhan.

Pengertian Kegiatan Konsumsi

Ketika  barang dan jasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan, nilai gunanya akan semakin berkurang dan akhirnya akan habis. Berkurang atau habisnya nilai guna barang dan jasa tampak serta  semakin tidak mampunyai barang dan juga  jasa tersebut memenuhi kebutuhan. Misalnya :

  • Nilai guna pulpen sebagai alat tulis dikatakan habis jika  pulpen tersebut tintanya habis dan tidak  bisa  digunakan lagi,
  • Nilai guna radio habis jika radio tersebut rusak dan tidak bisa dipakai

Apabila  semua kebutuhan dapat terpenuhi, akan dicapai suatu keadaan yang disebut  dengan makmur dan sejahtera. Makmur dan sejahtera inilah yang selalu di idamkan setiap orang. Sifat mengkonsumsi barang dapat bersifat langsung atau tidak langsung.

Konsumsi secara langsung biasanya dilakukan terhadap barang yang sekali pakai habis, misalnya makanan, minuman, dan yang  sejenisnya.

Yang dikonsumsi secara tidak langsung umumnya dilakukan pada barang modal atau barang yang bisa di gunakan untuk  beberapa kali, misalnya mesin jahit, mobil, perabot rumah tangga, dan sejenisnya.

Faktor – faktor yang mempengaruhi konsumsi

Semakin maju peradaban manusia, maka akan semakin beragam pula kebutuhannya. Konsumsi atas barang dan jasa oleh konsumen yang satu tidak sama dengan konsumen yang lain. Begitu juga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh konsumen yang sama,  bisa  berbeda untuk waktu yang berbeda. Hal ini disebabkan pola konsumsi setiap orang yang berbeda yang di pengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu di antaranya sebegai berikut.

Pendapatan

Pendapatan adalah  faktor utama yang mempengaruhi perbedaan tingkat konsumsi masyarakat. Besar atau kecilnya pendapatan akan berpengaruh terhadap perilaku konsumsi masyarakat. Semakin besar pendapatan seseorang maka akan  semakin besar  juga  kecenderungannya melakukan kegiatan konsumsi barang dan jasa. Sebaliknya, semakin kecil pendapatan seseorang maka akan  semakin kecil pula kecenderungan tingkat konsumsinya.

Harga Diri Terhadap Lingkungan

Konsumsi seseorang di dorong oleh harga diri di mata umum. Seseorang kadang merasa malu apabila  ia tidak mempunyai  barang yang dimiliki orang lain sehingga mendorongnya untuk membeli barang yang sama bahkan bisa dengan harga yang lebih mahal. Hal ini dilakukan  dengan tujuan agar  harga dirinya tidak jatuh di mata masyarakat karena dianggap tidak mampu membeli.

Baca Juga  √ Branding :  Pengertian, Unsur, Jenis, Tujuan, dan Manfaatnya

Ketamakan dan Kesombongan

Tingkah laku seseorang yang tamak, menyebabkan selalu ingin membeli barang yang belum dimilikinya. Dia beranggapan bahwa dengan mempunyai  barang yang belum dimiliki orang lain, maka irinya merasa lebih dan yang lain.

Harapan Pendapatan Tinggi di Masa yang Akan Datang

Karena ada harapan kenaikan pendapatan, maka seseorang akan  berusaha mencari pinjaman untuk berbelanja sekarang sehingga konsumsinya meningkat.

Tingkat Pendidikan

Orang yang berpendidikan tinggi konsumsinya lebih besar daripada orang yang berpendidikan rendah. Seorang siswa SMP berbeda konsumsinya dengan seorang mahasiswa. Siswa SMP konsumsinya lebih rendah dibandingkan dengan  mahasiswa.

Tempat Tinggal

Orang yang tinggal di daerah pedesaan konsumsinya lebih murah dibanding dengan orang yang tinggal di kota. Orang yang tinggal di daerah yang beriklim panas tentu akan  berbeda konsumsinya dengan orang yang tinggal di daerah yang beriklim dingin.

Umur dan Jenis Kelamin

Umur membedakan pola konsumsi seseorang. Orang tua berbeda konsumsi dengan anak. Begitu juga  jenis kelamin, laki – laki berbeda konsumsinya dengan perempuan. Setiap orang dalam mengkonsumsi barang atau jasa tentu ada tujuannya. Tujuan setiap orang mengkonsumsi barang atau jasa adalah untuk memperoleh kepuasan maksimum dan memenuhi kebutuhan. Kepuasan yang dimaksud adalah kepuasan total serta  mengkonsumsi berbagai macam barang dan juga  jasa yang diperlukan .

Pelaku Kegiatan Konsumsi

Masyarakat yang melakukan kegiatan konsumsi bisa di bedakan ke dalam tiga golongan, yaitu rumah tangga keluarga, rumah tangga perusahaan, dan rumah tangga pemerintah.

Rumah Tangga Keluarga 

Rumah tangga keluarga biasanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Setiap anggota dalam keluarga mempunyai  kebutuhan hidup yang sama atau kadang berbeda. Kebutuhan yang sama adalah  kebutuhan yang sama – sama dirasakan kebutuhannya oleh semua anggota keluarga, seperti kebutuhan akan makanan, minuman, pakaian, dan  juga kasih sayang.

Akan tetapi  ada saatnya  kebutuhan tersebut berbeda. Ayah yang bekerja di kantor tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dengan anaknya yang pelajar SMP. Begitu juga kebutuhan ibu sebagai ibu rumah tangga, pasti juga berbeda dengan ayah dan anaknya. Rumah tangga keluarga sebagai konsumen selalu berusaha supaya penghasilan yang diperoleh dapat memenuhi kebutuhannya. Berbagai kegiatan konsumsi yang umumnya terjadi dalam rumah tangga dilakukan berdasarkan pada pertimbangan – pertimbangan umum yang perlu di perhatikan sebagai berikut.

  • Menetapkan pemenuhan kebutuhan pokok, selanjutnya  memenuhi kebutuhan lain yang sifatnya melengkapi kebutuhan pokok.
  • Menyesuaikan besarnya pengeluaran dengan besarnya pendapatan.
  • Menghindari hidup boros atau membeli barang yang di luar rencana.
Baca Juga  √ Macam-macam Kebutuhan dan Alat Pemuas Kebutuhan

Supaya  kebutuhan rumah tangga bisa  terpenuhi sesuai dengan besarnya pendapatan, maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut.

Menyusun anggaran belanja rumah tangga

Anggaran belanja rumah tangga  adalah rencana yang disusun untuk menyesuaikan pendapatan dengan pengeluaran dalam jangka waktu tertentu.

Berikut ini adalah cara menyusun anggaran belanja rumah tangga :

  • Membuat perhitungan jumlah uang yang akan di terima dalam waktu tertentu.
  • Membuat daftar kebutuhan dengan menyusun urutan kebutuhan dalam waktu tertentu.
  • Membuat perkiraan harga untuk tiap jenis kebutuhan, dengan memperhitungkan kemungkinan adanya kenaikan harga barang dan juga
  • Membandingkan antara perkiraan pendapatan dengan pengeluaran dalam waktu tertentu.

Setelah hal tersebut di atas dilaksanakan, apabila  ternyata pendapatan masih ada sisanya maka sisa tersebut  bisa  ditabung. Sebaliknya, apabila  perkiraan pengeluaran lebih besar daripada pendapatan maka akan terdapat kekurangan. Tentunya kekurangan tersebut harus di usahakan untuk di cukupi dengan mengurangi pengeluaran  ( menghemat ) atas kebutuhan yang kurang mendesak ataupun  berusaha  untuk mencari tambahan penghasilan yang halal.

Membuat catatan penerimaan dan pengeluaran

Catatan penerimaan dan pengeluaran  harus  di buat untuk mengetahui semua kejadian pendapatan dan pengeluaran rumah tangga keluarga. Di samping itu  bisa dipakai  untuk mencocokkan pengeluaran sesungguhnya dengan pengeluaran yang di perkirakan.

Pembagian secara bijaksana atas semua kebutuhan

Anggaran pendapatan dan belanja rumah tangga keluarga adalah pedoman untuk berbelanja. Kebutuhan yang pokok dan mendesak di dahulukan, sedang kebutuhan yang tidak mendesak  dapat  ditunda.

Berusaha menabung

Untuk menuju kehidupan yang bahagia dan sejahtera di masa datang, maka kebutuhan yang akan datang sudah harus dipikirkan terlebih dahulu. Pemenuhan kebutuhan di masa datang dapat dilakukan dengan jalan menabung.

Rumah Tangga Perusahaan

Perusahaan adalah  salah satu penyedia barang dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen. Untuk hal tersebut  maka perusahaan melakukan kegiatan produksi. Perusahaan untuk berproduksi harus mengeluarkan sejumlah dana untuk pengadaan faktor – faktor produksi. Pengeluaran perusahaan sangat beragam dan  juga sangat ditentukan oleh bidang produksi yang ditangani, jenis produk yang di hasilkan, jenis perusahaan, besar kecilnya perusahaan,  dan juga  peraturan perusahaan yang bersangkutan.

Kegiatan konsumsi yang dilakukan perusahaan, misalnya sebagai berikut :

  • Perusahaan tekstil
  • Pembelian bahan baku ( kapas ) yang akan dipakai untuk menghasilkan tekstil.
  • Pembayaran gaji tenaga kerja.
  • Penggunaan mesin yang mengolah bahan baku menjadi bahan jadi.
  • Penggunaan lokasi kantor.
  • Penggunaan peralatan lain yang menunjang terlaksananya proses produksi.
  • Perusahaan pengangkutan.
  • Pembayaran gaji sopir dan juga pegawai yang  lainnya yang membantu kelancaran usaha.
  • Modal yang di gunakan dalam kegiatan usaha.
  • Penggunaan perlengkapan, peralatan, kendaraan, bensin, solar, dan juga bahan bakar lainnya.
Baca Juga  √ Norma Sosial : Pengertian, Ciri, Macam dan Contohnya

Rumah Tangga Pemerintah

Pemerintah menjalankan roda pemerintahan serta berusaha memenuhi keperluan  masyarakat banyak. Pemerintah menyediakan sarana dan juga  prasarana kepada masyarakat, seperti jalan raya, angkutan umum, rumah sakit, serta pasar. Pemerintah juga mengadakan pembelian beras ataupun pengadaan perumahan bagi pegawai negeri. Untuk semua kegiatan ini, pemerintah mengeluarkan sejumlah dana yang besar kecilnya tergantung pada macam, banyak, dan juga  tingkat harga dan barang serta jasa yang di butuhkan.

Kegiatan konsumsi yang dilakukan pemerintah, misalnya yaitu  sebagai berikut :

  • Penggunaan gedung dan kantor serta perlengkapan dan peralatannya.
  • Belanja negara untuk pembangunan dan juga proyek negara.

Aspek Positif dan Aspek Negatif Perilaku Konsumtif

Perilaku konsumtif merupakan  suatu keadaan atau kecenderungan untuk membelanjakan seluruh pendapatannya pada barang – barang konsumsi. Perilaku konsumtif mempunyai  aspek positif dan juga  aspek negatif.

Aspek positif perilaku konsumtif  adalah  sisi baik dan perilaku konsumtif. Aspek positif konsumsi barang dan jasa bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan juga sekaligus meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan. Selama barang dan jasa hanya memenuhi kebutuhan saja, akan tetapi  tidak meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan belum  bisa  dikatakan mempunyai aspek positif.

Misalnya, seseorang  yang mengkonsumsi susu berlemak rendah dan berkalsium tinggi, untuk memenuhi kebutuhan rasa hausnya serta  bisa  meningkatkan daya tahan tubuh dan  juga kesehatannya, selanjutnya akan meningkatkan kesejahteraannya.

Aspek negatif perilaku konsumtif  yaitu merupakan sisi buruk dan perilaku konsumtif. Misalnya, seseorang yang melakukan konsumsi minuman keras, mungkin memenuhi kebutuhan rasa hausnya, akan tetapi  tidak akan meningkatkan kesejahteraannya karena  bisa merusak kesehatan dan syarafnya.

Hal yang perlu di perhatikan bahwa  dalam melakukan konsumsi adalah kemampuan dan  juga daya beli untuk barang kebutuhan yang akan dikonsumsinya, serta kesesuaian dengan tempat, adat istiadat, agama dan  juga budaya, serta masyarakat  yang berada di sekitarnya. Apabila  barang dan jasa yang akan dikonsumsi sudah mampu dibeli ( diperoleh ), akan tetapi  tidak sesuai dengan adat istiadat yang berlaku di tempat melakukan konsumsi, maka selayaknya dihindari.

Demikianlah ulasan dalam artikel kali ini mengenai √ Kegiatan Konsumsi : Pengertian, Ciri, Faktor, Tujuan dan Contohnya semoga bermanfaat sekian dan terimakasih.